Hari ini admin FAM Indonesia menerima sebuah pesan di inbox
yang ditujukan untuk Sekjen FAM, Bunda Aliya Nurlela dari seorang muslimah
(anggota grup FORUM AISHITERU MENULIS). Ia mengijinkan pesannya di posting di
grup FAM tanpa disertakan nama. Ia sangat berharap ada solusi atas masalahnya.
Inilah pesannya itu:
Assalamualaikum. Mbak
Aliya yang saya hormati dan kagumi. Semoga Mbak dalam naungan kasih sayang
Allah. Aamiin…
Di tengah hiruk pikuk Kota
Malang, saya hadir (berharap tak mengganggu). Saya selalu tertegun dan kagum
dengan status-status Mbak, kata-kata bijak yang luar biasa. Saya yakin
perjalanan hidup Mbak sangat panjang dan berliku. Saya berharap Mbak berkenan
sedikit membagi kisah Mbak itu lewat pertanyaanku (kalau Mbak berkenan saya berharap
Mbak menjawabnya).
Mbak, saya tipe orang
yang nggak bisa bertahan lama mengerjakan sesuatu kebaikan (istiqomah). Saya punya
banyak rencana yang akan saya lakukan dan tujukan. Oke, pas awal saya rajin
banget laksanain rencanaku itu. Tapi belum lama saya akan down dan sedikit demi
sedikit rencana itu mulai kutinggalkan hingga tujuan yang dicapai pun tak
pernah kesampaian. Padahal banyak mimpi yang ingin saya raih. Mohon solusinya, Mbak.
Wassalam
Ukhti X
BERIKUT SOLUSI SAHABAT
FAM INDONESIA MENANGGAPI SURAT UKHTI X INI:
Dalam kondisi down,
keberadaan orang-orang yang saya percayai sangatlah saya butuhkan, dengan arti
orang yang punya ide yang sama dengan saya dalam hal masalah yang sedang dialami,
tentunya dengan diawali pendekatan diri pada si Penenang Hati. Secara muamalah,
mempertahankan istiqamah itu berasal dari diri sendiri, orang lain hanyalah
sebagai pendukung. Demikian sedikit dari saya, semoga berkenan. ~Zul Hasibuan, FAM 1017U, Padang
Saudara/Saudari X yang menulis surat di atas. Saya ingin
ikut berbagi, semoga bermanfaat:
Sesungguhnya, iman seseorang adakalanya naik, ada pula
turun. Apalagi semangat, kadang menggelora, kadang pula terpuruk kehilangan
asa. Itulah hidup. Kita butuh penyemangat, kita butuh sang motivator. Tak ada
manusia yang dapat hidup sendirian. Mereka butuh teman, butuh sahabat tempat
mencurahkan isi hati ketika himpitan beban hidup semakin tak tertahankan.
Berbahagialah mereka yang mempunyai banyak saudara, baik saudara sedarah maupun
saudara seakidah. Kapan saja mereka dapat berbagi, berharap mendapat solusi.
Punya banyak rencana? Alhamdulillah, bersyukurlah kepada
Allah. Sang Maha Pengasih itu menunjukkan jalan ide yang luar biasa banyaknya.
Ada manusia yang tidak jelas rencana hidupnya, tidak tahu apa yang hendak
dikerjakannya. Sementara X, sudah diberi kemudahan dengan didatangkan banyak
rencana-rencana itu. Catatlah semua rencana itu dengan baik, bubuhkan di
catatan itu, target yang hendak dicapai dari rencana itu. Berkomitmenlah.
Anggap itu sebagai janji, amanah, walau untuk diri sendiri. Dengan komitmen
itu, seberat apapun halangan akan tetap berusaha mewujudkannya.
Lumrah, manusia juga namanya, ketika di awal-awal
mengerjakan sesuatu, semangatnya luar biasa. Seringkali, di tengah perjalanan,
semangat itu tiba-tiba luntur bahkan hancur. Tak terasa saja kita telah
menyesalinya. Padahal, kesempatan hanya datang satu kali. Kenapa ini bisa
terjadi? Menurut saya, karena arah rencana itu tidak jelas, apa yang hendak
dicapai, ikhlas tidakkah dalam mengerjakannya. Bila ini terjadi, apapun yang
dilakukan tidak akan pernah selesai-selesai.
Sejujurnya, seperti telah diulang-ulang sebelumnya dalam
banyak postingan, FAM Indonesia berangkat dari ide biasa dengan cita-cita luar
biasa. Awalnya, hanya digerakkan oleh dua orang saja yang kemudian merangkul
banyak orang. Tentu, di awal-awal perjalanan FAM, ada keraguan, mampukah roda
organisasi ini dijalankan atau akan kandas sebelum sampai di tujuan. Ternyata
alhamdulillah, banyak sekali kemudahan-kemudahan diberikan jalan oleh Allah
SWT. Mulanya, banyak orang meragukan FAM Indonesia, mempertanyakannya, bahkan
memperolok-olokkannya. Tapi komitmen itu sudah terpatri erat, tidak lagi
luntur. Apapun yang terjadi akan dihadapi. Bismillah, hari ini, FAM telah mampu
berdiri di kaki sendiri: tanpa investor, tanpa dukungan dana dari pemerintah,
tanpa merogoh kantong pendirinya. Alhamdulillah, dengan minus modal, FAM sudah
punya kantor sendiri (walau masih berstatus kontrakan), sudah punya penerbitan,
sudah punya karyawan. Itu diperoleh FAM dalam usia relatif muda, beberapa bulan
saja menjelang miladnya yang pertama.
