Skip to main content

Ulasan Cerpen “Cinta Siang dan Malam” Karya Fadhilla Amelia (Batusangkar)

Sahabat FAM, untuk cerpen Tim FAM mengulas sebuah cerpen pendek berjudul “Cinta Siang dan Malam” karya Fadhilla Amelia, anggota FAM Batusangkar.

Cerpen ini dari sisi bentuknya cukup unik, mungkin dapat dikatakan perpaduan antara cerpen, flash fiction, dan puisi naratif yang bersifat ekspresionis-naturalis-sufistik. Perpaduan diksi yang beragam seperti: “…neuronnya, menghipnotis, sakral, frontal, romantisme, kompleksitas kontradiktif, harmonisasi, dan stigma” turut memperkaya karya sastra ini.

Cerpen ini bercerita tentang dinamika siang dan malam yang bernuansa sehingga timbullah sejuta hikmah untuk umat manusia. Romansa yang ada pada keduanya inilah yang pantas direnungkan insan, betapa dunia ini begitu indah, dan Allah SWT tak pernah salah. Berjuta hikmah telah tersedia bagi pikiran dan jiwa yang telah terasah dan terolah dalam renungan surgawi.

Dari sisi judul, disarankan untuk menggunakan kata-kata yang menghipnotis pembaca, seperti: “Romantisme Siang dan Malam” atau “Romansa Siang Malam” atau “Harmoni Siang Malam”.

Yang terakhir namun tak kalah penting, sekadar saran: alangkah baik bila kalimat pertama dihilangkan saja, yaitu:

Aku bingung memulai narasi ini dari mana, dari kata memahami atau mungkin sekedar mencoba mengerti.

Koreksian FAM:

“sekedar”, seharusnya “sekadar”
“dibenak ku”, seharusnya “di benakku”
“stigma nya”, seharusnya “stigmanya”
“nyenyak nya”, seharusnya “nyenyaknya”
“dipantai”, seharusnya “di pantai”

Teruslah mengasah kemampuan dan terus berlatih.

Salam santun, salam karya.
FAM INDONESIA
www.famindonesia.blogspot.com

[BERIKUT NASKAH PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

Cinta Siang dan Malam
Oleh Fadhilla Amelia

IDFAM870M Anggota FAM Batusangkar

Aku bingung memulai narasi ini dari mana, dari kata memahami atau mungkin sekedar mencoba mengerti.

Angin malam menari-nari dibenak ku dan meliuk-liuk kan neuronnya lalu menghipnotis segenap jiwa untuk memahami sebuah peristiwa. Sebuah peristiwa sakral yang hakikatnya berada di tangan Tuhan, manusia seperti diriku tak lebih dari penonton pertunjukan akbar yang berkutat dalam stigma nya sendiri.

Siang dan malam, dua masa yang berbeda secara frontal. Tak mungkin kelam malam mampu menandingi terangnya siang, atau tak mungkin mentari hadir kala bulan menyenandungkan nada-nada syahdu menawan. Tapi taukah kita tentang malam yang mencintai siang atau siang yang selalu setia pada malam?

Kicau burung bersahut-sahutan, daun-daun menggeliat dari tidur nyenyak nya, oh ! inilah romantisme malam yang secara diam-diam menitipkan rindunya pada siang lewat cahaya fajar.

Sang awan berarak menuju peraduan, seraya deburan ombak dipantai menemani pujangga dalam orasi jiwa, sang mentari sedikit demi sedikit surut hingga kelam melambaikan tangan lewat angin nan dingin, oh ! inilah romantisme siang yang secara diam-diam menitipkan rindunya pada malam lewat temaram senja.

Kini aku mengerti, tentang malam dan siang yang saling menitipkan rindu pada fajar dan senja, tentang kompleksitas kontradiktif yang pada hakikatnya saling merajut cinta lewat tatapan rindu. Memang, siang dan malam tak’kan pernah saling bertemu, tapi akan tetap saling mengasihi, mengasihi dalam takdir illahi. Kini aku paham, seolah Tuhan meminta manusia agar banyak belajar, dari harmonisasi alam serta titah akan kehidupan.

[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...