Skip to main content

“Aku Iri Melihat Teman-Teman Mahir Menulis Kata-Kata Indah”

Bumi Allah, minggu ketiga bulan Dzulhijjah

Yang terkasih

FAM Indonesia
di-
Tabir dakwah bil qalam

Dear, FAM.

Di sela goresan tinta ini kuselip sepucuk rindu berpupuk doa, semoga kau tak pernah lelah menyemai benih-benih dakwah bil qalam pada penulis umumnya dan FAMers pada khususnya. Amin.

Ribuan untaian kata seperti tersesat di ujung bibirku. Betapa tidak, awal perjumpaan kita pada 28 Agustus 2012 yang lalu menyimpan banyak kenangan berbuah rindu, namun rindu itu terpaksa kuredam sejenak demi mimpi di ujung titi semakin dekat. Kurajut langkah meski tertatih, bangkit kembali meski terjatuh, hingga pada akhirnya 22 Oktober 2012 lalu tonggak mimpi itu telah kuraih.

Maafkan aku FAM, karena baru sekarang bisa mengirim surat untukmu. Bukan lupa ataupun sengaja lupa, rindu untukmu tak pernah kuhapus dari hatiku. Bulir-bulir rindu itu takkan berpaling dan masih kusimpan rapi dalam diary dan lewat surat kecil ini semoga kau merasakan benih-benih rindu berbulir cinta itu. Ini untukmu FAM, hanya untukmu.

Aku harus berterima kasih pada Kakanda Denni Meilizon yang telah mempertemukan kita, meski tak bertatap muka. Di sela kesibukan rutinitas dan sejumlah tugas yang harus diselesaikan, beliau masih menyempatkan waktu untuk memperkenalkan indahnya goresan-goresan literasi yang kau persembahkan untukku, FAM, hingga kini aku pun telah punya pena sendiri dengan identitas IDFAM1017U, Padang.

Kuakui, betapa sulitnya menciptakan sebuah kata “Indah” di awal perjumpaan kita. Aku hanya termangu melihat “Indah” bertebaran dari goresan-goresan tinta sahabat kita dari seluruh penjuru Nusantara yang mereka persembahkan untukmu. Aku iri FAM, iri melihat mereka bersiteru mesra denganmu, karena aku juga ingin merasakan kemesraan itu. Namun dari "Indah" yang mereka goreskan itu, aku belajar dan Alhamdulillah aku mendapat motivasi odari Dik Achie Prasasti Zhieem. Adik bercita tinggi dan berdomisili di Hongkong itu berpesan padaku "Mungkin hari ini abang tidak tau apa itu makna "indah", namun teruslah menggoreskan penamu hingga suatu hari abang bisa menulis kata lain yaitu "Indah". Cukup lama aku memaknai kata-kata itu, hingga akhirnya aku faham dan akan terus mengemban amanah yang tersirat dari pesan itu.

Dear FAM.

Beberapa waktu lalu, aku sempat menulis beberapa puisi. Bahkan, semalam bisa kucipta 4 puisi, namun aku harus jeda sejenak karena ingin menyelesaikan studiku. Aku benci, karena belum bisa menulis waktu itu, namun alhamdulillah semua telah terselesaikan dengan baik, tinggal menunggu masa yudisium. Kini aku akan mulai menulis lagi, bertemu sapa dan bersalam karya dengan sahabat kita meski terasa sedikit kaku karena cukup lama istirahat dari ruang literasi.

Dear FAM.

Meski kita belum pernah bertatap muka, namun seuntai rencana telah kupersiapkan untuk pertemuan kita kelak. Semoga saja Pelabuhan Merak masih setia menanti kehadiran kapalku dari Sumatera lewat Bakauheni.

Kuharap, lewat goresan kecil ini bisa mengobati rindu hingga nanti kita bisa bertemu.

Pesanku, tetaplah menyemai benih-benih literasi lewat dakwah bil qalam, agar rinduku untuk berdiri di puncak everest tak pernah pupus.

Dari sahabatmu,

Tertanda

Zul Hasibuan
IDFAM 1017U, Padang

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...