Skip to main content

Belajar Menulis Lewat Diary

Pasuruan, 15 November 2012

Kepada
Sahabatku, FAM INDONESIA
Di lubuk hati para penulis muda

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam manis untuk sahabat termanisku FAM Indonesia. Alhamdulillah, senang rasanya bisa menulis surat setelah beberapa hari yang lalu ingin berkirim surat kepadamu FAM. Tapi tahulah, tugas-tugas sekolah mengalir deras tanpa henti apalagi sekarang aku sudah kelas XII. Di sela-sela kegiatan itu semua, aku sempatkan waktuku untuk bersamamu lewat surat ini.

FAM yang kusayang…

Aku memang tak seperti sahabat-sahabat lain yang dengan mudahnya menuangkan kata-kata yang indah untukmu. Aku hanyalah seorang remaja yang ingin mengukir sejarah-sejarah indah dengan tulisan yang bermakna dalam hidupku. Tak banyak prestasi yang kuperoleh dalam dunia tulis-menulis. Bahkan tak satu pun prestasi yang kini kugenggam. Namun aku yakin, suatu saat nanti apa yang aku dambakan sebagai seorang penulis yang inspiratif bisa tercapai, amin.

Aku senang bisa berjumpa denganmu walau itu hanya di dunia maya. Apalagi bersahabat denganmu, sungguh indah rasanya. Yang lebih indah itu, saat engkau memberikan tetesan-tetesan semangat kepada seseorang yang haus akan ilmu ini (ah, beruntungnya diriku ini). Tak mau lama-lama, aku hanya ingin bercerita kepadamu tentang ketertarikanku sebagai seorang penulis.

Kuingat dulu, saat aku pertama memegang buku dan bolpoin yang kujadikan tempat curhat. Aku mencoba merangkai kata-kata yang tak begitu indah namun bermakna bagiku. Kata-kata yang akan mengukir sejarah hidupku. Rangkaian huruf yang membuatku tersenyum saat aku mengingat peristiwa yang pernah kutuliskan dalam lembaran-lembaran buku itu. Yeah, buku harian yang selalu menemani malamku saat akan terlelap dalam mimpi indahku. Buku yang selalu kujaga dan kusimpan bersama buku-buku inspirasiku. Dengan harapan buku itu juga bisa menginspirasi banyak orang saat ku tuliskan cerita-cerita indah dari perjalanan hidupku itu.

Tahukah kamu FAM, terkadang aku tak puas hanya menuliskan kisah nyata dalam bukuku itu. Dulu saat masih SMP, aku mencoba untuk membuat cerita fiksi. Namun tak mudah bagiku menuliskannya. Jiwaku ini lebih senang curhat bersama buku diary dari pada menuliskan cerita fiksi dari kisahku. Hingga kuputuskan untuk terus menuliskan cerita-cerita diriku saja dibandingkan menulis fiksi.

FAM, ternyata aku salah. Setelah sekian tahun aku berhenti menulis fiksi. Saat SMA, baru rasa rindu ini berkecamuk dalam hati. Aku ingin belajar menulis fiksi. Tak jarang aku mencari-cari rumah yang cocok untuk menampung keinginanku ini. Nah, saat itulah aku menemukan sepucuk cinta yang mulai terajut dalam hati. Sebuah wadah yang kuimpikan kini ada di depan mata. Tanpa basa-basi kuputuskan untuk menjadi bagian dalam keluarga itu. Tapi, karena suatu hal aku harus menanti selama hampir satu bulan untuk bisa resmi menjadi sahabatmu FAM.

Rasa bangga dan bahagia tak dapat dilukiskan saat aku menerima ID yang kubaca di sekolah. Hingga teman-temanku merasa heran dengan tingkahku yang tak biasa hingga jingkrak-jingkrak di dalam kelas. Hahay, rasanya semua dalam mimpi. Salah satu impian yang pernah kutuliskan saat acara ESQ di sekolah, kini akan segera terwujud. Impian yang pernah ditertawakan teman-teman satu sekolah.

FAM yang selalu kurindu…

Aku selalu rindu akan percikan ilmu yang engkau berikan pada sahabat-sahabatmu ini. Bahkan aku selalu merindu saat aku kehabisan pulsa untuk mampir ke rumahmu. Aku juga tak bisa menahan kerinduan ini saat berhari-hari tak berjumpa denganmu karena banyaknya kewajiban yang harus segera aku tunaikan. Seperti itulah kerinduanku kepadamu FAM. Membaca postingan-postingan manfaat dari sahabat yang lain, semakin memotivasiku untuk bisa menggapai impianku. Terima kasih FAM atas tuntunanmu yang begitu bermakna untukmu. Atas kelembutan hatimu yang mau menerimaku sebagai sahabatmu. Atas tutur indahmu yang menumbuhkan semangat menulisku yang pernah lenyap. Terima kasih atas segalanya. Semoga engkau semakin berjaya dan menginspirasi banyak orang. Semoga apa yang telah engkau berikan mendapat berkah dari Allah. Amiiinnn

Salam santun, salam semangat
Sahabatmu
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Suffi Azizi
Anggota FAM Pasuruan, ID1054M

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...