Skip to main content

Investasi Perasaan

Oleh Aliya Nurlela*)

Banyak celah bagi orang lain untuk mengejek, mencemooh, menyepelekan, merendahkan, termasuk memfitnah Anda. Pasti sakit rasanya, ketika wajah kita yang bersih nan mulus tiba-tiba harus berubah warna, menjadi merah, kuning, hijau hingga kelabu. Kenapa? Satu keranjang ejekan mendarat mulus tepat di muka kita. Glekkk! Sakit rasanya.

Lebih hebat lagi, ketika yang mengejek adalah orang-orang terdekat kita. Orang-orang yang selama ini beraktivitas bersama kita. Orang-orang yang secara lahir kelihatan mendukung  dengan sederet kata-kata manisnya. Oh, di manakah janji mereka yang katanya akan seiya sekata dan saling mendukung? Pasti perih rasanya.

Kala kita berkata, bahwa memiliki impian menjadi seorang penulis, lalu karya kita diperlihatkan untuk dibacanya. Hanya mendapat sebuah lirikan tak berselera. Tulisan kita seolah sampah yang tak layak dipandang dengan mata sehat dan berbinar. Apalagi ketika diajak bergabung dalam sebuah wadah kepenulisan yang baru saja berdiri, dianggap menjual mimpi, terlalu muluk-muluk. Kita pun tak berdaya melakukan pembelaan. Memang hari ini tak ada bukti apapun yang bisa memperkuat tekad, tapi nasib seseorang ke depan siapa yang tahu. Perlakuan itu membuat hati tersayat, perih, penuh luka.

Menahan perasaan, sama saja dengan investasi perasaan. Inilah investasi yang paling berat, melebihi investasi lainnya. Investasi uang, masih banyak orang yang sanggup. Investasi waktu, sebagian orang masih bersedia. Tetapi investasi perasaan, masih sedikit orang yang bersedia. Sebagian besar orang, tak tahan mendapat ejekan, cemooh, dan fitnah. Akan berontak, lalu membalas dengan perlakuan yang sama. Atau meninggalkan aktifitas yang dicintainya, karena merasa telah direndahkan orang lain. Semangatnya pudar bahkan menguap, lalu berganti malas berkreasi. Takut kejadian yang sama terulang lagi.

Menahan perasaan memang berat dan melelahkan, tapi ingatlah itu bagian dari ajaran untuk bersikap sabar. Kuatkan tekad, fokus dan bersungguh-sungguhlah. Tunjukkan bahwa impianmu tidak muluk-muluk dan beraroma bualan, namun benar-benar disertai tindakan nyata yang positif sebagai jalan untuk meraihnya. Dibalik beratnya menahan perasaan saat ini, akan tersibak jalan kemudahan membentang di depan matamu. Di sanalah, akan kau petik buah ranum nan legit berupa hikmah dan balasan tak terduga. Kata pepatah, “Kesabaran itu pahit, tapi berbuah manis.” Benar adanya. Semua rasa sakit itu akan terobati pada waktunya. Kala kita telah memetik buahnya, semua rasa pedih itu seolah tak pernah ada. Semua indah.

Nikmati saja perjalanan dalam hidup. Ejekan, cemoohan dan fitnahan anggap sebagai cemeti untuk memecut agar berlari lebih cepat. Kadangkala cemeti itu diperlukan. Tanpa cemeti, mungkin saja kita nyaman bersantai-santai dan ogah-ogahan untuk berkarya. FAM Indonesia, aktif hingga hari ini dan selalu memberikan informasi serta gebrakan baru, salah satunya karena faktor cemeti dan tekad untuk menginvestasikan perasaan. Salam santun, salam karya!

[www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...