Skip to main content

FAM, Kutunggu Kedatanganmu di Anjir Muara

Anjir Muara, 16 November 2012
Untuk FAM Indonesia
di sebelah timur laut Kota Kediri

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

FAM Indonesia, kulayangkan surat keduaku untukmu dengan harapan sudi kiranya kau membacanya. Kutulis kemarin sore di bawah lembayung senja, di atas jembatan Barito Kuala. Di sana, tempat favoritku menulis surat semasa kecil. Kembali kukenang masa-masa itu, sambil mengenang perjumpaanku denganmu, FAM.

Forum Aktif Menulis. Sebaris kata membentuk nama, nama yang kini bersinar di ujung kota Jawa Timur. Saat ini, saat kutulis isi hatiku lewat sebuah surat, aku pikirkan dirimu FAM. Aku pikirkan kembali jalan hidupku yang berliku-liku, sama halnya berlikunya perjuangan menjadi penulis bukanlah hal yang mudah untuk seorang wanita maju mundur sepertiku. Mungkin kau kaget dan bertanya-tanya dengan maksudku "Wanita maju-mundur" nampak seperti setrika yang tengah kebingungan. Hehehe, FAM aku terkekeh sendiri mengingat perjalanan hidupku mirip maju mundurnya setrika. Perjalanan hidupku diteruskan dengan perjumpaan kita beberapa bulan lalu, sehingga aku bergabung bersama FAM tak akan pernah kulupakan itu.

Dua sudut di tepian bola mataku pernah menitikan air mata, menunjukkan betapa rapuhnya aku sebagai wanita. Rahasia dalam sebingkai impian penulis pernah menjatuhkanku ke dalam lumpur derita. Harapan demi harapan berjatuhan saat keinginanku menjadi penulis sempat tak terwujud. Faktor ekonomi, keterbatasan sosial dan risalah hati yang pernah bersitegang dengan suamiku sempat menciutkan nyaliku untuk mengejar mimpiku. Cerita itu pernah kubagi padamu, bahkan langsung kau posting pada blog pribadimu. Kuharap kau tak pernah lupakan perjalanan hidupku, FAM. Sama seperti halnya aku, aku tak akan lupakan setiap nasehat-nasehat dan ilmu yang kau ajarkan bukan hanya dalam ranah tulis menulis, tapi juga cara menghargai waktu dan menjaga semangat untuk berkarya. Meski masih banyak kekurangan yang terdapat pada diriku, aku yang belum mampu mengimbangi penulis-penulis senior, namun aku bertekad untuk selalu belajar menjadi lebih baik dan berkembang seperti harapanmu.

Maafkan aku FAM, jika selama ini aku sering merepotkanmu, selalu ingin bergandeng di lenganmu, bahkan dalam ketidaksadaranmu aku terus bersembunyi di balik punggungmu, meminta naungan kasih sayangmu agar bersabar mengajariku selama menimba ilmu di rumah menulismu. Mengharapkan bimbinganmu karena cara menulisku masih sembrawut seperti benang kusut. Mengenalmu FAM, lalu tumbuh bersamamu adalah impian setiap jemari-jemari yang merindukan sentuhan bimbinganmu, dengan harapan agar penjadi penulis bukan hanya untuk pajangan di alam mimpi, tapi untuk beradaptasi di dunia nyata. Menyongsong hari esok membangun bangsa Indonesia dengan karya. Berdiri bersamamu adalah cerita indah yang kini terwujud dalam harapanku. Terima kasih FAM, kau sirami aku dengan do'a dan kasih sayang layaknya orangtua yang mendorong anaknya untuk maju. Jika nantinya kita berpisah, aku berharap jalan terakhir waktuku terukir pada perpisahan yang indah, di mana nafas terkahir adalah impian penutup usiaku yang hanya maut memisahkan aku dan kamu. Dan maafkan juga, jika aku berniat mengabadikanmu dalam catatan hidupku yang tak ingin kutinggalkan dirimu, apalagi kuhapus dalam ingatanku, FAM. Biarlah kuingat selalu perjuanganmu memajukan bangsa ini, dengan membuka wadah kepenulisan sejagat raya. Bagaimana mungkin aku melupakanmu, karena rasa terima kasihku mewakili hati teman-teman yang bangga dengan berdirinya FAM Indonesia. Kau buka jalan penulis untuk orang-orang tanpa membedakan seragam. Aku bangga padamu. Sungguh!!!

FAM, semoga suratku ini kau abadikan dalam sejarah kisah anak didikmu yang berdiri menunggumu di ujung Kota Banjarmasin, Anjir Muara. Di sini aku menunggumu, masih menunggu. Berharap kau hadir menyambangi kota kecilku. Aku menunggumu bersama adik-adik yang lain. Kami ingin mengenalmu dalam dunia nyata, bertatap bola mata dan berbagi cerita dalam kisah yang menyentuh jiwa.


Terima kasih sudah mengizinkan aku menulis surat untukmu ya FAM...

Salam santun,

Lina Saputri
IDFAM1034U, Banjarmasin

Share ke:

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...