Skip to main content

Ulasan Puisi “Masalah = Pelajaran” Karya Qurrota A’yunizzahrooi (FAM Ponorogo)

Mana judulnya? Apakah "Masalah=pelajaran" ini yang dimaksud penulis untuk judulnya? Kenapa tertulis menyamping dari isi puisi ini? Seakan itu sebuah catatan yang merupakan keterangan kata dalamnya.

Puisi adalah sebuah proses "kelahiran cikal bayi" dari seorang penulis. Wajar kita harus memberi nama juga penanda waktu kapan waktu lahirnya.

Jadi seorang penulis puisi sebaiknya memberi titi mangsa di akhir sebuah puisi. Contoh di akhir puisi dalam spasi yang terpisah mencantumkan Pare, September 2012 atau bentuk penanda waktu lainnya yang mengingatkan kapan proses puisi ini terlahir.
Tim FAM suka dengan semangat dan pesan moral yang disampaikan penulis menyikapi masalah dalam hidup. Tidak terlalu menganggap satu yang memberatkan, dipikirkan, hingga melarut dalam siuasi yang justru membuat semakin sulit.

Ya, benar yang namanya kehidupan kita tidak akan pernah lepas dari berbagai masalah yang datang dan pergi. Sangat setuju bila penulis menyatakan itu sebagi pendewasaan diri. Karena kita bisa belajar dari sebuah masalah yang ada, mendapatkan hikmah dari sebuah kejadian, dan menjadi cermin untuk langkah selanjutnya.

Rasa syukur patut kita panjatkan kepada Allah atas semua takdir yang kita dapati. Atas Maha Kasih yang diberikan-Nya kepada alam, tak ada yang merupakan satu yang memberatkan apalagi satu keburukan. Sebuah misteri dan hikmah kebaikan selalu muncul di akhir masalah yang kita hadapi.

Puisi ini cukup sangat kita mengerti, karena dirangkai dengan kata-kata yang juga mudah kita mengerti.

Pengulangan kata yang muncul cukup membuat puisi ini menjadi menarik, tinggal lebih mengembangkannya dengan berbagi gaya bahasa dan sedikit memainkan imajinasi.

Beberapa koreksi dan pertanyaan mungkin timbul di sini. Kenapa penulis selalu menulis setiap awal kata dengan huruf kapital? Apakah sebuah bentuk otoritas penulis atau sebuah bentuk penyimpangan dalam menulis puisi?

Kenapa kita tidak menulis sesuai dengan EYD yang telah baku dan ditetapkan. Yakin penulis sebenarnya tahu bagaimana pemakaian huruf kapital dalam sebuah tulisan.

Jadi disarankan biasakanlah menulis sesuai aturan kebahasaan yang telah ditentukan.

Juga sebuah ending yang perlu dipertanyakan dalam akhir puisi ini. "WELCOME ERRORS", apakah perlu kita menyambut kedatangan sebuah kesalahan?

Perlu sedikit pengontrolan emosi dan menyampaikan sebuah pernyataan kepada khalayak ramai. Kata punya makna, kata juga bisa menjadi penilai bagi pemiliknya.

Secara umum semangat penulis sangat positif untuk menyampikan perasannya ke dalam kata-kata. Yakin semangat yang baik, pengontrolan emosi yang stabil, memegang teguh akan sebuah nilai kebenaran, akan membuat penulis semakin mapan memainkan mata pena dan hatinya.

Selamat menulis, tetap ditunggu ungkapan semangat lainnya.

Salam santun, salam karya.
TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.blogspot.com

[BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

Masalah=pelajaran
Oleh Qurrota A’yunizzahrooi

IDFAM924M Anggota FAM Ponorogo

Masalah. Masalah. Masalah,-…
Satu Hal Yang Tidak Mungkin Terlepas Dalam Hidup Ini,
Mengeluh,,,Sudah Pasti,
Tapi, Alangkah Bijaksananya,
Jika Kita Mau Belajar Menerima dan Mensyukurinya,
Masalah Adalah Proses Pendewasaan Diri,
Masalah Adalah Pembelajaran dalam Hidup,

Karena Masalah,- Hidup Kita Akan Maju,
Karena Masalah,- Kita Belajar Tentang Sebuah Ketegaran,,,

“WELCOME ERRORS”…..

[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...