Skip to main content

Buku Puisi “Mozaik Matahari” Karya Refdinal Muzan

Sekapur Sirih dari Penulis:

“Tiap buku punya nasibnya sendiri”, begitu sebuah kalimat motivasi yang masih saya ingat dari Ketua Umum Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Muhammmad Subhan, saat beberapa kendala saya temui untuk dapat mewujudkan mimpi indah memiliki sebuah buku tunggal. Keinginan mengumpulkan karya-karya saya dalam sebuah buku telah cukup lama saya idamkan, setelah beberapa antologi puisi bersama saya yang telah terbit dari berbagai penerbit dan juga dari berbagai teman yang tergabung di dalamnya.

Sungguh suatu rasa syukur yang dalam dan terima kasih tak terhingga saya haturkan kepada FAM Publishing yang telah mewujudkan satu mimpi indah ini untuk saya.

Sekjen FAM, Aliya Nurlela, yang sejak awal perkenalan saya di grup Forum Aishiteru Menulis, telah banyak membantu dan memfasilitasi saya untuk tetap menulis dan membina dengan ketulusan hati. Juga teman-teman yang selalu memberi dukungan semangat untuk pantang menyerah dalam mencapai sebuah keinginan. Ternyata semua memang tak ada yang sia-sia, walau sebesar apapun kenyataan yang telah diraih.

“Mozaik Matahari”, salah satu judul puisi yang saya ambil untuk judul kumpulan puisi ini, di mana ke semua tulisan-tulisan saya ini memang bercerita tentang perjalanan yang saya tempuh di persinggahan rasa yang begitu banyak terhampiri, walau terkadang raga tak beranjak namun tempuhan perlangkahan sukma seperti luasnya langit yang tak bertepi.

Meski sebagi penyaksi, kadang juga mencoba berperan sebagai pelakon entah itu dalam sebuah peran yang diberi atau penonton yang mempelajari skenario di jagat maha panggung ini. Begitu tersusun, dalam perca yang bertambal, dengan harapan mampu menjadi bulatan sinar untuk sebuah pijar.
  
Sebagai seorang penulis, saya selalu berusaha belajar di setiap kata yang muncul dalam kalimat, di setiap bait yang terangkai darinya, di setiap puisi yang menyatu dari bait-baitnya. Pembelajaran itu selalu berlangsung saat sebuah intuisi muncul untuk dikemas dalam kata-kata, memunculkannya, menumpang sebuah “gerakan” yang dimunculkannya hingga sebuah arti untuk direnungkan saya dapati setelah rampungnya sebuah puisi.  

Mungkin kepenulisan saya ini masih dianggap mentah, namun sebuah pencarian identitas akan terus berlangsung di setiap goresan-goresan yang saya coba hadirkan. Setiap diksi-diksi yang dikembangkan, tak hanya sekadar pemoles indahnya rangkaian sebuah kata, tapi sebuah denyut selalu saya coba ikuti agar rangkaian-rangkaian kata itu memiliki “jiwa” tersendirinya.

Semoga kelahiran kumpulan puisi tunggal saya ini, dapat memberikan sebuah warna bagi para pencinta dan penikmat sastra di mana saja berada.

Semoga buku ini mampu membawa kita untuk bertahan di samudera kebenaran jiwa yang tak pernah kering dan masih kita baca.

Bukittinggi, September 2012
Refdinal Muzan

[Info pemesanan dan penerbitan buku di FAM Publishing hubungi No. Hp. 0812 5982 1511 (Aliya Nurlela), atau kunjungi blog resmi FAM Indonesia di www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...