Di antara sekian banyaknya komunitas yang berdiri di dunia maya ini ada sebagian yang memang diolah secara khusus oleh ahli sehingga menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi penulis pemula, salah satunya kehadiran Forum Aktif Menulis (FAM) wadah yang paling membina dengan setulus hati, yang betul-betul ingin belajar dan bisa menapakkan proses kepenyairannya secara profesional.
Puisi yang berkualitas menunjukkan ekspresi penyairnya. yang
benar-benar intens, serius, dan mampu mengaktualisasikan sikap, visi, dan
misinya dalam ekspresi selalu pekat, kental, luwes, dan dinamis. Semua itu
merupakan buah perenungan atau pemikiran reflektif penyairnya.
Tugas penyair adalah 'menaklukkan kata', karena materi utama
puisi itu kata/bahasa, karena puisi memakai bahasa figuratif seperti majas,
simbol, metafora, harus kita akrabi dengan baik, juga harus digali dan kuasai
atau taklukkan, sehingga saat mengekspresikan sesuatu lewat puisi yang muncul
tak lagi sekadar 'kata' dalam arti harfiah seperti kita bicara sehari-hari.
Puisi perjanjian karya penulis ini lahir dalam ekspresi
sangat menarik, berbobot, dan berjiwa. Sebuah pembuka puisi yang memiliki
misteri simbol metafora yang menarik dan judul umumnya “bidadariku” tapi ini “bidadaraku”,
semakin memberikan sebuah penafsiran multi tafsir. Kita simak kutipan berikut:
Janjiku untuk
Bidadaraku
Senja ini berbeda,
Ketika kau telah tiada
Rindu ini kian melanda
Lautan telah mengering
Bulan dan matahari
telah bersanding
Rasa ini semakin
genting
Di tepi pantai
ombak-ombak berbisik ”Dia akan datang”
Di puncak gunung
tertinggi angin meyakinkan ”Dia akan datang”
Di malam kelam bintang-bintang
memastikan ” Dia akan datang”
Ya, aku menantinya
Ya, aku menunggunya
Ya, aku akan setia
Ini janjiku,
Janji seorang hawa
kepada sang adam
Janji Siti Hajar
kepada Ibrahim
Ini janjiku,
Saat dua hati menjadi
satu
Saat tak ada lagi kata
kamu dan aku
Setelah kita baca secara lengkap puisi ini 'Janjiku untuk
Bidadaraku' sangat bagus dan memberikan pesan kehidupan yang turun-temurun
hubungan hati dan jiwa harus saling berpadu, antara pria dan wanita. Padahal
dalam kenyataan hidup persimpangan jalan selalu ada, maka puisi ini memberikan
proses pembelajaran yang baik dalam kehidupan dan sangat memberikan inspirasi
bagi semua umat manusia di bumi ini.
Dari teknik penulisan puisi ini sudah cukup baik dan terus
melakukan eksplorasi tema agar manfaatnya semakin meluas.
Salam santun, salam karya.
FAM INDONESIA
www.famindonesia.blogspot.com
[BERIKUT PUISI
PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]
Janjiku untuk
Bidadaraku
Oleh Putri Anggraeni
IDFAM 838M, anggota
FAM Gresik
Senja ini berbeda,
Ketika kau telah tiada
Rindu ini kian melanda
Lautan telah mengering
Bulan dan matahari telah bersanding
Rasa ini semakin genting
Di tepi pantai ombak-ombak berbisik “Dia akan datang”
Di puncak gunung tertinggi angin meyakinkan “Dia akan
datang”
Di malam kelam bintang-bintang memastikan “Dia akan datang”
Ya, aku menantinya
Ya, aku menunggunya
Ya, aku akan setia
Ini janjiku,
Janji seorang Hawa kepada sang Adam
Janji Siti Hajar kepada Ibrahim
Ini janjiku,
Saat dua hati menjadi satu
Saat tak ada lagi kata kamu dan aku
[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
Keterangan:
Gambar sekadar
ilustrasi yang diambil dari Google.com

Comments
Post a Comment