![]() |
| HARGAI WAKTU |
Artikel ini berbicara mengenai waktu yang diibaratkan dengan sebuah anak panah yang melesat dari busurnya. Bagaimanapun, panah bukanlah ‘boomerang’ yang bisa kembali pada si pelempar ketika dilesatkan. Begitulah waktu, yang tidak akan pernah berhenti untuk berputar. Ia akan terus berjalan tanpa memedulikan apapun. Maka benar apa yang dikatakan Al Ghazali, jika hal yang terjauh di dunia ini adalah masa lalu.
Penulis mencoba mengajak pembaca untuk merenung tentang pentingnya waktu. Artikel ini akan lebih baik lagi jika diawali dengan sebuah cerita orang yang telah menyia-nyiakan waktunya dan akibat apa yang dia terima karena perbuatannya tersebut. Dengan begitu, renungan yang disajikan menjadi lebih hidup dan terasa.
Maksud penulis cukup bagus. Hanya saja, tulisan kurang mengalir. Hal ini membuat tulisan menjadi kurang menggugah. Dari segi EYD masih perlu perbaikan, terutama penulisan kata ‘di’ yang diikuti kata tempat. Penulisan yang benar adalah dipisah, bukan digabung. Contoh kesalahan yang muncul dalam tulisan seperti: ‘disana’ yang seharusnya ditulis ‘di sana’, disitu yang seharusnya ditulis ‘di situ’, ‘dizaman’ yang benar adalah ‘di zaman’.
FAM berharap penulis terus berlatih agar kualitas karya yang dihasilkan semakin membaik.
Semangat berkarya!
Salam santun, salam karya!
TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com
[BERIKUT ARTIKEL PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]
Time is Like an Arrow
Oleh Maulidin Akbar
IDFAM1028M Anggota FAM Banda Aceh
Busur panah, disini penulis mengibaratkan waktu bagaikan busur panah, mengapa penulis menjadikan busur panah sebagai ibarat?
Tentu jawaban ringan dari pertanyaan diatas adalah karena jika kita sudah melewatkan waktu berapa lama pun itu maka dia tak akan pernah akan kembali lagi, dan semua waktu yang sudah kita lewati hanya akan menjadi masa lalu yang bisa kita kenang, dia takkan pernah bisa kembali untuk kita.
Well,,itu mungkin hanyalah sebuah ungkapan,tapi pernahkah kita merenungi akan arti sebuah waktu?
Bisakah kita memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik baiknya?
Tanpa kita sadari, waktu adalah hal yang paling sering kita remehkan. Padahal saat ini waktu berjalan begitu cepat yang bahkan kita sendiri tanpa sadari telah terlewati begitu saja. Sedikit saja kita lengah maka kita seakan telah kehilangan sebuah moment yang tepat untuk berbuat.
Waktu jualah yang membedakan antara orang sukses dan orang yang gagal. Mengapa demikian? Karena Allah SWT telah menciptakan waktu yang sama untuk hambanya yaitu 24 jam sehari, dan perbedaan yang konkrit dari penjelasan diatas adalah yang membedakan antara orang sukses dan gagal adalah bagaimana mereka memanfaatkan waktu dalam keseharian mereka.
Waktu dizaman yang serba canggih saat ini juga menjadi suatu instrument yang sangat penting. Bahkan lebih penting dari uang sekalipun dikarenakan disetiap waktu yang ada disitu telah tersisip sebuah peluang, yaa..sebuah peluang yang apabila benar-benar dapat dimanfaatkan bahkan bisa mengubah dunia sekalipun. Busur panah yang telah melesat akan mencari sebuah sasaran dan saat itu lah kita bisa melihat apa yang telah kita perbuat dengan waktu yang kita miliki, apakah mengenai sasaran ataukah hanya akan terbuang sia-sia.
Saat ini tak jarang kita mendengar sebuah penyesalan atas setiap kesalahan yang kita lakukan, mengapa hal itu bisa terjadi? Mengapa seakan-akan kita tak pernah bisa memahami akan pentingnya waktu yang telah kita sia-siakan?
Disinilah kita diharapkan untuk kembali merenungi diri sebagai manusia yang cerdas, agar dapat memanfaatkan setiap waktu yang ada, mulai menjaga dan menghargai nilai waktu agar kita tak selalu dikejar-kejar oleh ketertinggalan dikarenakan kebiasaan kita dalam meremehkan waktu.
Share ke:

Comments
Post a Comment