"Bertekad Menjadi Akademisi yang Memiliki Karya”
Fadhly Ikhsan adalah seorang mahasiswa Hubungan
Internasional Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Riau. Ia seorang
putra Minang, lahir di Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten 50 Kota, Sumatera
Barat.
Ketertarikannya terhadap dunia tulis menulis sebenarnya
sejak kecil, ketika Ia masih sekolah dasar. Ikhsan sering mengikuti lomba
menulis, seperti lomba cerpen dan lomba puisi. Kemudian pada jenjang SMP ia
mulai mengikuti lomba karya ilmiah dan memenangkan peringkat harapan I.
Sejak itulah akhirnya mulai menyukai menulis nonfiksi.
Selain menulis, Fadhly senang bisa tampil di depan umum, Ia sering mengikuti
berbagai lomba pidato dan masih berpidato pada beberapa kesempatan hingga saat
ini. Selain itu hobi lainnya adalah bermain musik. Ia telah menekuni beberapa
alat musik, seperti gitar dan piano. Kecintaannya terhadap musik dimulai dari
SMA hingga saat ini. Ia dan teman-temannya kemudian membentuk beberapa grup
band, dan tampil di berbagai pentas seni.
Ketika sudah saatnya kuliah, Ia mengambil studi Hubungan
Internasional. Jurusan ini Ia pilih karena cita-cita saya ingin berkarir di
dunia internasional dan juga menyukai dunia politik, ditambah lagi senang
berbagi pemikiran dan menulis seputar peristiwa politik yang terjadi baik
nasional maupun internasional.
Mottonya adalah “setangguh rumput yang bergoyang”. Motto ini
memiliki filosofi tersendiri baginya. Disaat badai datang, pepohonan akan patah
dan tumbang, tetapi rumput akan tetap bergoyang mengikuti kemana gerakan angin
yang deras itu mengarah. Maknanya adalah kita harus pintar menempatkan diri
sekalipun di dalam lingkungan yang sulit. Rumput juga adalah tanaman yang
tumbuh dengan sendirinya. Menurutnya bahwa kita harus bisa berprestasi di mana
saja.
Minat menulisnya sempat memudar saat di bangku SMA, namun
sejak kuliah dan mendapat tugas-tugas kampus dalam bentuk tulisan, ditambah
lagi kebijakan dari fakultas bahwa setiap mahasiswa harus bisa menulis dan
tulisannya diterbitkan di media sosial. Hal itulah yang memancing keinginannya
untuk menulis. Fadhly juga menyadari bahwa sebagai seorang akademisi harus
menulis dan menghasilkan karya tulis. Karena apa artinya seorang akademisi jika
tidak menghasilkan karya apapun. Walaupun niat menulis terlahir kembali tetap
saja Ia merasa harus belajar menulis hingga menghasilkan tulisan yang
berkualitas.
Hingga akhirnya Ia mendengar adanya sebuah forum yang
menampung orang-orang yang suka menulis, yaitu Forum Aktif Menulis (FAM)
Indonesia, yang didapatnya dari seorang teman. Ia merasa gembira mendengar
berita tersebut, tanpa berpikir panjang langsung mendaftar. “Saya tidak peduli
apapun syaratnya, yang penting saya harus mendaftar terlebih dahulu. Saya
mencoba menghubungi pihak FAM dan mengisi formulir pendaftaran dan memenuhi
syarat-syarat yang diminta, dan alhamdulillah
saya menerima surat dari admin FAM Indonesia pada tanggal 2 Agustus 2012 bahwa
saya sudah menjadi anggota FAM dengan nomor ID FAM930M. Hal ini tentunya
membuat saya sangat senang, dan menjadi langkah awal saya untuk mendalami dunia
menulis dan saya yakin FAM akan membantu saya untuk mewujudkan keinginan saya
menjadi akedimisi yang mampu berkarya,” ujarnya mantap.
[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
Comments
Post a Comment