Cerpen ini begitu dalam mengupas kecintaan seorang hamba
kepada Allah. Dimulai dengan pengisahan terbentuknya manusia ditinjau dari sisi
ilmiah dan spiritual. Diceritakan juga perjalanan cinta sang Ayah dan Ibu
sehingga lahirlah anak manusia. Kata-kata yang begitu lugas dan diksi yang
sederhana, membuat cerpen ini sangat mudah dipahami.
Dari cerpen “Surat Cinta untuk Tuhanku”, kita benar-benar
membuktikan kebenaran firman Allah berikut ini:
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram
dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati
menjadi tenteram.” [QS Arra'du 13:28]
Koreksi berikut ini tentunya membuat cerpen “Surat Cinta
untuk Tuhanku” akan menjadi lebih istimewa dan sempurna:
1. Penulisan kata benda disertai “Mu” yang menunjukkan (ke
arah atau kepemilikan) Tuhan (Allah), maka penulisan kata tersebut disambung,
tanpa tanda penghubung (-). Berikut ini koreksi yang tepat untuk beberapa kata
yang menunjuk ke Allah: kepadaMu, mengenalMu, cintaMu, keagunganMu, makhlukMu,
kebesaranMu, ciptaanMu, sayangMu.
2. Penulisan Al-quran, sebaiknya ditulis “Alquran”
3. Dan mudah-mudahan saja melalui surat ini aku bisa lebih
dekat dan lebih mengenal-Mu Tuhan…!!!
Sebaiknya ditulis: Mudah-mudahan saja melalui surat ini kubisa
lebih dekat dan lebih mengenalMu, Tuhan! (perhatikan tanda koma)
4. Bismillahirrrahmanirrahim.
Sebaiknya ditulis: Bismillahirrrahmanirrahim
(dicetak miring)
5. …yang tercipta dari dua sel berbeda yang saling mencinta.
Sebaiknya ditulis: …yang tercipta dari dua sel berbeda yang
saling mencintai.
6. Kau jadikan dua sel tersebut bersatu dan berkembang
menjadi segumpul darah, segumpul daging dan dalam daging tersebut Kau ciptakan
tulang belulang yang berbentuk.
Sebaiknya ditulis: Kau jadikan dua sel tersebut bersatu dan
berkembang menjadi segumpal darah, segumpal daging, dan dalam daging tersebut
Kau ciptakan tulang-belulang yang berbentuk. (perhatikan tanda koma dan tanda
hubung)
7. Sungguh, Kau Maha Besar atas segala ciptaan-Mu.
Sebaiknya ditulis: Sungguh, Kau Mahabesar atas segala
ciptaanMu.
8. Dialah DR. Keith Moore berkebangsaan Kanada.
Sebaiknya ditulis: Dialah DR. Keith Moore, doktor
berkebangsaan Kanada. (perhatikan tanda koma dan penambahan kata)
9. …yang sudah diterjemahkan kedalam delapan bahasa dan
sudah dipelajari disebagian besar universitas-universitas dunia,…
Sebaiknya ditulis: …yang sudah diterjemahkan ke dalam
delapan bahasa dan sudah dipelajari di sebagian besar universitas-universitas
dunia,… (Perhatikan pemenggalan kata setelah “ke” dan “di”)
10. Sungguh, aku benar-benar terkesima mengetahui hal
tersebut Tuhan.
Sebaiknya ditulis: Sungguh, aku benar-benar terkesima
mengetahui hal tersebut, Tuhan. (Perhatikan tanda koma)
11. Oiya Tuhan, dulu pernah seseorang bercerita
kepadaku,….
Sebaiknya ditulis: O, iya Tuhan, dulu pernah seseorang
bercerita kepadaku,…. (Perhatikan tanda koma)
12. Ayah berhasil
juga menakhlukkan hati ibu, hingga aku juga berhasil mencapai tempatku dalam
sel telur ibu.
