Skip to main content

Profil Anggota FAM Indonesia: Irzen Hawer (Padangpanjang)

"Guru yang Menulis, Tiga Tahun Terbitkan Lima Novel”

Irzen Hawer lahir di Padangpanjang, Sumatera Barat. Setelah tamat SMA jurusan IPA, ia kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, FPBS IKIP Padang. Kini menjadi guru SMA Negeri 1 Batipuh, Kabupaten Tanah Datar.

Semasa kuliah ia aktif di Sanggar Prakarsa FPBS IKIP Padang. Aktif menulis cerpen. Salah satu cerpennya ”Lenggang” memenangkan Juara 1 Lomba Penulisan Cerpen se-Sumatera Barat tahun 2010 yang diadakan Rumah Puisi Taufiq Ismail—cerpen ini telah terbit dalam Antologi Cerpenis Sumatera Barat dengan judul Potongan Tangan di Kursi Tuhan (2011).

Cinta di Kota Serambi (CDKS) adalah novel pertamanya yang terbit tahun 2010, Novel kedua Prosa Cinta di Kota Serambi (PCDKS) terbit Juli 2011, Novel ketiga Gerhana di Kota Serambi (GDKS) terbit November 2011. Sedangkan novel keempatnya Gadis Berbudi dan sebuah novel religi segara terbit. Novel-novelnya ditulis tentang perjalanan batinnya yang penuh filosofi cinta, lucu, kocak, kadang tak biasa.

Kalau ada guru yang suka membagikan semangat menulis, maka dialah orangnya. Dimulai dari kota kelahirannya Padangpanjang, novel-novelnya lahir dan menjadi perbincangan banyak orang. Coba saja bayangkan, dalam waktu tiga tahun (2009-2011) beliau telah merampungkan lima judul novel dengan ketebalan antara 250-300an halaman. Berarti dalam setahun dua novel ditulisnya. Ini luar biasa!

Pelajaran berharga yang diberikan pengarang yang sukses dengan novelnya Cinta di Kota Serambi (2010) ini adalah bahwa mengarang itu benar-benar gampang. Dalam mengarang cerita, Irzen Hawer berangkat dari pengalaman masa kecil, khususnya di masa-masa sekolah seperti yang terlihat di dalam “Cinta di Kota Serambi”. Pengalaman masa kecil itulah yang didramatisir sedemikian rupa sehingga benar-benar menarik dibaca.

“Memang, cara gampang mengarang adalah dengan mengambil sumber ide cerita terdekat dari diri si pengarang, itulah pengalaman empirik atau juga pengalaman orang lain yang dilihat si pengarang,” ujarnya.

Motivasi menulis novel diawali “Pak Guru” ini ketika di akhir tahun 2008 silam ia mendapat kesempatan mengikuti pelatihan Membaca, Menulis, dan Apresiasi Sastra (MMAS) di Rumah Puisi Taufiq Ismail. Saat itu ia bertemu Ahmad Tohari, pengarang “Ronggeng Dukuh Paruk”. Dari diskusi-diskusi singkat dengan Ahmad Tohari, Irzen Hawer tertarik pula menulis novel. Siapa sangka, pada tahun 2009 terjadi revolusi pada dirinya, ia mampu merampungkan novel “Cinta di Kota Serambi” yang terbit di awal tahun 2010—diterbitkan Kuflet Publishing, Padangpanjang. Berkat novel itu dalam sekejap namanya melejit, ia pun dikenal banyak orang, dan tentu saja prestasinya itu membanggakan bagi SMA Negeri 1 Batipuh tempat ia membagi ilmu kepada murid-muridnya, juga khususnya kepada Padangpanjang kota kelahirannya.

Setelah novelnya terbit, satu persatu penulis-penulis lainnya bermunculan di Kota Padangpanjang, salah seorangnya Muhammad Subhan yang menerbitkan novel Rinai Kabut Singgalang (Rahima Jogja, 2011). Warga Padangpanjang lainnya secara tidak terduga diam-diam menulis novel pula. Namanya Berlian Persada, adik kandung Irzen Hawr. Novelnya berjudul “Lafaz Cinta dari Surga” diturunkan secara bersambung disalah satu media lokal di Sumatera Barat. Novel Berlian ini dalam waktu dekat juga akan diterbitkan. Dan tak hanya Berlian Persada, seorang siswi MAN/MAPK Padangpanjang bernama Mardhiyan Novita M.Z disaat ia masih duduk di bangku kelas 3, merampungkan pula sebuah novel berjudul Penyair Merah Putih lalu terbit di Jakarta (2011). Mardhiyan adalah siswa Sanggar Sastra Rumah Puisi Taufiq Ismail, yang saat ini berstatus sebagai mahasiswi Sastra di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Atas semangat menulis yang disebarkannya itu, tepatlah kiranya bila Irzen Hawer, seorang guru yang menyebarkan “virus menulis” kepada banyak orang, memantik api semangat masyarakat untuk menulis, khususnya di Padangpanjang. Caranya ia membuktikan sendiri dengan menerbitkan novel-novel karangannya yang fenomenal dan diminati. Semua orang yang membaca kisah-kisah yang ditulisnya tertarik untuk mengarang lalu menerbitkan buku, sehingga semakin banyaklah warga Padangpanjang yang menulis buku.

Sekarang Irzen Hawer tinggal di Jalan Rohana Kudus No. 47 RT. 8 Kampung Manggis, Padangpanjang, Sumbar. Saran dan masukkan untuk novel Cinta di Kota Serambi ini bisa melalui Hp. 0813 6343 7658 dan email: irzen_hawer@yahoo.co.id.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...