![]() |
| YUDHA HARI WARDHANA |
"Sejak Mahasiswa Sudah Suka Menulis”
Namanya Yudha Hari Wardhana. Ia anggota Forum Aktif Menulis
(FAM) Indonesia dari Surabaya dengan nomor anggota FAM948U. Anak ketiga
pasangan Mulyanto MZ (ayah) dan Tuti Adiningrum (ibu). Lahir di Surabaya
tanggal 15 Februari 1982. Ia tinggal bersama kedua orangtua dan seorang adik di
Surabaya, di Perumahan YKP Rungkut Lor RL IIIA Nomor 4.
Secara formal, ijazah terakhirnya adalah SMA. Yudha pernah
kuliah di Fakultas Hukum Universitas Airlangga, tetapi tidak sampai selesai. Ia
banting setir ke dunia pendidikan dan aktif berkarir sebagai pengajar di
Lembaga Bimbingan Belajar Primagama Suramadu. Lalu, sejak tahun 2011 ia
mengambil kuliah Jurusan Pendidikan Matematika di Universitas Terbuka.
Yudha mulai tertarik menulis sejak menjadi mahasiswa.
Beberapa artikelnya pernah dimuat di Harian Sore Surabaya Post dan juga Jawa
Pos, antara lain: Partisipasi Rakyat
Pasca Kontrak Sosial, Terorisme Sekadar Amunisi Politik, Jangan Khianati Rakyat
NAD, Mengawasi Trisula Pemberantas Korupsi.
Sekarang ia mencoba pengalaman baru dengan menulis cerpen
dan juga puisi, lalu bergabung dengan FAM Indonesia sebagai wadah kepenulisan
nasional, yang baru 6 bulan berdiri. Wadah kepenulisan Nasional ini mampu
memikat hatinya, melalui misinya dakwah
bil qalam. Sejak bergabung, ia aktif mengikuti berbagai event menulis yang
diadakan FAM Indonesia. Ia bersyukur dalam event proyek penerbitan buku
antologi cerpen, salah satu cerpennya lolos seleksi. Cerpen yang lolos seleksi
tersebut berjudul “Pesan Cinta dari Korban Penggusuran.” Pada bulan September
ini, buku antologi cerpen tersebut akan segera terbit.
Demikian pula, salah satu naskah cerpennya yang diikutsertakan
dalam Lomba Cipta Cerpen dan Puisi Tingkat Nasional 2012 FAM Indonesia,
terpilih sebagai salah satu pemenang cerpen pilihan. Cerpen yang berjudul
“Peradilan Sakaratul Maut” tersebut, akan diterbitkan pihak FAM Indonesia,
dalam buku antologi cerpen dan puisi para pemenang lomba. Itu artinya, dua buah
buku antologinya akan segera terbit. Melalui FAM Indonesia, harapannya untuk
menjadi seorang penulis yang bisa menerbitkan buku akan segera terwujud.
“Saya berharap tulisan saya bisa menjadi cahaya yang
mencerahkan, menjadi air yang menyegarkan jiwa yang kerontang dan dapat menjadi
oksigen yang melegakan,” ujarnya puitis. Bagi kawan-kawan yang ingin mengenal
Yudha, silakan add facebook-nya dengan nama “Yudha Prima (Elang Buana)”.
[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]

Comments
Post a Comment