Skip to main content

Mulanya Ibu Saya Mengatakan, “Menulis Itu Aneh dan Ada-ada Saja”

Dear FAM, forum yang bagus dan semakin memacu semangat saya untuk menulis. Perkenalkan terlebih dahulu, saya Nuni Rachmawati. Itu nama pena Saya, gadis yang lahir di tahun 1992. Anak bungsu dari dua bersaudara yang lahir dan besar di Surabaya.

Awal mula saya menulis adalah ketika SD, yaitu menulis diary. Begitu kelas II SMP, saya mencoba menulis puisi sebagai pengganti buku diary. Dan sejak itu, saya jatuh cinta dengan puisi dan hobi menulis puisi sampai sekarang. Hingga umur 20 tahun ini, sudah 200 lebih puisi yang saya tulis dan sebagian saya posting pada blog pribadi.

Dulu saya memiliki mimpi menjadi seorang pujangga sejati, sebab saya cinta sekali dengan puisi. Sampai ketika menjadi mahasiswa, tepatnya di semester II, Saya mencoba menulis cerpen. Dan sejak itu pula saya jatuh cinta dengan dunia tulis menulis, hingga akhirnya bercita-cita menjadi penulis sampai sekarang.

Kepahitan sudah banyak saya rasakan dalam perjalanan merealisasikan mimpi. Orangtua, terutama Ibu tak memberi dukungan penuh pada cita-cita saya. Bagi beliau, menulis itu: ANEH DAN ADA-ADA SAJA. Yang beliau inginkan, saya hanya fokus kuliah tanpa melakukan yang lain. Bahkan ketika saya Juara I Lomba Mengarang Puisi di SMP, menjadi kontributor buku Kumpulan Cerpen, kontributor buku Terapi Menulis, kontributor buku Kumpulan Surat Cinta untuk Mama, dan yang terakhir, puisi saya pernah dimuat di mading kampus, Prodi D3 Akuntansi, reaksi Ibu pun biasa saja. Mungkin karena prestasi tersebut hadiahnya kecil. Seperti uang Rp15.000, kumpulan buku, bingkisan alat tulis sekolah, dan bahkan tak mendapat apa-apa.

Hingga kini, Ibu melarang saya menulis. Begitu tahu saya menulis, beliau pasti marah. Saya bimbang. Bagaimana bisa jadi penulis jika menulis saja tidak boleh? Tapi saya tidak mau berhenti di tengah jalan. Mimpi dan cita-cita saya sudah bulat. Berbekal doa, saya akan berusaha terus maju, menulis secara diam-diam, dan mengikuti berbagai lomba menulis via online, dengan harapan bisa menjadi juara, dan mendapat hadiah istimewa yang akan saya tunjukkan kepada Ibu bahwa anaknya sungguh-sungguh. Hingga akhirnya beliau luluh dan memberikan restu.

Perjuangan memang tak semudah merobek secarik kertas. Dan bukankah setiap permulaan memang tak selalu berjalan indah? Namun saya yakin bahwa saya bisa melewati segala rintangan yang ada hingga mengantarkan saya sampai di tempat tujuan, yaitu menjadi penulis dan penyair hebat. Amin.

NUNI RAHMAWATI
Surabaya

Share ke:

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...