Skip to main content

Berlatih Menulis, Biasakan Berkirim Surat


Ayah, Ibu, maafkan anakmu. Tahun ini saya belum bisa pulang ke desa. Ada pekerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan. Tetapi doaku selalu untuk Ayah dan Ibu, sepenuh cinta...

***

Sahabat FAM, saat ini, mungkin, tidak ditemukan lagi orang bersurat-suratan. Kalaupun ada, tentu disebut ‘orang langka’. Sebab, dunia sudah dimudahkan dengan teknologi. Lewat handphone, seseorang yang sedang berada di rantau, melintasi pulau dan laut, begitu mudah berkomunikasi. Bisa berbicara langsung, bisa pula berkirim pesan singkat via SMS.

Bagi penulis pemula, bila ingin melatih kemampuan menulis dengan pilihan-pilihan diksi indah, tak salah menghidupkan kembali kebiasaan menulis surat, terutama kepada kedua orangtua. Bagi Anda yang tidak mengalami masa bersurat-suratan, tentulah canggung bila menulis surat. Tetapi bagi yang pernah mengalami zaman itu, seolah bernostalgia kembali, dan Anda akan merasakan sesuatu yang tidak biasa bila Anda hanya berkirim pesan via SMS.

Ambillah selembar kertas surat dan pena, lalu mulailah menulis. Sebagai tahap awal, surat itu tujukan saja kepada kedua orangtua Anda. Buka dengan kalimat salam, tak salah bila menulis pujian kepada Allah SWT yang masih memberi kesehatan dan rezeki. Kemudian, sampaikanlah keadaan Anda di rantau, kabarkan yang indah-indah agar senang hati kedua orangtua Anda, walau mungkin saja Anda dalam keadaan susah. Ini bukan bermaksud berbohong, tetapi untuk menyenangkan hati orangtua bahwa anaknya di negeri orang dalam keadaan sehat, selamat, dan tegar menghadapi segala ujian dan cobaan yang datang menimpa.

Dalam isi surat itu pula, tanyakan kabar kedua orangtua, adik-kakak di rumah bila ada. Tanyakan pula bagaimana suasana desa, apa sudah kian pesat pembangunannya, dan sampaikan kelak Anda akan pulang ingin mengabdi di desa bila memungkinkan untuk itu. Di akhir surat, sampaikanlah harapan-harapan bahwa bila di kemudian hari Anda telah berhasil di negeri orang Anda ingin membahagiakan kedua orangtua, membuatkan mereka rumah, atau membawa mereka umrah/naik haji ke Tanah Suci.

Mungkin saja surat Anda terkesan ‘jadul’ (jaman dulu), tetapi ingat, Anda sedang berlatih menulis. Mungkin pula ketika menerima surat itu kedua orangtua Anda tertawa, tetapi FAM lebih yakin kalau kedua orangtua Anda akan menangis lantaran haru membaca surat Anda. Mungkin saja juga Anda kesulitan memulainya, tetapi nanti ketika sudah menjadi kebiasaan Anda akan terlatih dan ingin selalu berkirim surat kepada siapa saja.

Nah, kenapa tidak mencoba? Mulailah menulis. Semoga surat-surat itu menjadi sesuatu yang paling istimewa di dalam hidup Anda.

Salam santun, salam karya.
FAM INDONESIA
www.famindonesia.blogspot.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...