Skip to main content

Ulasan Puisi “Aku” Karya Husnul Mawaddah (FAM Banda Aceh)

Hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan Tuhan, sering disebut hubungan horizontal dan vertikal, dan setiap manusia pasti punya masalah sesuai dengan kemampuannya masing-masing seperti dalam sajak ‘Aku’ yang diulas Tim FAM Indonesia kali ini.

Pada baris pembuka penulis puisi ini menulis kalimat yang sangat berlawanan:

Selama aku tidak menganggap masalah, masalah pun tak menganggap aku ada

Jadi, artinya masalah di sini hanya sebuah proses yang abstrak, sebuah simbol. Mari kita simak baris di bawah ini:

Biarkan aku terlihat mengeluh, karna hanya Tuhan yang tahu.
Sesungguhnya aku sedang bertasbih rasa syukur

Pada baris ini puisi ‘Aku’ mempertegas masalah, sesungguhnya aku sedang bertasbih rasa syukur. Biarkan aku terlihat mengeluh, mengeluh sebenarnya punya arti kekalahan, kesedihan, tapi justru di puisi ‘Aku’ dipertegas lagi, karena hanya Tuhan yang tahu. Dan jelas sekali Tuhan (dengan huruf T besar), artinya serius dan sungguh-sungguh dengan ucapannya.

Pengulangan dalam puisi ‘Aku’ sebagai tanda penegasan nampak jelas dan tegas. Seperti terlihat di bawah ini:

Biarkan aku terlihat pendiam dan menunduk, karna hanya Tuhan yang tahu.
Sesungguhnya aku sedang menghadapkan hatiku pada-Nya.

Menghadapkan hati pada-Nya dengan khusuk, dan diterima Tuhan yang tahu, sebuah kesungguhan dipertegas lagi.

Aku….
Bukan selamanya ternilai dari yang terlihat,
Tapi tak selamanya pula terdefinisi dari apa yang terbaca dan tertulis.
Aku….
Yaa hanya aku yang tahu dan mengerti.

Sebuah puisi relegius yang diberi judul ‘Aku’ memang benar-benar menunjukkan ke “Aku”annya yang tertutup dan rahasia penuh misteri, “ya hanya aku yang tahu dan mengerti”.

Sebuah doa dan sebuah kesakralan yang terjadi pada diri individual. Dan tepatnya puisi ‘Aku’ memang enak di baca untuk diri sendiri, artinya kalau dibacakan puisi ‘Aku’ di panggung kurang ada semangat. Kecuali puisi ‘Aku’ karya penyair angkatan 1945 Chairil Anwar yang penuh semangat dan bernyawa berkobar-kobar, hingga kini.

Koreksian EYD diantaranya:

Kata ‘karna” seharusnya “karena” (terdapat dua kali ‘karna’), dan kata “Yaa” sebaiknya “Ya”.

Teruslah menulis. Nikmati prosesnya dan lahirkan karya-karya yang semakin berkualitas.

Salam santun, salam karya.

TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.blogspot.com

[BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

Aku

Oleh Husnul Mawaddah

IDFAM840M Anggota FAM Banda Aceh

Selama aku tidak menganggap masalah, masalah pun tak menganggap aku ada
Biarkan aku terlihat mengeluh, karna hanya Tuhan yang tahu.
Sesungguhnya aku sedang bertasbih rasa syukur,
Biarkan aku terlihat pendiam dan menunduk, karna hanya Tuhan yang tahu.
Sesungguhnya aku sedang menghadapkan hatiku pada-Nya.
Aku….
Bukan selamanya ternilai dari yang terlihat,
Tapi tak selamanya pula terdefinisi dari apa yang terbaca dan tertulis.
Aku….
Yaa hanya aku yang tahu dan mengerti.


Ket: Gambar hanya sekadar ilustrasi yang diambil dari google.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...