Skip to main content

Lebih Baik Jadi Diri Sendiri

Oleh Novita Suci*)

Menulis, bisa jadi sebuah profesi yang dipandang rendah oleh sebagian golongan. Dulu pun saya tak pernah menyangka jika akan menjadi seorang penulis. Tapi bukankah kita memang sudah jadi seorang penulis sejak kita tahu cara menulis? Hmm, mungkin itulah arti "penulis" secara mudah ya.

Berubah aliran, berubah hidup. Ambisi untuk memperkuat otak kanan ternyata justru menghasilkan migrain menahun. Belajar keras untuk jadi seorang pemikir hebat dan jadi salah satu dari bangsawan ataupun orang berseragam menawan?

Ahhh, tidak lagi! Saya tutup rapat-rapat ambisi itu.

***

Sejak saya mengenal kepenulisan saya mulai membuka lagi lembaran pertama yang saya tekuni, sebuah tarian pena dalam dunia seni.

Dulu seorang teman pernah berkata kepada saya, "Menurutku kau itu memiliki jiwa seni."

Dia berkata dengan yakin saat melihat hasil karya gambar saya dalam ujian kesenian akhir sekolah. Dan sayangnya waktu itu saya hanya mencibir dan berpikir, "Aku tak akan jadi seorang seniman yang memiliki penghasilan tak jelas dan tak tetap!"

Whuuuw, pikiran yang sangat sombong muncul dari otak rendah diri sendiri.

***

Suatu saat saya merasa jenuh dengan kehidupan saya sendiri. Melakoni satu hal monoton itu ternyata menyakitkan.

Benarkah?

Bayangkan harus duduk di depan komputer dan setiap harinya hanya itu-itu saja yang dikerjakan. Surat-surat kerja, laporan, tabel-tabel, baris, dan kolom dengan data dan angka.

Wow, layar komputer pun lama kelamaan akan bisa jadi berliku-liku bentuknya, tak rata lagi karena kornea mata yang mulai lelah.

Stres? Stres!

Benar-benar stress....!

Sebuah cita-cita yang ternyata membuat saya sendiri menjadi sangat jenuh dan stress.

Menjadi seorang pembosan dan moody ternyata tak mudah untuk bertahan menjalani satu hal yang sama saja dengan kemarin, kemarin, kemarin, dan kemarin-kemarinnya lagi.

***

Lama kelamaan saya merasakan, mau bagaimanapun ternyata akan lebih nyaman dan menyenangkan jika kita menjalani apa yang sudah menjadi bakat atau keahlian bawaan lahir kita sendiri. Mau berharap jadi apapun jika itu tak sejalan dengan jiwa ternyata efeknya justru sangat melelahkan. Kelihatannya jadi diri sendiri itu memang membuat kita lebih menikmati hidup.

Saya berpikir tentang sebuah kemungkinan dan menemukan sebuah kesimpulan.

"Menjadi satu di antara banyak seniman?"

Mengapa tidak?

Selama saya bisa berjalan jauh dengan imajinasi. Bisa mengubah apapun dalam pikiran sendiri. Melakoni banyak peran dalam cerita yang ditulis sendiri, dan melalui banyak masalah yang ditentukan dalam sebuah alur cerita di mana kita sendiri yang menentukan alur, jalan, latar, awal mula, konflik, dan endingnya.

Cukup menyenangkan.

Bayangkan, kita hanya menjalani satu hidup saja namun masuk dalam berbagai karakter tokoh dalam cerita.

***

Seorang pernah berkata, "Logika membawa kita dari A ke B, dan imajinasi membawa kita kemanapun kita mau."

Dan kini pun saya meyakini itu, dan saya juga katakan dengan sebuah keyakinan baru, "Imajinasi akan membawaku keliling dunia walau aku terkurung dalam ruang bawah tanah."

***

Hidup ini akan terjadi jika kita berpikir tentangnya dan mempercayainya. Percayalah, kita yang sekarang adalah apa yang pernah kita pikirkan sehari, seminggu, sebulan, setahun, atau berpuluh tahun yang lalu.

Ya, hidup itu memang membutuhkan sikap optimisme dan sebuah kepercayaan yang benar-benar kita percayai untuk kita wujudkan dalam langkah selanjutnya.

"Anda ingin tahu bagaimana keadaan Anda di waktu mendatang? Bisa jadi Anda di masa depan adalah apa yang anda pikirkan hari ini."

*)Penulis adalah anggota FAM Ponorogo, nomor IDFAM895M.


Share ke:

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...