Skip to main content

Bimbang Antara Dua Pilihan, Jadi Model atau Penulis

Yogyakarta, 14 November 2012

Kepada Yth:
FAM Indonesia, sahabatku…

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sebelumnya, saya ucapkan banyak terima kasih karena telah memberikan kesempatan bagi semua sahabat FAM khususnya saya, untuk menulis sebuah surat yang bertemakan "Proses Kreatifku, Suka Duka Menjadi Penulis". Sebenarnya, sudah lama saya ingin mengatakan suka duka saya selama menjadi penulis. Tapi sayangnya, tidak ada event yang bisa mewujudkan keinginan saya tersebut. Dan syukurnya, FAM Indonesia telah mengadakan event yang saya inginkan dari dulu. Sehingga, saya bisa mengatakan kisah-kisah yang saya alami selama berprofesi sebagai penulis.

FAM Indonesia yang baik…

Di kesempatan yang saya dambakan ini, saya akan bercerita mengenai hobi saya. Awalnya, hobi yang saya tekuni adalah modelling. Karena, ibu saya ingin agar saya dapat menjadi seseorang yang percaya diri. Dan akhirnya, saya bisa membuat ibu saya senang dengan menjadi seorang model. Selama memiliki hobi modelling, saya telah memiliki beberapa prestasi dibidang modelling. Diantaranya, juara 3 lomba model muslimah dari Axis, juara 1 peragawan/peragawati, juara harapan 3 lomba model casual sporty, dan masih banyak lagi.

Namun, dua tahun kemudian, saya tertarik menjadi seorang penulis. Sebab:

1. Mulanya, saya mengalami sebuah peristiwa yang sangat berharga dengan ibu saya tercinta. Dan peristiwa itu saya tuliskan menjadi sebuah cerita. Pada saat itu, menurut saya cerita itu sudah lumayan bagus. Dan dari situlah saya menjadi senang mengarang dan menulis cerpen.

2. Selain itu, karena kakak saya juga berprofesi menjadi seorang penulis. Saya mengetahui kalau kakak saya adalah seorang penulis dari sebuah buku yang sengaja disimpan di lemari pajangan. Lalu saya membacanya dengan sungguh-sungguh. Dan setelah saya membaca semua halaman di buku itu, saya membolak-balik buku tersebut untuk melihat sampul, biodata penulis dan yang lainnya secara satu persatu. Tidak saya sangka dan tidak saya duga, tertera sebuah nama yang tak asing bagi saya. Ternyata, itu nama kakak saya. Dan dari kejadian itu pula, saya menjadi mempunyai keinginan untuk memiliki sebuah buku yang berisi karya sendiri.

Sayangnya, setelah saya memiliki kedua hobi tersebut, saya menjadi bimbang. Saya tidak tahu harus memilih hobi yang mana. Sebab, ada sebuah kendala yang membuat saya tidak bisa memiliki kedua hobi tersebut. Kendalanya adalah penyakit mata.Karena, jika seorang penulis ingin membuat sebuah karya, atau seorang penulis ingin mengikuti lomba menulis, pasti ujung-ujungnya adalah laptop, komputer, dan yang sejenisnya. Sehingga, apabila kegiatan tersebut terus dilakukan, maka mata para penulis di Indonesia akan rusak (sakit rabun), termasuk saya. Kalau sudah begitu, saya jadi harus meninggalkan salah satu bakat yang saya miliki.

Karena tidak ingin meninggalkan salah satu di antara kedua hobi tersebut, saya pun bertanya pada ibu saya tentang “Bagaimana caranya menyembuhkan atau mencegah penyakit mata”. Lalu kata beliau, saya harus membuat hobi baru, yaitu menjadikan wortel sebagai camilan. Dengan terpaksa, saya mencoba membiasakan diri untuk memakan wortel setiap harinya. Sampai akhirnya, saya terbiasa memakan wortel, meskipun baru beberapa bulan. Tapi, itu sudah bisa membuat mata saya lebih jelas dalam melihat.

Dan sekarang, saya bisa merasakan kesenangan menjadi seorang penulis dan seorang model. Kesenangan menjadi penulis, karena saya telah merasakan manfaat dari hobi menulis, antara lain memiliki buku terbit karya sendiri, memenangkan beberapa lomba, mendapat hadiah, menambah teman, menambah wawasan, pengetahuan, dan masih banyak lagi yang bisa saya rasakan ketika menjadi penulis.

FAM Indonesia sahabatku…

Sekian dulu surat dari saya. Jika ada kesalahan, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak atas kesempatan ini. Semoga, FAM Indonesia akan menjadi yang terbaik, selalu sukses, dan semua acara-acara yang diadakan dapat berjalan dengan lancar. Amin…

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

ANGGITA NURIDAH KUSUMA
Yogyakarta

Share ke:

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...