Skip to main content

Hampir Pesimis Berkarya, Tapi Kembali Percaya Diri Bahwa Aku Bisa Menulis

Klaten, 29 Oktober 2012

Salam termanis buat FAM.

FAM yang aku banggakan, dengan adanya wadah penulis yang seperti ini aku bisa belajar dan saya berterima kasih menjadi bagian dari anggota grup ini. Banyak anggota yang berbaik hati untuk memberikan informasi terutama dalam hal menulis.

Dari awal aku masuk grup ini, aku menjadi terpacu untuk menulis dan ingin mempelajari dunia sastra, dan yang paling penting mengukur kemampuanku sejauh mana aku bisa membuat tulisan seperti: cerpen, puisi, dll. Walaupun aku belum manjadi anggota resmi FAM yang mempunyai ID FAM, aku tetap optimis mungkin suatu hari nanti aku bisa menjadi anggota resmi FAM.

Sudah lama aku bergabung di grup ini. Sejak aku duduk di kelas 3 SMA dan hingga sekarang aku duduk di bangku kuliah sebagai mahasiswa IAIN Surakarta semester 1. Bakatku mulai muncul ketika aku duduk di bangku SD. Ketika temanku melihat tulisanku dan memuji tulisanku yang menurutnya sangat bagus. Hal itu memacu semangatku menulis sastra.

Waktu itu aku juga menjadi perwakilan dari SD ku mengikuti lomba puisi Jawa "geguritan" dan macapat. Sayangnya aku tidak menang. Hal itu tidak memupuskan impianku.

Aku mengenal tulis-menulis lebih mendalam saat SMA. Terutama dalam menulis puisi dan membaca puisi. Guru Bahasa Indonesia sampai memujiku ketika aku membacakan puisi di depan kelas. Akupun ditunjuk sebagai perwakilan kelas untuk mengikuti musikalisasi puisi dalam rangka HUT SMA, tapi juga gagal dan nyaris nomor 4, yang diambil hanya 1, 2, 3 saja dan itu tidak mengubur impianku. Kemudian aku juga mengikuti lomba cipta puisi dan baca puisi tingkat SMA dan gagal juga ternyata. Uang pendaftaran Rp15 ribu pun harus hangus bak dimakan bara api. Aku hampir pesimis dalam berkarya, namun aku buang semua rasa pesimis itu. Aku harus menerima kekalahan ini dengan lapang dada. Saat itulah aku bergabung di grup ini dan membuka impianku untuk menjadi penulis dan belajar mengenai dunia kepenulisan.

Ketika kuliah dalam hati kecilku aku ingin sekali menulis sebuah buku tapi ada hambatan yang menghadang. Yaitu, tidak adanya fasilitas seperti PC atau laptop sehingga aku harus menyimpannya di pesan Fb atau di folder Hp kadang aku ke warnet. Sedih rasanya tapi aku mengusap mata airku dan aku harus bisa.

Ketika aku kuliah aku semakin gemar sekali menulis dan membaca buku. Fasilitas masih belum punya tapi semangat tidak akan pernah hilang bahkan temanku ikut menyemangatiku. Dia rela meminjamkan laptopnya sebentar untuk diriku. Coba aku bisa mempunyai fasilitas yang memadai mungkin aku bisa menulis buku dan menerbitkannya di FAM Publishing. Tapi tidak apalah, yang penting aku bisa menulis sedikit demi sedikit.

Kemarin aku juga ikut lomba esai kritis tingkat nasional oleh BEM Unair, tapi menang tidaknya aku tidak tahu, belum ada kabarnya. Jika gagal aku menerimanya dengan tabah.

Salut sama FAM Indonesia yang mengumumkan pemenangnya secara detail. Sayangnya aku kemarin tidak mengikuti event lomba cipta cerpen dan cipta puisi tingkat nasional yang diadakan FAM karena sudah terlewat deadlinenya. Mungkin nanti aku besok bisa mengikuti eventnya lagi seperti lomba cipta cerpen nanti.

Aku sangat berterima kasih kepada Bunda Aliya Nurlela,berkat jasa beliau FAM tidak mungkin seperti ini, yang mempunyai anggota dari Sabang sampai Merauke bahkan luar negeri bercampur menjadi satu untuk memajukan kepenulisan di Indonesia.

Akhir kata, semoga FAM akan lebih baik di masa yang akan datang dan timbulnya generasi penerus bangsa yang bertalenta dalam menulis seperti cahaya lentera yang akan bersinar dan tidak akan pernah redup.

Terima kasih FAM Indonesia.

Sahabat penamu.

FREDI SETYONO
Klaten, Jawa Tengah

Share ke:

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...