Sayang sekali, jika rencana-rencana (yang mungkin saja luar
biasa) itu ditinggalkan satu persatu oleh saudara/saudari X. Padahal, bila
semua terwujud, mungkin saja akan memberikan dampak luar biasa, bukan saja bagi
si pemilik rencana tetapi juga bagi banyak orang di sekitarnya. Setidaknya
seperti yang dilakukan FAM hari ini, fokus membina penulis-penulis pemula dan
membagikan semangat ‘aishiteru menulis’ kepada mereka. Ya, FAM bergerak hanya
bermodal semangat. Dengan semangat itu FAM mendapatkan uang, dengan uang itu
FAM membeli semangat-semangat baru untuk dibagikan kembali kepada
generasi-generasi baru. Seterusnya begitu.
“Padahal banyak mimpi yang ingin aku raih…” Hmm, bila telah
berani bermimpi kenapa takut mewujudkannya di alam nyata? Bangunlah dari tidur
itu karena mimpi akan terus datang di hari-hari berikutnya. Andrea Hirata
berkata, “Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”. Ayo,
bersemangatlah! ~Muhammad Subhan,
Ketum FAM Indonesia
Setiap orang pasti juga pernah rasakan hal tersebut. Setiap
orang yang teguh pasti akan perjuangkan cita-citanya sampai di akhir hidupnya. Dia
tak pernah takut karena jiwanya sudah terkunci untuk tujuan itu.
Sebenarnya Anda kurang asupan oksigen dalam jiwa Anda, dan
faktanya O2 dapat ditemukan dalam jiwa Anda. Dengan SEMANGAT saya pastikan Anda
bisa meraih tujuan Anda. Cobalah untuk mencari dan merangkul jiwa-jiwa yang
selalu memberi Anda support dan yang
pasti sejalan dengan tujuan Anda. Dengan begitu asupan O2 Anda akan selalu
terisi penuh, FULL, dan Anda dapatkan tujuan yang ada di langit jauh nan tinggi
sana! ~Haryanii Syakieb
Jalan tak pernah lurus, sayang. Apakah jika pergi ke suatu tempat,
kamu menyerah pada satu atau dua tikungan saja? No! Semakin jauh tujuanmu,
semakin banyak tikungan yang ditemui. Hadapilah, taklukkanlah! Seperti kata Pak
Ketum FAM, bersyukur punya mimpi dan wujudkan. Banyak orang tak berani bermimpi
dan memprihatinkan. Catatlah mimpimu di dinding kamar, suatu saat dia hanya
berupa catatan usang yang telah kau capai. Semangat! ~Rahimah Ib
Kuncinya cuma satu, jangan pernah puas atas amalan kebaikan yang
kau dapatkan hari ini. ~Zie-zie Ziadatul
Ulum
Untuk saudaraku X, dalam hidup ini kita dihadapkan pada
banyak pilihan, banyak masalah tapi tidak lepas pula dengan banyak solusi. Ingatlah…
Allah tetap membuka pintu-Nya bagi siapa saja yang datang kepada-Nya, kapan pun
itu. Jadikan hanya Allah tempat curhat kita, jangan berhenti untuk bermimpi dan
wujudkan mimpimu itu. Dream... pray... and action… awalilah langkah kita dengan
Allah dulu... Allah lagi... Allah terus. Semoga menjadi orang yang sukses dan
tetap istiqomah dalam kebaikan. Melly
Waty
Menurutku, lingkungan pergaulan itu sangat menentukan, baik
di dunia maya atau nyata. Jika ingin istiqomah maka bergaullah dengan orang-orang
yang setujuan, misal ingin istiqomah dalam agama maka carilah teman-teman yang agamanya
baik, atau ingin jadi penulis maka bergaullah dengan sesama penulis yg lebih
profesional, gitu lho. ~Ratna Dewi
Barrie
Alhamdulilah ukhti X, beberapa sahabat FAM sudah
menyumbangkan masukan. Semoga bermanfaat. Saya mau menjawab, tapi penjelasan
sudah terwakili Pak Ketum, Bang Muhammad Subhan. Saya idem beliau. Kita semua
sedang belajar. Jatuh bangun, naik turun semangat itu manusiawi. Yang penting,
selalu ada keinginan untuk memperbaiki diri setiap saat. Kuatkan niat dan
berkomitmenlah. Setiap semangat melemah, ingat kembali niat kita. Niat adalah
start dalam melakukan tindakan. Oleh karena itu buatlah niat yang bagus, hebat
dan tinggi. Agar mendorong kita untuk selalu semangat mewujudkannya. Terima
kasih Ukhti, atas kiriman pesannya. Salam silaturrahim. ~Aliya Nurlela, Sekjen FAM Indonesia
[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]

Comments
Post a Comment