Assalamualaikum
FAM.
Saya sudah
berulangkali mencoba mengirim karya ke koran lokal, tetapi sampai saat ini
belum ada yang diterbitkan. Saya mohon bantuan dari FAM untuk mengirimkan
contoh format tulisan yang baik untuk dikirimkan ke redaksi-redaksi koran,
karena menurut saya salah satu alasan tidak diterimanya tulisan saya ialah
karena karya yang saya kirim tidak sesuai dengan format pengiriman yang
ditetapkan oleh redaksi.
Terima kasih
sebelumnya, FAM. Semoga semakin jaya.
Ari Aditia Sukma
Pekanbaru
JAWABAN FAM
INDONESIA:
Waalaikumussalam Wr.
Wb.
Saudara Ari yang
baik.
Pertama, selamat kepada Anda yang telah giat mengirim tulisan ke media massa untuk
dipublikasikan. Seorang penulis, tugasnya menulis. Mau diterbitkan atau tidak,
itu urusan redaktur media massa, dan sejauh mana kegigihan kita menembus media
itu.
Kedua, Anda harus memerhatikan kembali format naskah yang dikirim ke redaksi
koran tersebut. Pelajari seperti apa format naskah yang diterima. Misal,
redaksi menerima panjang tulisan 3 halaman, maka Anda tidak boleh mengirim
naskah lebih dari 3 halaman. Ikuti aturan redaksi itu. Jangan lupa membubuhkan
nama penulis dan biodata penulis di lembar akhir tulisan. Karya Anda juga harus
baru dan sesuai momen. Maksudnya, kalau saat ini masih suasana Idul Adha,
kirimlah tulisan tentang hikmah berkurban. Jangan Anda kirim tulisan tentang
hikmah puasa, karena tidak tetap momennya.
Nah, kemudian Anda
harus rutin mengirim tulisan Anda itu, terus menerus. Seandainya satu judul tulisan
Anda ditolak, besok kirim judul yang lainnya. Terus begitu, hingga di suatu
hari nanti naskah Anda akan benar-benar diterbitkan.
Selamat berkarya.
Keaktifan Anda adalah kesuksesan Anda.
Salam santun,
salam karya!
FAM INDONESIA
www.famindonesia.com
Comments
Post a Comment