Sebaiknya ditulis: Ayah berhasil juga menaklukkan hati ibu,
sehingga aku juga berhasil mencapai tempatku di dalam sel telur ibu.
13. Tidak berapa lama, hanya dalam waktu lebih kurang 9
bulan saja, dua sel yang dikembang biakkan….
Sebaiknya ditulis: Tidak berapa lama, hanya dalam waktu
lebih kurang sembilan bulan saja, dua sel yang dikembangbiakkan….
14. Penggunaan kata “dan” di awal kalimat: “Dan Kau telah
memberikan kasih sayangMu kepadaku semenjak aku masih dalam kandungan ibuku.”
kurang tepat, lebih baik dihilangkan saja.
15. Makanya aku sering mendengar kata-kata Silaturahim
sebagai istilah penyambung kasih sayang.
Sebaiknya ditulis: Sehingga tidaklah mengherankan, jika aku
sering mendengar istilah “silaturahim” yang berarti “penyambung kasih sayang”.
(Perhatikan tanda titik)
16. Tapi Tuhan, sempat terlintas dalam fikiranku, nanti
kalau sandainya aku sudah tidak lagi dalam rahim ibu, apakah Kau akan terus
mencurahkan kasih sayang-Mu kepadaku?
Sebaiknya ditulis: Tapi Tuhan, sempat terlintas di
pikiranku, nanti kalau seandainya aku sudah tidak lagi berada di dalam rahim
ibu, apakah Kau akan terus mencurahkan kasih sayangMu kepadaku?
17. Lalu, dengan tegas Kau-pun berkata: Ketahuilah wahai
rahim,….
Sebaiknya ditulis: Lalu, dengan tegas Kaupun berkata,
“Ketahuilah wahai rahim,….
18. Setelah Kau memberikan jawanban-Mu tersebut,….
Sebaiknya ditulis: Setelah Kau berikan jawabanMu tersebut,….
19. Karena itulah, dalam Alquran-Mu jelas dikatakan bahwa
dosa kedua setelah durhaka kepada-Mu adalah dosa memutuskan silaturahim.
Sebaiknya ditulis: Oleh karena itu, di dalam Alquran jelas
dikatakan bahwa dosa terbesar kedua setelah durhaka kepadaMu adalah dosa
memutuskan tali silaturahmi.
[BERIKUT CERPEN
PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]
Surat Cinta untuk Tuhanku
Oleh Sherly Adra
Pratiwi
IDFAM1015M Anggota FAM
Solok
Tuhan, aku menulis surat cinta ini kepada-Mu jauh setelah
Kau mengirimiku surat cinta-Mu (Al-quran) yang begitu indah dan menakjubkan.
Al-quran yang Kau wahyukan kepada Kekasih-Mu Rasulullah SAW yang mampu
membuatku terpana saat mengenal isi dan kandungannya.
Bismillahirrrahmanirrahim.
Dengan berbekal kalimat di atas, kumulai tuliskan surat
cintaku ini kepada-Mu. Semoga saja Kau mau menerima dan membacanya. Dan
mudah-mudahan saja melalui surat ini aku bisa lebih dekat dan lebih mengenal-Mu
Tuhan…!!!
***
Kumulai suratku ini dari awal ketika Kau menciptakanku
dengan segala ke Agungan-Mu.
Tuhan, ternyata aku ini hanyalah makhluk-Mu yang tercipta
dari dua sel berbeda yang saling mencinta. Sel sperma dari ayahku dan sel telur
dari ibuku. Lalu, dengan segala kebesaran-Mu Kau jadikan dua sel tersebut
bersatu dan berkembang menjadi segumpul darah, segumpul daging dan dalam daging
tersebut Kau ciptakan tulang belulang yang berbentuk. Hal tersebut begitu jelas Kau terangkan dalam
surat cintaMu (Al-quran) QS. Al-mukminun 12-14, yang berbunyi:
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari
suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air
mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu
Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal
daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang
belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang
(berbentuk) lain. Maka Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik."
