Skip to main content

Ilma Nurfalah, Menulis Ratusan Puisi yang Dibukukan Sendiri

Ilma Nurfalah lahir di Padang Panjang, tanggal 1 Maret 1999. Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Alfalah, 40tahun dan Hj. Asniar, 34 tahun ini, sejak TK sudah mengumpulkan banyak prestasi hingga kini. Bagi teman-teman seusianya, nama Ilma pun cukup dikenal di Kota Serambi Mekah Padangpanjang.

Baru-baru ini, Ilma menjadi salah seorang delegasi Sumatera Barat dalam Lomba Cipta Puisi yang membawanya sampai ke Istana Negara di Bogor. Pengalaman cukup berharga itu bermula ketika Ilma memenangkan Lomba Cipta Puisi tingkat Sumatera Barat di Payakumbuh sebagai Juara I. Meski belum berhasil meraih juara di tingkat Nasional itu, namun bagi Ilma pengalaman pertama tersebut memberikan motivasi baginya untuk terus berkarya.

“Ternyata dengan menulis kita bisa ke mana-mana nantinya, ya?” ujar Ilma lugu ketika berbincang-bincang di kediamannya Jalan DR A Rivai, Guguk Malintang, Kecamatan Padang Panjang Timur.

Dia menyebutkan, selama di Bogor itu, Ilma bertemu dengan banyak teman-teman seusianya yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Pengetahuannya pun semakin kaya dengan melihat adat istiadat, warna kulit dan ragam bahasa teman-temannya itu. Dan yang pasti, Ilma berhadapan dengan para juara menulis puisi dari berbagai daerah di Indonesia.

“Grogi juga sih berhadapan dengan mereka, tapi saya berusaha untuk tetap tampil baik ketika lomba,” ujarnya.

Darah seni di tubuh Ilma tak heran mengalir lantaran sang ayah, Alfalah adalah Dosen Kerawitan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Padangpanjang yang mahir musik tradisi-modern. Memainkan berbagai alat musik jangan ditanya lagi. Sementara sang ibu, Hj. Asniar seorang bidan di sebuah Puskesmas di Padangpanjang.

Kedua orangtuanya inilah yang senantiasa memotivasi Ilma untuk terus berprestasi dalam berbagai kegiatan lomba, baik ketika Ilma masih TK hingga sekarang ia duduk di bangku kelas 1 MTsN 1 Padangpanjang.

“Umi (ibu) selalu memotivasi Ilma untuk optimis mengikuti lomba, begitu juga Abi (ayah),” ujarnya.

Maka tak heran, di rumahnya Ilma memiliki koleksi berbagai piagam penghargaan dan trophy yang ia dapatkan setelah memenangkan lomba-lomba yang pernah ia ikuti. Hingga sekarang, sejumlah prestasi yang telah ia torehkan mengharumkan nama baik Kota Padangpanjang, diantaranya: Juara I Lomba Fashion Show antar SD se Kota Padangpanjang, Juara I Lomba Lagu Minang se Kota Padangpanjang, Juara I Bintang Kasidah se Kota Padangpanjang, Juara I Lomba Baca Quran Murattal Putri se Kota Padangpanjang, Juara I Lomba Nasyid se Kota Padangpanjang, Juara II Lomba Bercerita antar SD se Kota Padangpanjang, Juara I Lomba Cipta Puisi se Sumatera Barat di Payakumbuh, Juara I Lomba Talempong Pacik se Kota Padangpanjang, dan beberapa lomba lainnya.

Meski Ilma punya cita-cita menjadi dokter, namun ia ingin menjadi dokter yang suka menulis. Cocok sekali kiranya karena ayahnya seorang dosen seni dan ibunya bidan kandungan.

Di sekolah, prestasi Ilma terbilang baik. Ia selalu mendapat peringkat 5 besar. Ia juga sangat hobi membaca buku apa saja. Tiada hari bagi Ilma untuk membaca dan menekuni pelajaran-pelajaran sekolahnya.

Kakak dari Siti Wangi (6 tahun) dan Naila Ratu (4,5 tahun) ini, saat ini sudah menulis puluhan puisi yang ia bukukan sendiri. Ingin pula ia puisi-puisinya itu diterbitkan oleh penerbit besar sehingga bisa dibaca banyak orang. Dan ia telah memperlihatkan puisi-puisinya itu kepada Penyair Taufiq Ismail yang punya Rumah Puisi di Nagari Aie Angek, Kecamatan X Koto Tanah Datar sekitar 6 km dari Padangpanjang.

Oke deh Ilma, selamat ya. Suatu saat nanti dengan semua prestasimu itu kamu akan menjadi seorang penulis yang dikenal. Teruslah menulis dan mengikuti lomba-lomba. Harumkan lagi nama baik kota Padangpanjang.

MUHAMMAD SUBHAN

Keterangan Foto: Ilma Nurfalah (kiri) dan sang Umi (Ibu)

[www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...