Penulis JK Rowling mengakui bahwa dirinya menjalani terapi,
untuk membantunya menghadapi kehidupan di bawah perhatian publik, menyusul
kesuksesan Harry Potter, buku karangannya.
Fenomena Harry Potter mengubah dirinya dari orang tua
tunggal menjadi salah seorang perempuan terkaya di dunia.
Saat ini, Rowling mengatakan bahwa dirinya berjuang untuk
tetap stabil dengan kesuksesannya, baik dari segi ketenaran maupun kekayaan.
Menjelang terbitnya The Casual Vacancy, yang daftar pesannya
telah mencapai jutaan, Rowling mengatakan dirinya sangat kehilangan arah,
karena luar biasa sukses.
Buku JK Rowling terjual lebih dari 450 juta eksemplar, sejak
terbit Harry Potter edisi pertama, 15 tahun lalu.
Penulis itu mengatakan, dia juga menjalani terapi, saat menulis
buku pertama, di mana situasi dan perasaannya sangat tertekan.
Dia tinggal di Edinburg, di ruangan studio, berbagi dipan
dengan anak perempuannya yang masih kecil. Ibu dan anak ini hidup dari bantuan
sosial.
"Kini, saya menjalaninya lagi setelah memilih menjalani
terapi, karena merasa kehidupan yang berubah tiba-tiba," kata Rowling.
"Saya menyukainya, dan itu membantu banyak."
"Dalam beberapa tahun saya merasa seperti dalam
treadmill psikologis, tetap berjaga di tempat saya berada. Semua berubah dengan
cepat. Sangat aneh. Saya tidak pernah dalam perhatian orang. Saya tidak tahu
seseorang yang akan bertanya lagi kepada saya, apa yang saya lakukan. Ini
sangat membingungkan."
Penulis ini menikah dengan suami keduanya, Neil Murray,
seorang dokter pada tahun 2001.
Pada saat dia belanja baju pengantin, dia bahkan salah
memilih karena terlalu sibuk menghindar dari perhatian penggemarnya.
Kekayaan Rowling ditaksir mencapai 560 juta poundsterling.
Dia telah memberikan lebih dari 100 juta pound untuk amal.
Rowling juga kesulitan dengan banjirnya permintaan bantuan
keuangan.
"Saya tidak menyangka akan menghadapi tekanan seperti
ini, rasanya seperti dibombardir permintaan," katanya.
"Saya merasa harus menyelesaikan masalah setiap orang.
Saya dihantam tsunami permintaan. Saya kewalahan."
The Casual Vacancy menjadi best seller, hanya sehari setelah
terbit.
Jumlah pemesan awal buku ini melebihi satu juta eksemplar,
dan memecahkan rekor untuk tahun ini di penerbitan Waterstones.
Toko buku buka lebih awal pada hari Kamis, untuk
mengakomodasi pelanggan.
Buku ini dibuka dengan kematian Barry, seorang anggota
paroki di Pagford, di desa West Country, yang bertetanggan dengan Fields,
sebuah kawasan yang terpencil.
Penduduk yang ambisius berharap akan mengisi kursi yang
ditinggalkan.
Kampanye dimulai, dan kandidat saling sikut. Sebuah pesan
rahasia muncul di website paroki, membeberkan rahasia penduduk desa.
Dalam buku sebelumnya Rowling dikenal sebagai penulis sihir
dan monster, dalam buku The Casual Vacancy ini, dia lebih menyajikan tema
dewasa.
Salah satu karakternya, Terri Weedon, adalah pelacur yang
kecanduan obat terlarang, berjuang keras untuk melepaskan kebiasaan buruknya
dan menjaga putranya, yang berusia tiga tahun, untuk tidak diambil petugas
sosial.
Rowling, 47 tahun, mengatakan bahwa novelnya ini menyentil
kelas menengah Inggris, dan mendapat inspirasi dari orang-orang terdekatnya.
Sumber: The Telegraph/Entin Supriati

Comments
Post a Comment