Skip to main content

Ulasan Artikel “Time is Like an Arrow” Karya Maulidin Akbar (FAM Sigli)

HARGAI WAKTU
Kali ini FAM mengulas sebuah artikel yang berjudul “Time is Like an Arrow”. FAM senang ada tulisan bergenre nonfiksi yang masuk. Sebab, selama ini—meski tidak ada aturan—tulisan yang masuk didominasi cerpen dan puisi.

Artikel ini berbicara mengenai waktu yang diibaratkan dengan sebuah anak panah yang melesat dari busurnya. Bagaimanapun, panah bukanlah ‘boomerang’ yang bisa kembali pada si pelempar ketika dilesatkan. Begitulah waktu, yang tidak akan pernah berhenti untuk berputar. Ia akan terus berjalan tanpa memedulikan apapun. Maka benar apa yang dikatakan Al Ghazali, jika hal yang terjauh di dunia ini adalah masa lalu.

Penulis mencoba mengajak pembaca untuk merenung tentang pentingnya waktu. Artikel ini akan lebih baik lagi jika diawali dengan sebuah cerita orang yang telah menyia-nyiakan waktunya dan akibat apa yang dia terima karena perbuatannya tersebut. Dengan begitu, renungan yang disajikan menjadi lebih hidup dan terasa.

Maksud penulis cukup bagus. Hanya saja, tulisan kurang mengalir. Hal ini membuat tulisan menjadi kurang menggugah. Dari segi EYD masih perlu perbaikan, terutama penulisan kata ‘di’ yang diikuti kata tempat. Penulisan yang benar adalah dipisah, bukan digabung. Contoh kesalahan yang muncul dalam tulisan seperti: ‘disana’ yang seharusnya ditulis ‘di sana’, disitu yang seharusnya ditulis ‘di situ’, ‘dizaman’ yang benar adalah ‘di zaman’.

FAM berharap penulis terus berlatih agar kualitas karya yang dihasilkan semakin membaik.

Semangat berkarya!
Salam santun, salam karya!

TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[BERIKUT ARTIKEL PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

Time is Like an Arrow

Oleh Maulidin Akbar

IDFAM1028M Anggota FAM Banda Aceh

Busur panah, disini penulis mengibaratkan waktu bagaikan busur panah, mengapa penulis menjadikan busur panah sebagai ibarat?

Tentu jawaban ringan dari pertanyaan diatas adalah karena jika kita sudah melewatkan waktu berapa lama pun itu maka dia tak akan pernah akan kembali lagi, dan semua waktu yang sudah kita lewati hanya akan menjadi masa lalu yang bisa kita kenang, dia takkan pernah bisa kembali untuk kita.

Well,,itu mungkin hanyalah sebuah ungkapan,tapi pernahkah kita merenungi akan arti sebuah waktu?

Bisakah kita memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik baiknya?

Tanpa kita sadari, waktu adalah hal yang paling sering kita remehkan. Padahal saat ini waktu berjalan begitu cepat yang bahkan kita sendiri tanpa sadari telah terlewati begitu saja. Sedikit saja kita lengah maka kita seakan telah kehilangan sebuah moment yang tepat untuk berbuat.

Waktu jualah yang membedakan antara orang sukses dan orang yang gagal. Mengapa demikian? Karena Allah SWT telah menciptakan waktu yang sama untuk hambanya yaitu 24 jam sehari, dan perbedaan yang konkrit dari penjelasan diatas adalah yang membedakan antara orang sukses dan gagal adalah bagaimana mereka memanfaatkan waktu dalam keseharian mereka.

Waktu dizaman yang serba canggih saat ini juga menjadi suatu instrument yang sangat penting. Bahkan lebih penting dari uang sekalipun dikarenakan disetiap waktu yang ada disitu telah tersisip sebuah peluang, yaa..sebuah peluang yang apabila benar-benar dapat dimanfaatkan bahkan bisa mengubah dunia sekalipun. Busur panah yang telah melesat akan mencari sebuah sasaran dan saat itu lah kita bisa melihat apa yang telah kita perbuat dengan waktu yang kita miliki, apakah mengenai sasaran ataukah hanya akan terbuang sia-sia.

Saat ini tak jarang kita mendengar sebuah penyesalan atas setiap kesalahan yang kita lakukan, mengapa hal itu bisa terjadi? Mengapa seakan-akan kita tak pernah bisa memahami akan pentingnya waktu yang telah kita sia-siakan?

Disinilah kita diharapkan untuk kembali merenungi diri sebagai manusia yang cerdas, agar dapat memanfaatkan setiap waktu yang ada, mulai menjaga dan menghargai nilai waktu agar kita tak selalu dikejar-kejar oleh ketertinggalan dikarenakan kebiasaan kita dalam meremehkan waktu.

Share ke:

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...