Sahabat FAM, hari ini Tim FAM Indonesia mengulas sebuah
puisi berjudul “Kekaguman” karya Ahmad Saadilah, anggota FAM Indonesia yang
berdomisili di Pekanbaru, Provinsi Riau.
Membaca sebuah karya puisi juga membaca alam ciptaan Sang Khalik.
Matahari, bulan, udara dan kisah suka dukanya seperti yang ditulis pada puisi
‘Kekaguman’ ini melukiskan apa adanya yang patut disyukuri ciptaan Sang Maha Pencipta.
Sebagai pembuka puisi ‘Kekaguman’ mari kita simak makna
kata-katanya yang benar-benar mengagumkan:
Terbitnya mentari
menghadirkan warna
Selembut embun pagi
dengan sejuknya
Merangkai kata seindah
mutiara
Yang tersimpan dalam
telaga
Dari baris kata-kata yang dipilihnya memberi makna yang
dalam. Baris ‘yang tersimpan dalam telaga’ memiliki konotasi arti dalam tentang
telaga, menyimpan mutiara sebuah benda yang dikagumi kaum hawa. Penafsiran
baris ‘yang tersimpan dalam telaga’ akan punya makna yang lain, bila dihubungkan
dengan kasus lumpur Lapindo di Sidoarjo Jawa Timur, ada sebuah telaga lumpur
yang sangat menghebohkan masyarakat di sekitarnya.
Mari kita masuk dalam baris-baris puisi ‘Kekaguman’ yang ditulis
penyairnya dengan untaian kata sbb:
Ketika hirupan udara
masuk kedalam dada
Ketika ingatan mengali
memori
Ketika hati terjatuh
olehnya
Ketika rindu menyesak
didada
Dan sebagai penutup puisi ‘Kekaguman’ ternyata hanya
bayangan belaka, bukan realita yang terjadi hanya sebuah pemikiran sang penyair:
Alangkah indah
membayangkannya
Seakan langit tak
beratap
Mencairkan hati yang
terluka
Merebahkan dalam
sandaran ketika menatapnya
Tipografi dan pemilihan huruf kecil yang dibuat penulis dalam
menulis puisi punya makna arti, perlu dipahami. Meski secara keseluruhan
membaca puisi ‘Kekaguman’ punya makna yang luas adanya. Proses kreatif yang
terus dijaga dalam menulis puisi.
Koreksi penulisan:
“Terbit nya”, seharusnya “Terbitnya”
“kedalam”, seharusnya “ke dalam”
“didada”, seharusnya “di dada”
“membayangkan nya”, seharusnya “membayangkannya”
“menatap nya”, seharusnya “menatapnya”
Teruslah berproses. Sebab proseslah yang akan menentukan
hasil.
Salam santun, salam karya.
FAM INDONESIA
www.famindonesia.blogspot.com
[BERIKUT PUISI
PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]
Kekaguman
Oleh Ahmad Saadilah
IDFAM974M, Anggota FAM
Pekanbaru
Terbit nya mentari menghadirkan warna
Selembut embun pagi dengan sejuknya
Merangkai kata seindah mutiara
Yang tersimpan dalam telaga
Ketika hirupan udara masuk kedalam dada
Ketika ingatan mengali memori
Ketika hati terjatuh olehnya
Ketika rindu menyesak didada
Alangkah indah membayangkan nya
Seakan langit tak beratap
Mencairkan hati yang terluka
Merebahkan dalam sandaran ketika menatap nya
[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]

Comments
Post a Comment