Skip to main content

Profil Anggota FAM Indonesia: Sri Rahayuningsih (FAM Jakarta)

"Merajut Impian Bersama FAM Indonesia”

Switz Rahayu, adalah nama facebook dari Sri Rahayuningsih. Lahir di Kota Bandung pada tanggal 16 September 1986. Ia besar di Kota Kuningan, Jawa Barat. Lahir dari Ibu Ninin Sri Ningsih dan Ayah Mulyono Komarudin. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.
Hobi menulisnya semenjak duduk di bangku SMP. Berawal dari kebiasaan menulis buku harian dan puisi. Hobi itu berlanjut sampai ke SMA. Di SMAN 3 Kuningan ia mulai senang menulis puisi dan cerita pendek. Hal berkesan yang ia ingat, di meja belajarnya selalu menumpuk kertas dan buku kosong dari teman-temannya yang minta dibuatkan puisi atau cerpen tentang kisah cinta mereka.

Ia sering membuat cerita pendek bertema remaja pada beberapa buku. Satu buku tersebut terdiri dari beberapa cerita. Namun buku tersebut tak pernah kembali ke tangannya, karena dipinjam beberapa teman secara bergiliran. Tentu saja ibunya heran, mengapa ia boros menghabiskan buku dan pena? Sejak itu, ia memberanikan diri mengirim tulisannya ke mading sekolah. Setiap minggu cerpennya dimuat di mading tersebut. Bahkan ada seorang guru yang memberinya sejumlah uang agar mengirimkan karya ke majalah. Sayang, Rahayu selalu menolak dengan alasan tidak percaya diri.

Setelah lulus SMA jurusan IPA, pada tahun 2003/2004 ia merantau ke Jakarta dan bertemu jodoh di sana. Cita-citanya memang tinggi yaitu ingin sekali kuliah dan menjadi guru Biologi.

Setelah menikah, apalagi mempunyai seorang putra yang kini berusia 3,5 tahun ia benar-benar vakum menulis. Hanya sekadar menulis diari dan daftar belanja sehari-hari. Saat ia sedang berselancar di dunia maya, tak sengaja menemukan info tentang FAM Indonesia. Ia mendapat motivasi menulis di FAM. Awalnya, tujuan ia menulis adalah untuk meringankan beban ekonomi keluarga. Namun di FAM justru mendapat pelajaran dan pencerahan. Salah satunya agar menulis karya yang bermanfaat dalam rangka berdakwah bil qalam.

Bersama FAM ia kembali merajut impian yang sempat tenggelam. Ia belajar untuk tidak patah semangat dari setiap semangat anggota FAM lainnya. Semangatnya semakin berkibar saat salah satu cerpennya yang berjudul ‘Kamar untuk Ayah dan Bunda’ masuk ke dalam buku antologi FAM Cinta Bernilai Dakwah yang berjudul “Untuk Sumarni dari Suparman”.

“Semangat saya ini bukan tanpa alasan. Saya tak menyangka karena ilmu saya masih alakadarnya. Saya masih, harus, ingin dan akan belajar terus sampai saya bisa menghasilkan karya yang berguna. Bersama FAM saya merajut kembali cita-cita. Sebab saya yakin dan percaya segala sesuatu pasti ada ilmunya,” ujarnya optimis. (*)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...