Skip to main content

Belajar Menulis Harus Banyak Membaca

Untuk semua anggota FAM yang baik dan pengertian. Ingin rasanya berbagi bersama, apalagi untuk yang sama-sama sedang berjuang dalam menekuni dunia penulisan ini yang ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Ada banyak sekali halangan dalam menulis. Ketika sebuah ide dalam kepala kita menyeruak, eh kita malah tidak siap menyembutnya. Dan sebaliknya, ketika kita sudah siap dengan berbagai macam kelengkapan tulis menulis, otak kita malah seolah berhenti berproses.

Lalu, apakah kita tidak berbakat? Jangan menyerah dulu seperti itu. Ada banyak cara untuk membuat otak kita mengeluarkan ide-ide briliannya. Bagai peribahasa, banyak jalan menuju Roma, seperti itulah dunia kepenulisan.

Ketika ide itu tidak bisa kita muncul dan eksplorasi dengan baik, jalan terbaik adalah mulai membaca. Ingat kembali dalam surat Al-Alaq 1-5 yang mana itu adalah ayat pertama yang diturunkan kepada Rasul, ketika itu Rasulullah diperintahkan untuk membaca, padahal beliau tidak bisa membacanya. Lalu apakah yang seharusnya dibaca? Alam sekitar. Ya itulah yang seharusnya dibaca dan dipahami. Keadaan sekitar yang pasti harus dipahami. Keburukan manusia dan kesesatannya, tidak akan pernah bisa hilang sebelum dirinya membaca keadaanya sendiri. Oleh karena itu, bacalah. Bacalah Alquran agar bisa mengerti keadaanmu. Dari mana asalmu dan ke manakah engkau kembali.

Itulah alasan terbesar untuk kita membaca. Selain memahami diri kita – bahwa kita justru merasa semakin bodoh ketika selesai membaca – juga untuk memperdalam kondisi keilmuan kita. Jadi, membacalah. Guna mendapatkan kesadaran jati diri dan juga mengurangi kekurangan kita.

Kiranya benar ada suatu teori yang mengatakan bahwa “Belajar tanpa berpikir tak ada gunanya. Berpikir tanpa belajar sangat berbahaya”. Soekarno (1901-1970), Presiden Pertama RI mengatakan, “Dengan membaca kita akan lebih banyak tahu. Dan dengan mengetahui hasil pemikiran kita tidak ada berbahaya, itulah keunggulan membaca.”

Jadi, bagi kita-kita yang masih awan dalam dunia kepenulisan, JANGANLAH MENYERAH! Mari bangkit dengan membaca... “Seorang pemenang adalah orang yang tidak mementingkan seberapa banyak dirinya terjatuh, melainkan seberapa bisa dirinya bangkit dari kejatuhan itu.”

Tetap semangat sobat-sobat FAM. Jangan pernah takut akan tantangan.  Menulislah dalam setiap keadaan dan jangan pernah merasa gagal. Karena gagal adalah jembatan kita untuk keberhasilan yang kita impikan.

Salam pena, salam literasi.

Bayu Rizky P (Dunar Rizky)

FAM897M

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...