Oleh Rahimah Ib*)
Pagi yang sibuk, udara sedikit mendung, langit kelam dan
awan suram menggantung berat seakan tak kuat untuk bertahan. Seperti biasa,
monitor komputerku di kantor dari pukul 7 pagi sudah siaga. Membuka file-file tugas,
melengketkan notepaper di komputer,
sekadar mengingat target kerja yg harus diselesaikan (maklum, usia semakin
tua). Satu lagi hal wajib adalah, membuka facebook
sambil memantau forum tercinta; FAM Indonesia. Banyak cerita setiap hari,
terkadang wall chat dipenuhi canda,
ada Maulidin Akbar yang rajin menyapa dengan kocaknya, Admin FAM yang ramah,
membuat hari semakin semangat saja.
Hari yang sibuk, terkadang chating sahabat lama dijawab karena layar berganti-ganti antara
internet dan tugas (naaah... ketauan, nyambi!). Ada kekagetan hari ini, Pak
Ketum FAM Indonesia menyapa dengan hangat "How are Medan City?" Aku
juga semangat menjawabnya, "Great..." (seperti menjawab pertanyaan Presiden
Obama, he-he-he). Tapi dialog tidak lama, mungkin Pak Ketum juga sibuk. Tiba-tiba
aku terkejut senang dengan munculnya teman lama di wall chatku, seorang sahabat baik waktu kuliah, sama-sama 'ROBIN'
(Rombongan Binjai).
"Assalamu'alaikum, Mah..." sapanya ramah. Aku
masih bisa merasakan senyumnya yang ramah mengembang, ah… rindunya. Muncul lagi
tulisan "Selamat ya? Cerpen Imah terpilih, Maaf... soalnya baru buka Fb,"
ah... dari dulu dia memang 'my secret admirer' (hi-hi-hi... narsis, sorry ya
plen?). Kutekan tuts keyboard huruf
demi huruf, "Makasih... alhamdulillah,
jangan lupa beli bukunya, ya?” Kutambahkan lambang senyum berwarna kuning,
senang. Tak lama, dia juga membalas, "Iya, Mah. Insya Allah." Setelah
muncul tulisan itu, muncul lagi tulisan yang panjang, "Anak Juli juga ada
tulisannya di situ, padahal dia baru pertama kali nulis." Ha? oh my God! Kupencet tuts demi tuts tak sabar.
"Siapa? Kok Imah enggak tau?" Tak sabar kutunggu jawaban, kemudian
muncul tulisan "Adly Zuliansyah Putra, Mah. Juli sampai terharu dan mau
nangis, akhirnya dia bisa melanjutkan cita-cita Juli…"
Subhanallah.... betapa sempitnya dunia, betapa berkuasa
Allah Sang Khalik penguasa jagad raya, Allahu Akbar. Ternyata, Adly Zuliansyah
Putra salah seorang penulis di buku antologi kedua cinta bernilai dakwah
"Inilah Jalan Dakwahku" adalah anak sahabatku, Zuliyarni Juli.
Sahabat baik yang tahu sepak terjangku di kampus, tahu tulisan-tulisanku, tahu
aku pernah menjadi penyiar radio, tahu segala tentang aku, tahu juga
kegilaanku, ah…!!!
Kami lama terpisah, namun bersatu kembali di dunia maya.
Ingat chating pertama dulu, "Imah,
masih menulis?”. Aku menjawab mantap, "Insya Allah masih, kemarin sempat
juga vakum."
Dia membalas, "Juli kepengen nulis, sudah ada tulisan
tapi nanti lihat dulu ya?” Diam-diam ternyata sahabatku ini juga menulis. Aku
tersenyum mengingat kenangan kami dulu, aku menjawab mantap, "Gabung aja
di FAM, nanti banyak teman penulis yang bisa bantu koreksi…” Setelah itu, semua
mengalir saja, dialog antara dua sahabat yang merindu. Sampai akhirnya, berita
ini kuterima pagi tadi (aku menulis dari pagi, baru selesai siang karena
memanfaatkan waktu yang tidak bisa kompromi), bahwa aku satu buku dengan
keponakanku "Adly Zuliansyah Putra."
Ayo Ananda, teruslah menulis, melanjutkan cita-cita Bundamu
dulu, yang menjadi secret admirer-ku
:). Salam semangat!
*) Penulis adalah
anggota FAM Medan, Sumatera Utara

Comments
Post a Comment