![]() |
| SISWA SMP NEGERI 2 PADANG PANJANG |
Padang Panjang
(Koran-Cyber.com) – Sebanyak 70 siswa kelas 1, 2, dan 3 SMP Negeri 2 Padang
Panjang, Sumatera Barat, Sabtu (8/9), mengikuti Pelatihan Menulis Kreatif di
sekolah itu. Nara sumber berasal dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI)
Padang Panjang dan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.
Kegiatan ini
diprakarsai PPWI dan FAM Indonesia bekerjasama dengan SMP Negeri 2 Padang
Panjang yang merupakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Seluruh siswa
sangat antusias mengikuti pelatihan itu.
Nara sumber dari
PPWI Padang Panjang menghadirkan D.D. Datuk Sati (wartawan Harian Haluan) dan Musriadi Musanif, S.Th.I (wartawan
Harian Singgalang) yang keduanya
merupakan pengurus PPWI Padang Panjang. Sementara dari FAM Indonesia
menghadirkan Muhammad Subhan, Ketum FAM Indonesia.
Dalam
pemaparannya Ketum FAM Indonesia Muhammad Subhan menyebutkan, syarat menjadi
seorang penulis harus ABG. Yang dimaksud ABG adalah Aktif, Baca, dan Gaul.
“Seorang penulis
harus aktif menulis kapan saja. Adalah mimpi bila ingin jadi penulis tetapi
tidak pernah menulis,” ujar Muhammad Subhan yang mengaku sedang merampungkan sebuah
novel remaja berjudul “Cinta Regu Badak”.
Selanjutnya, kata
Muhammad Subhan, seorang penulis harus rajin baca buku dan membaca apa saja,
termasuk koran, majalah, berita-berita di internet dan lainnya. Dengan membaca
seorang penulis memiliki banyak perbendaharaan kata.
“Terakhir harus gaul,
tidak kuper. Artinya, hadiri
pertemuan-pertemuan seni, diskusi-diskusi buku, pameran, pementasan teater,
lomba baca puisi, dan lainnya. Dari pergaulan itu, penulis dapat berkomunikasi
dengan penulis-penulis lainnya, juga ikut berbagi ilmu dan pengalaman,”
katanya.
Sementara nara
sumber dari PPWI Padang Panjang D.D Datuk Sati dan Musriadi Musanif membahas
dasar-dasar jurnalistik khususnya cara wartawan menulis berita dan bagaimana
mendapatkan berita. Dari materi itu diharapkan peserta akan mampu menulis
liputan khususnya kegiatan-kegiatan di sekolah untuk di muat di majalah dinding
(mading).
“Ini agenda
pelatihan perdana, minggu dan dan minggu-minggu berikutnya akan kita lanjutkan
kembali di sekolah ini dan sekolah-sekolah lainnya,” tambah D.D. Datuk Sati.

Comments
Post a Comment