Banjarmasin punya novelis muda: Lina Saputri. Lewat novelnya
ini, Ia berbicara tentang keagungan cinta dan segala lika-liku kehidupan tokoh
yang diciptakannya. Imajinasinya sangat memikat.
~Muhammad Subhan, Ketum FAM Indonesia
Ketika cinta bersabda di atas nama Tuhan, tak ada yang dapat
memisahkan kecuali maut. Novel ini mengemas cinta sejati, tentang kokohnya
cinta yang dimiliki dua insan berlawanan jenis. Takdir memisahkan cinta mereka,
dan kembali dipersatukan setelah melewati masa yang lama. Novel yang diwarnai
tragedi ini disajikan penulis dengan bahasa yang menarik, apik dan sarat pesan
moral.
~Aliya Nurlela, Sekjen FAM Indonesia
SINOPSIS:
Novel ini mengisahkan tentang perjalanan cinta seorang
perempuan muslimah dari keluarga sederhana bernama Zahra dengan seorang anak
orang kaya bernama Irsyad. Tapi Zahra mencintai orang yang sama dengan
sahabatnya, Zaskia. Tapi cinta Zahra tak direstui kedua belah pihak keluarga.
Namun mereka berjuang keras untuk mendapatkan restu
tersebut. Sampai akhirnya, tak ada pilihan lain untuk mempertahankan cinta
selain menikah siri. Zahra pun hamil. Sebuah kenyataan pahit harus membentur
cinta mereka ketika dipisahkan secara paksa. Irsyad tak mengetahui kehamilan
Zahra, ia telah dikirim orangtuanya ke London untuk melanjutkan kuliah.
Sedangkan Zahra dinikahkan dengan seorang ulama muda bernama
Rasyid yang sama sekali tidak mengetahui kalau perempuan yang dinikahinya itu
seorang janda yang tengah hamil muda.
Sanggupkah Zahra membohongi kesucian cinta seorang ulama
yang teramat mengasihinya dengan jabang bayi yang telah tumbuh di rahimnya dari
hasil perkawinannya yang pertama?
[Info pemesanan dan penerbitan buku hubungi 0812 5982 1511,
atau kunjungi www.famindonesia.blogspot.com]

Comments
Post a Comment