Kesibukan
Sebagai PNS Tak Surutkan Minatnya Menulis
Nama
sahabat FAM Indonesia ini adalah Denni Meilizon. Ia lahir pada Jumat, tanggal 6
Mei tahun 1983. Anak dari pasangan Asril Nasution dan Deswati Lubis ini, lahir
di sebuah desa di kaki gunung Malintang yang bernama Silaping. Sebuah desa eksotis
berada tepat di sepanjang aliran sungai besar, Batang Batahan Kabupaten Pasaman
Barat Sumatera Barat.
Pendidikan
dasar diselesaikannya di Silaping. Sewaktu
melanjutkan ke jenjang sekolah menengah, ia mulai merantau meninggalkan kampung
halaman, bersekolah di SMA 1 Kubung Kabupaten Solok. Ia pernah kuliah di
Jurusan Komunikasi Fisipol USU Medan namun tidak terselesaikan.
Selama
berdomisili di Medan, ia banyak belajar dan memerhatikan kehidupan sosial,
budaya, dan ekonomi masyarakat yang heterogen, sehingga membentuk pola pikir
tersendiri baginya. Dari Tano Batak, kemudian ia hijrah ke Ranah Minang lalu menjamah
sisi lain potensi dirinya, bekerja sebagai abdi negara pada Pemerintah Provinsi
Sumatera Barat sejak tahun 2004 sampai sekarang. Saat ini dia sedang
menyelesaikan studinya di STIE KBP Padang.
Bakat
dan hobi menulisnya sudah kelihatan sejak dari SD. Ia banyak mendapat apresiasi
dari guru-gurunya khususnya ketika pelajaran Bahasa Indonesia dan Sejarah.
Kecintaannya pada buku juga sudah dipupuk sedari umur tujuh tahun, ketika sang papa
menghadiahinya buku-buku sebagai hadiah prestasinya yang gemilang dari kelas
satu sampai dengan kelas enam SD. Ia bahkan sering menghabiskan uang jajannya
hanya untuk membeli buku di Pasar Nagari Silaping.
Kecintaan
membaca itu pun berlanjut terus sampai sekarang, namun dengan menyisihkan
sebagian gajinya dan berlama-lama di Toko Buku Gramedia, Sari Anggrek Permindo
Padang atau Pasar Loak Pasar Raya Padang
sebagai tempat favoritnya berburu buku.
Denni
juga gemar membuat puisi-puisi sejak kecil, namun tidak dipublikasikan. Saat
SMA pernah mementaskan Dramatisasi Puisi dan langsung menyutradarainya sendiri.
Atas inisiatif sang istri (Jurnaini Lubis) pernah puisinya dimuat satu kali di Harian
Singgalang dan sebuah tabloid kota
Padang. Namun, karena kehilangan motivasi dan kesibukan pekerjaan sebagai PNS,
aktivitas mengirim puisi ke media massa terhenti.
Pemilik
moto hidup “Berjalanlah, nanti engkau akan mendapatkan jalan di tengah
perjalanan itu” sekarang berniat memompa semangat menulisnya melalui binaan
Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Cita-citanya adalah menulis novel. Denni
juga tetap aktif menulis puisi di dunia maya. Satu puisinya yang dikirim dalam Lomba
Cipta Cerpen dan Puisi Tingkat Nasional FAM Indonesia, berhasil lolos seleksi
dan dinobatkan sebagai puisi terbaik kedua. Ia berhak mendapatkan hadiah berupa
uang tunai Rp1.000.000, piagam penghargaan dan paket buku. Tidak hanya itu,
puisi tersebut akan dibukukan dalam buku antologi cerpen dan puisi para
pemenang lomba di FAM Indonesia. Buku antologi puisi tunggal pertamanya, akan
segera diterbitkan FAM Publishing. FAM telah menjembataninya untuk aktif
berkarya dan memiliki prestasi dalam bidang tulis menulis.
Ayah
dari Alya Aqeela Alhumaira ini bisa dihubungi melalui email: dennimailizon@ymail.com,
Facebook Denni M. Nasution, Twitter dennimeilizon, HP. 085760600640 dan http://www.dennimlzblog.wordpress.com.
Saat ini berdomisili di Perumahan Safa Marwa I Sungai Lareh Lubuk Minturun Kota
Padang Sumatera Barat.
[sumber:
www.famindonesia.blogspot.com]

Comments
Post a Comment