Skip to main content

Alhamdulillah, Senang Sekali Cerpen Perdanaku Lolos Seleksi Antologi

Kepada: FAM Indonesia

Ba'da tahmid wa taslim, kukirimkan salam terindah untukmu

Assalamu'alaikum Wr.Wb,

FAM, saat memutuskan untuk menulis surat ini untukmu, aku sedang tersenyum-senyum sendiri. Mengingat saat pertama aku mengenalmu, kamu memang spesial. Tak heran jika mulai banyak yang antriin kamu, menulis surat cintanya untukmu, dan mengungkapkan hal indah tentangmu. Sedang aku, hanya bisa terdiam memendam rasaku padamu. Tapi kali ini kupaksakan diriku untuk menuliskannya untukmu.

Kau tahu FAM, ini adalah surat keempat yang pernah aku tulis dalam sejarah hidupku. Pertama, kutuliskan untuk Ayahku saat aku masih SD. Itupun ibuku yang mendiktekan kalimatnya, dan aku tinggal menuliskannya saja. Kedua, untuk sahabatku saat aku pertama masuk pesantren. Dan ketiga, saat aku mengikuti event lomba menulis surat yang kau adakan. Dan inilah surat keempatku yang juga kutulis untukmu.

FAM, menulis bukanlah hal mudah bagiku. Saat aku baca posting dari teman-teman FAM, aku hanya bisa tersenyum. Bukan apa-apa, aku hanya menertawakan diriku sendiri. Di komunitas ini banyak yang mengungkapkan kecintaan mereka pada dunia kepenulisan sudah ada sejak lama. Sejak SMP, bahkan ada juga yang sejak SD. Sedang aku...?

Ah... Aku jadi malu sendiri FAM. Tapi untunglah, kamu sangat pengertian dan baik hati. Saat pertama isi formulirmu, aku sempat bingung karena tak punya karya. Atau tepatnya aku belum punya karya dan masih mau mulai berkarya. Dan itu akan kumulai bersamamu. Terima kasih telah mau menerimaku, dengan segala kekuranganku.

FAM, ada satu kisah menarik yang aku alami saat pertama ikut event cerpenmu. Waktu itu kau umumkan untuk membukukan 25 cerpen terbaik yang lolos seleksi. Aku ingin ikut event itu, tapi rasa pesimis menghantuiku. Mana mungkin aku bisa lolos, sedang update peserta yang kau umumkan semakin menipiskan harapanku. Bangku kosong kian berkurang, kuota yang disediakan semakin menipis dan akhirnya habis. Hingga tanpa sengaja aku membaca posting dari seseorang. Ia menuliskan cerpennya pernah gagal 89 kali. Tapi ia tetap berusaha, dan akhirnya bisa berhasil. Disaat yang sama, kau buka kesempatan untuk antologi kedua. Dari situ kuputuskan untuk ikut event yang kau adakan. Dalam hatiku berkata, "Jika ia harus merasakan kegagalan sebanyak 89 kali untuk mencapai keberhasilan pertamanya, maka aku masih punya banyak kegagalan yang harus aku cicipi juga. Al-ajru biqadri ta'bi."

Dengan mengucap Bismillah, mulai kutuliskan cerpenku kata demi kata dan kukirimkan untukmu. Alhamdulillah, cerpen perdanaku lolos dalam antologi kedua. Kau tahu apa yang aku rasakan, sesuatu yang tak bisa aku ungkapkan melalui kata-kata. Aku sangat, sangat, sangat senang sekali FAM. Dari sini aku baru merasakan, bahwa ternyata menulis itu asyik dan menyenangkan.

Makasih FAM... Jazakumullah, Uhibuukum daiman abadan muyasaron... :)

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Andalusiana Cordoba
FAM Trenggalek

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...