Skip to main content

[Profil Anggota FAM Indonesia] NoorSalim Hs (Sri Mursalim)

“Mahasiswa LIPIA yang Ingin Jadi Novelis Seperti Habiburrahman El-Shirazy”

NoorSalim Hs adalah nama pena dari Sri Mursalim. Ia mengantongi nomor ID-FAM125U, anggota FAM Sukoharjo. Lebih dikenal dekat melalui facebook dengan nama Abu Hassan AbdurRahman dan twitter: @SalimMoors dan bisa dihubungi melalui email: sr.mursalim@gmail.com.

Lahir pada bulan Juni 1987 di Sukoharjo, Jawa Tengah. Membaca adalah hobinya sejak kecil, terutama buku-buku agama Islam. Tapi ia mulai tertarik pada dunia tulis-menulis pada tahun 2011.

Waktu kecil kedua orangtuanya transmigrasi ke Kalimantan Barat. Ia tidak mengecap pendidikan TK (Taman Kanak-Kanak) karena ketika itu di sana belum didirikan. Sehingga bangku SD (Sekolah Dasar) menjadi tempat belajar pertama kali yang ia peroleh dari luar. Namun hanya sampai kelas 4 saja ia belajar di SD Negeri 26 Trans Sejadis yang terletak di Pulau Kalimantan itu karena kemudian ia harus pindah ke SD Negeri Pondok 03, Sukoharjo, dekat dengan tempat kelahirannya.

Selama dua tahun ia belajar di sana hingga kemudian lulus pada tahun 1999, lalu ia melanjutkan belajarnya di SLTP Negeri 1 Baki, Sukoharjo hingga lulus pada tahun 2002. Setelah mendaftar, ia pun diterima di SMK Negeri 2 (STM Negeri 1) Surakarta dengan mengambil jurusan teknik elektro (Teknik Audio Video). Setelah lulus pada tahun 2005, ia memutuskan untuk menimba ilmu agama Islam di Ma’had Abu Bakar As-Shiddiq, Surakarta.

Di kampus itulah ia sedikit-sedikit mengerti bahasa Arab. Setelah mendapatkan ijazah D2, ia bersama teman-temannya merantau ke Jakarta untuk mendalami bahasa Arab lebih dalam lagi. Dan akhirnya Allah pun mengabulkan doanya sehingga ia dan semua teman-temannya yang mendaftar bersamanya diterima di salah satu universitas yang merupakan salah satu cabang dari Universitas Jami’atul Imam Muhammad bin Su’ud, Saudi Arabia. Hingga sekarang ia masih resmi tercatat sebagai mahasiswa LIPIA Jakarta yang beralamat di Jl. Buncit Raya No. 5A Ragunan, Jakarta Selatan POBOX 3345 JAKARTA 10002.

Pada akhir tahun 2009, Noorsalim membaca novel “Ketika Cinta Bertasbih (KCB)” karya Ustad Habiburrahman El-Shiraziy yang dulu pernah mengajarnya mata kuliah Hadits selama satu semester saat dia kuliah di Ma’had Abu Bakar As-Shiddiq. Dari novel yang pertama kali ia baca itu akhirnya membuat ia mulai tertarik pada sastra Indonesia.

Pada tahun 2011, ia mulai menyukai menulis saat event-event menulis dan grup-grup kepenulisan bermunculan di facebook. Ia pun ikut dalam sebagian besar event-event menulis dan bergabung dalam grup-grup kepenulisan itu untuk belajar dan mengasah tulisannya. Salah satu grup kepenulisan yang ia ikuti adalah Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Alasan utamanya bergabung bersama FAM Indonesia adalah karena memiliki visi dan misinya yang sama dengan keyakinannya, yaitu berdakwah lewat tulisan (ad-da’watu bil qalam). Visi dan misi itu diketahuinya setelah ia membaca profil FAM Indonesia yang dikirim langsung oleh Sekjen FAM Indonesia kepadanya. Noorsalim pun resmi menjadi anggota FAM Indonesia, tidak lama setelah FAM Indonesia berdiri. Beberapa event telah digelar oleh FAM Indonesia, tapi ia mengaku belum bisa mengikuti semua event yang diadakan FAM. Baru satu event saja yang diikuti, yaitu  Lomba Cipta Cerpen dan Cipta Puisi tingkat Nasional 2012.

Setelah menunggu hampir empat bulan, kabar baik menghampirinya. Saat FAM Indonesia mengumumkan para nominator pemenang lomba tersebut pada tanggal 31 Agustus 2012. Cerpennya yang berjudul “Pedasnya Facebook” masuk menjadi salah satu nominator. Ia bersyukur tim juri FAM bersedia melirik naskahnya dan layak menjadi salah satu nominator. Kebahagiaannya bertambah, saat final pengumuman pemenang lomba, cerpennya terpilih sebagai salah satu cerpen pilihan yang berhak mendapatkan hadiah. Meskipun belum menjadi yang terbaik, ia sangat senang namanya bisa tercatat sebagai salah satu pemenang dalam lomba bergengsi tingkat nasional itu. Hal inilah yang mencuatkan rasa optimisnya untuk terus berkarya bersama FAM Indonesia dan mengikuti event-event berikutnya yang akan digelar FAM Indonesia.

NoorSalim sudah menerbitkan karyanya pada beberapa antologi, di antaranya: Curahan Hati untuk Tuhan (LeutikaPrio, Juli 2011), Serba-Serbi 14 Februari (Ae Publishing, Maret 2012), A Memorable Journey (Dar-Insyirah, April 2012), Presiden untuk Presidenku (SANY Publishing, April 2012), MONI: Motivasi Mini (27 Aksara, Mei 2012), Merindu Rasul Dalam Sajak (Penerbit Seruni, Juni 2012), Ayat-Ayat Ramadhan (AG Publishing, Juli 2012), dan Ketika Penulis Kebelet Nikah (segera terbit), dll.

Meski ia adalah orang biasa, cita-cita terbesarnya dalam dunia kepenulisan adalah menelurkan buku yang hingga akhir zaman tetap dibaca dan bermanfaat bagi seluruh dunia, minimal orang-orang Indonesia. Tentu saja itu sebuah cita-cita yang mulia.

[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...