Skip to main content

Ulasan Puisi “Kau” Karya Putri Wahyuni Respati (Surabaya)


Sahabat FAM, hari ini Tim FAM Indonesia mengulas sebuah puisi berjual “Kau” karya Putri Wahyuni Respati (Surabaya). Bila Penyair Chairil Anwar menulis puisi “Aku”, maka karya Putri ini puisi kebalikannya; “Kau”.

Puisi ini memiliki bahasa ucap yang khas dan itu terlihat dari kata-kata yang dilahirkan. Demikianlah, kematangan seorang penyair akan diuji setelah terus menerus melakukan proses karyanya.

Puisi “Kau” sebuah proses kelahiran puisi kasmaran yang masih bersifat individual. Ada rasa putus asa seperti kita simak pada bait berikut:

karna tanpamu,
tiada hari yang bisa ku lewati
karana tanpamu pula,
apalah arti hidupku ini

Membaca puisi “Kau” sebuah puisi yang sedang kasmaran dengan seseorang dibuat apa adanya penuh kejujuran dan kepolosan apa adanya. Sebuah keinginan yang kadang berlebihan, seperti ditulis pada bait ke-4:

kaulah alasan untuk aku hidup
kaulah hal yang terindah dan terbaik bagiku
sekarang dan selamanya

Pada bait itu tergambar sebuah komitmen tentang kehidupan, artinya sudah hidup dan percintaannya akan bisa menciptakan hidup lebih hidup, padahal kenyataannya dalam kehidupan percintaan bila telah disatukan ada perjuangan suka dukanya.

Koreksian FAM, ditemukan beberapa kesalahan ketik yang sangat mengganggu, seperti pada kata:

...menagis, seharusnya “menangis”
... di relung haiku, seharusnya “di relung hatiku”
karna, seharusnya “karena”
“ku lewati”, seharusnya “kulewati”
karana, seharusnya “karena”

Namun demikian, kehadiran puisi “Kau” ini adalah sebuah proses menuju pada karya cipta puisi yang berbobot dan berjiwa di kemudian hari. Semoga!

Salam santun, salam karya.
FAM INDONESIA

[BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

KAU
Oleh Putri Wahyu Respati

IDFAM805S  Anggota FAM Surabaya

kau tenangkanku disaat ku menagis
kau menopangku di saat ku terjatuh
kau di relung haiku di saat ku kesepian

aku ingin...
selalu mencintai dirimu dengan apa adanya
aku ingin...
selalu menjaga cinta itu sepenuh hatiku

karna tanpamu,
tiada hari yang bisa ku lewati
karana tanpamu pula,
apalah arti hidupku ini

kaulah alasan untuk aku hidup
kaulah hal yang terindah dan terbaik bagiku
sekarang dan selamanya

[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...