Skip to main content

Di Usia yang Sudah Tak Muda Lagi, Aku Menemukan Kembali Jati Diri Sebenarnya

Kepada sahabatku FAM.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sebenarnya aku malu untuk menulis surat ini padamu karena aku belumlah lagi menjadi anggota resmi. Aku sementara ini baru menjadi anggota grup. Niatku sudah kian membara untuk menjadi anggota resmi tapi ada sesuatu yang menghambatku dan itu tak dapat kuceritakan dalam surat ini.

FAM, sahabatku yang baik hati. Aku tak kuasa menahan kerinduan ini untuk menulis surat padamu. Mencurahkan segala yang kualami dalam dunia tulis menulis. Akhirnya kuberanikan diri mengikuti jemariku yang menari untuk menyampaikan isi hatiku. Aku sudah lama tertarik dalam dunia kepenulisan, khususnya menulis cerpen dan puisi. Sejak duduk di bangku SMP rasa itu sudah terlalu menggebu dalam hati. Tapi sayang tak ada seorang pun yang mendukungku. Dan akhirnya aku menjadi penulis yang karyaku hanya dibaca seputar teman-teman sekolah.

Hingga tamat SMA rasa itu kian menggelora. Aku memberanikan diri untuk mengirim naskahku ke sebuah majalah. Lama kutunggu kabar berita dan akhirnya aku pun mendapat kabar. Tapi siapa kira kabar itu membuatku sempat patah semangat karena tulisanku "ditolak" tanpa alasan yang menyertainya! Setelah kejadian itu aku vakum tak mau menulis apapun. Walau begitu aku masih tetap penggemar berat cerpen dan novel karya siapa pun.

Bertahun-tahun aku pendam gelora ini, sampai akhirnya aku diundang oleh kakak iparku di sebuah grup kepenulisan. Dari sanalah aku mulai bertemu dengan banyak grup penulis. Dan salah satu grup itu adalah kau, FAM-ku sayang. Dari engkaulah limpahan ilmu tentang kepenulisan banyak terserap dalam jiwaku. Aku yang dulu terlalu terbelakang tentang tata cara menulis, gaya bahasa bahkan gaya kepenulisan, kini semua itu sudah dapat kuperbaiki.

Dari FAM aku banyak mendapati manfaat. Keberanianku tumbuh kembali. Laksana roket aku ingin melaju pesat mengejar ketertinggalanku yang lalu. Aku pun mulai berani kembali mengikuti event-event kepenulisan. Alhamdulillah... lima tulisanku sedang dalam proses penerbitan, memang bukan buku soloku, tapi kumpulan tulisan dengan penulis yang lain.

Semua itu berkat engkau sahabatku. Kau yang tak pernah marah walaupun aku belum resmi menjadi anggotamu. Kau yang selalu memberiku semangat dan inspirasi. Aku malu FAM, karena aku belum bisa membalas beribu kebaikanmu. Aku berjanji, tunggulah aku wahai sahabatku FAM. Aku akan menjadi anggota resmi dan menjadi belahan jiwamu. Aku ingin berjalan bersamamu FAM, dalam suka dan duka. Dan aku ingin kau jualah yang menjadi belahan jiwaku. Aku bersyukur Allah telah menunjukmu sebagai pembuka jalan bagi jiwaku yang rapuh. Kau tahu FAM? Di usiaku yang sudah tak muda lagi aku seperti menemukan jati diri yang sebenarnya. Semua itu karenamu FAM. Semoga engkau tetap berjaya bersama semangat jiwa penulis.

Wassalam.

Salam santun, salam Aishiteru Menulis.

Melly Waty
Jakarta

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...