Skip to main content

Bersua Berkah Bersama FAM Indonesia

Assalamualaikum Wr. Wb.

Hai FAM. Apa kabar, berkatmu aku temukan suatu kelebihan di dalam diriku. Bagaimana tidak, hari-hari yang kulewati sampai saat ini menurutku menyenangkan dengan sebagian waktuku yang aku luangkan untuk membantu orangtua berkebun. Memang menurut teman-temanku itu adalah kegiatan yang membosankan dan memalukan. Tapi aku tidak seperti mereka FAM…

Saat aku dengar bahwa ada Forum Aktif Menulis (FAM) aku mulai tertarik denganmu. Kenapa, karena di forum inilah aku pertama kalinya menuangkan inspirasiku ke dalam selembar kertas dengan tinta hitam yang aku kirimkan lewat karangan suratku ini.

Bolehkah saya mulai bercerita FAM? Aku adalah seorang yang gemar berolahraga, setiap hari aku jalani waktuku yang tak terlepas dari kegiatan yang menyangkut dengan olahraga. Salah satu olahraga yang aku gemari adalah bermain volley ball, karena menurutku permainan itu mengandalkan kecepatan, konsentrasi, dan daya tahan serta kerjasama antara satu tim.

Tapi sejak sekarang aku sudah jarang untuk bermain volley FAM, malah aku tidak pernah lagi melihat dan merasakan bagaimana senangnya bermain volley seperti dulu lagi. Kehidupanku berubah 180 derjat FAM. Bagaimana tidak FAM, aku sekarang harus lebih fokus dalam belajar dan menuntut ilmu karena sesungguhya anak yang berbakti kepada kedua orangtua adalah anak yang membahagiakan dan merawat mereka dengan penuh kasih dan sayang. Jadi hari-hariku sekarang ini lebih disibukkan dengan serentetan tugas-tugas, angka dan nomor yang sudah tidak asing lagi bagiku.

Tetapi seberapa kuatnya manusia? Sekuat-kuatnya manusia dia tidak akan mampu menjalani hidupnya dengan kegiatan seperti itu terus sepanjang hidupnya FAM, begitu juga dengan aku yang hidup di sebuah kosan kacil di pinggir dengan sebatang pohon di depan kamarku yang melambaikan dahan kecilnya yang bermaksud menghiburku dalam keadaanku yang saat ini, tanpa teman ngobrol, jauh dari keluarga, dan kepada sang khalik aku mengadukan semuanya. Mulai kutuangkan tetes tinta hitamku di secarik kertas dan menuliskan kalimat, “dengan kerja keras kubanggakan orangtua dan semua kurasakan kesendirian yang mendalam bagai kerang mutiara yang tenggelam jauh di bawah laut dan menyimpan sebuah hal yang sangat berharga bagi orang lain, karena inilah pengalaman pertamaku jauh dari orangtua dan teman bermain sewaktu aku kecil dulu.

Dan apakah aku akan terus berdiam diri dan memendam perasaan bahwa aku sangat ingin sekali bisa berkumpul dengan keluarga yang selalu ada untuk aku, dan apa yang harus aku lakukan FAM?

Akhirnya aku menemukan sebuah berkah dari kejadian itu semua, yaitu engkau FAM. Teman berbagi dan wadah untuk aku bisa mencurahkan semua perasaanku selama ini yang sudah tersimpan dan tanpa ada usikan dari orang lain. Kucoba mendalami akan berkah itu, dan siapa tahu atas itu semua kucoba karang kata-kata indah bagai wangi semerbak bunga yang melintas di sela-sela kalimat yang kuciptakan untukmu, karena tiada guna air yang bersih tanpa ada wadah yang menaungi air tersebut.

Kuharap kau akan selalu menjadi angin wangi semerbak FAM, untuk teman-teman lain diluar sana, dan kuharap engkau juga akan selalu menjadi wadah untuk berbagai tetesan air yang bersih yang membutuhkan agar air itu merasa bahwa sesungguhnya aku bermanfaat.

Rahmono/Pengejar Impian
Yogyakarta

Share ke:

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...