Skip to main content

Profil Anggota FAM Indonesia: Gita Wuri Widayanti (Kediri)

"Karyawan Magang di Kantor Pusat FAM Indonesia”

Nama lengkapnya Gita Wuri Widayanti. Lahir di Kediri, tanggal 23 April 1993 dari pasangan suami istri bernama Bambang Sri Wibowo dan  Mujiati. Ia menempuh pendidikan sekolah dasar hingga SMA di daerah tempat tinggalnya. Sejak remaja suka menulis cerpen atau puisi, meskipun tidak pernah dipublikasikan. Hanya untuk konsumsi pribadi saja, katanya.

Selepas SMA, Gita melanjutkan kuliah D-1 di IPMI Artha Persada Kediri. Ia lulus dengan predikat sangat memuaskan, yaitu IPK 3,47. Beberapa kursus pernah ia ikuti untuk menambah wawasan dan keterampilannya.

Seorang teman mengabarkan bahwa ada sebuah forum menulis yang membuka penerimaan karyawan magang. Tanpa berpikir panjang, Gita segera memasukkan lamaran disertai beberapa sertifikat dari lembaga kursus yang ia ikuti. Dua hari kemudian, ia mendapat panggilan wawancara di kantor FAM Indonesia yang berpusat di Pare Kediri dan resmi diterima sebagai salah seorang karyawan magang pada tanggal 4 Oktober 2012.

Niat awalnya melamar di kantor FAM adalah murni bekerja. Namun, setelah masuk bekerja di kantor tersebut, Gita menjadi tertarik untuk bergabung pula menjadi anggota FAM Indonesia. Apalagi di kantor FAM dibuka kelas menulis yang dibimbing langsung oleh Sekjen FAM Aliya Nurlela. Ia merasa ada tempat yang tepat untuk menyalurkan minat menulisnya.

Ia ingat pesan Mbak Aliya, “Di sini kita semua belajar. Belajar menulis, kedisiplinan, tanggung jawab, saling menghargai, termasuk belajar menerapkan konsep hidup sederhana.” Menurut Mbak Aliya pula bahwa FAM Indonesia dibangun tanpa modal. Dari tidak ada menjadi ada. Oleh karena itulah semua karyawan yang “belajar” di kantor FAM harus menerapkan konsep hidup sederhana. Salah satu contohnya, belajar memanfaatkan apa yang ada di sekitar (tidak mudah membeli sesuatu meskipun mampu). Kertas-kertas tak terpakai pun tidak langsung dibuang ke tempat sampah, ada tempat khusus untuk menyimpannya. Katanya, suatu saat akan berguna.

Gita juga senang, karena mendapat motivasi langsung dari Ketum FAM Indonesia Muhammad Subhan agar betah “belajar” di kantor FAM dan selalu semangat dalam mengerjakan tugas-tugas. Bersama Yori Tanaka (Asisten Sekjen FAM Indonesia), Gita merasa memiliki keluarga baru dan wadah belajar yang tepat. Ia pun bertekad untuk terus aktif belajar di FAM Indonesia.

[www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...