Skip to main content

Ulasan Puisi “Janjiku untuk Bidadaraku” Karya Putri Anggraeni (Gresik)


Di antara sekian banyaknya komunitas yang berdiri di dunia maya ini ada sebagian yang memang diolah secara khusus oleh ahli sehingga menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi penulis pemula, salah satunya kehadiran Forum Aktif Menulis (FAM) wadah yang paling membina dengan setulus hati, yang betul-betul ingin belajar dan bisa menapakkan proses kepenyairannya secara profesional.

Puisi yang berkualitas menunjukkan ekspresi penyairnya. yang benar-benar intens, serius, dan mampu mengaktualisasikan sikap, visi, dan misinya dalam ekspresi selalu pekat, kental, luwes, dan dinamis. Semua itu merupakan buah perenungan atau pemikiran reflektif penyairnya.

Tugas penyair adalah 'menaklukkan kata', karena materi utama puisi itu kata/bahasa, karena puisi memakai bahasa figuratif seperti majas, simbol, metafora, harus kita akrabi dengan baik, juga harus digali dan kuasai atau taklukkan, sehingga saat mengekspresikan sesuatu lewat puisi yang muncul tak lagi sekadar 'kata' dalam arti harfiah seperti kita bicara sehari-hari.

Puisi perjanjian karya penulis ini lahir dalam ekspresi sangat menarik, berbobot, dan berjiwa. Sebuah pembuka puisi yang memiliki misteri simbol metafora yang menarik dan judul umumnya “bidadariku” tapi ini “bidadaraku”, semakin memberikan sebuah penafsiran multi tafsir. Kita simak kutipan berikut:

Janjiku untuk Bidadaraku
Senja ini berbeda,
Ketika kau telah tiada
Rindu ini kian melanda

Lautan telah mengering
Bulan dan matahari telah bersanding
Rasa ini semakin genting

Di tepi pantai ombak-ombak berbisik ”Dia akan datang”
Di puncak gunung tertinggi angin meyakinkan ”Dia akan datang”
Di malam kelam bintang-bintang memastikan ” Dia akan datang”

Ya, aku menantinya
Ya, aku menunggunya
Ya, aku akan setia

Ini janjiku,
Janji seorang hawa kepada sang adam
Janji Siti Hajar kepada Ibrahim

Ini janjiku,
Saat dua hati menjadi satu
Saat tak ada lagi kata kamu dan aku

Setelah kita baca secara lengkap puisi ini 'Janjiku untuk Bidadaraku' sangat bagus dan memberikan pesan kehidupan yang turun-temurun hubungan hati dan jiwa harus saling berpadu, antara pria dan wanita. Padahal dalam kenyataan hidup persimpangan jalan selalu ada, maka puisi ini memberikan proses pembelajaran yang baik dalam kehidupan dan sangat memberikan inspirasi bagi semua umat manusia di bumi ini.

Dari teknik penulisan puisi ini sudah cukup baik dan terus melakukan eksplorasi tema agar manfaatnya semakin meluas.

Salam santun, salam karya.
FAM INDONESIA
www.famindonesia.blogspot.com

[BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

Janjiku untuk Bidadaraku
Oleh Putri Anggraeni

IDFAM 838M, anggota FAM Gresik

Senja ini berbeda,
Ketika kau telah tiada
Rindu ini kian melanda

Lautan telah mengering
Bulan dan matahari telah bersanding
Rasa ini semakin genting

Di tepi pantai ombak-ombak berbisik “Dia akan datang”
Di puncak gunung tertinggi angin meyakinkan “Dia akan datang”
Di malam kelam bintang-bintang memastikan “Dia akan datang”

Ya, aku menantinya
Ya, aku menunggunya
Ya, aku akan setia

Ini janjiku,
Janji seorang Hawa kepada sang Adam
Janji Siti Hajar kepada Ibrahim

Ini janjiku,
Saat dua hati menjadi satu
Saat tak ada lagi kata kamu dan aku


Keterangan:
Gambar sekadar ilustrasi yang diambil dari Google.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...