Sungguh, Kau Maha Besar atas segala ciptaan-Mu.
Sampai-sampai seorang doktor ahli kandungan nomor satu di dunia menyatakan
bahwa semua yang disebutkan dalam Alquran dan hadist-hadist Rasulullah tentang
proses penciptaan manusia adalah sesuai dengan apa yang ditemukan dalam ilmu
pengetahuan modern. Dialah DR. Keith Moore berkebangsaan Kanada. Tak hanya itu,
dalam bukunya “ Keselarasan ilmu kandungan dengan apa yang terdapat dalam
Al-quran dan As-sunah” yang sudah diterjemahkan kedalam delapan bahasa dan
sudah dipelajari disebagian besar universitas-universitas dunia, juga
menggambarkan betapa hal tersebut bisa membuktikan bahwa Al-quran yang dibawa
oleh baginda Rasul benar-benar datang dari Allah yang juga membuktikan bahwa
Nabi Muhammad adalah seorang Rasul yang telah diutus oleh Allah untuk membawa
kebaikan dan kebenaran di bumi ini. Sungguh, aku benar-benar terkesima
mengetahui hal tersebut Tuhan. Subhanallah… Allahuakbar…!!!
Oiya Tuhan, dulu
pernah seseorang bercerita kepadaku, kalau ternyata aku ini adalah pemenang
dari jutaan sel sperma yang berpacu untuk bisa sampai pada indung telur ibuku.
Wow, betapa kuat dan hebatnya aku, bisa mengalahkan jutaan calon manusia
lainnya. Tak hanya itu, orang tersebut juga menjelaskan kalau ternyata kehebatanku
mengalahkan jutaan sperma lainnya adalah merupakan gambaran dari kegigihan
ayah. Betapa gigihnya ayah untuk mendapatkan tempat di hati ibu hingga sifat
tersebut diwariskan kepadaku. Ayah berhasil juga menakhlukkan hati ibu, hingga
aku juga berhasil mencapai tempatku dalam sel telur ibu. Melihat kegigihan ayah
yang luar biasa tersebut, ibu tak hanya tinggal diam. Dengan segala sifatnya
yang luar biasa dan penuh ketulusan, ibupun membalas semua kegigihan ayah
dengan menyimpan erat-erat semua rasa cintanya kepada ayah. Ibu hanya menerima
satu cinta dalam hatinya. Ibu hanya membiakkan cinta ayah saja dalam dirinya.
Oleh karena itulah hanya satu sperma yang bisa mencapai indung telur ibu. Hanya
aku yang diterima ibu untuk dieraminya. Setelah aku berada disana, ibu menutup
rapat-rapat pintu rahimnya dan tidak menerima sperma-sperma lain yang ingin
menguasainya. Benar-benar menggambarkan betapa setianya ibu kepada ayah dengan
hanya menerima ayah yang begitu gigih di hatinya.
Tidak berapa lama, hanya dalam waktu lebih kurang 9 bulan
saja, dua sel yang dikembang biakkan dalam alam arham (alam dimana manusia
berada dalam kandungan ibunya) tersebut berkembang menjadi berjuta-juta sel
yang membentuk satu kesatuan. Oya Tuhan, ternyata Arham itu adalah bentuk jamak
dari kata Rahim yang berarti kasih sayang. Dan Kau telah memberikan kasih
sayangMu kepadaku semenjak aku masih dalam kandungan ibuku. Makanya aku sering
mendengar kata-kata Silaturahim sebagai istilah penyambung kasih sayang
Tapi Tuhan, sempat terlintas dalam fikiranku, nanti kalau
sandainya aku sudah tidak lagi dalam rahim ibu, apakah Kau akan terus
mencurahkan kasih sayang-Mu kepadaku?
Lalu, dengan tegas Kau-pun berkata: Ketahuilah wahai rahim,
Aku akan terhubung dengan orang yang menghubungkan denganmu, dan Aku akan
memutuskan hubungan dengan orang yang memutuskanmu.” (Hadits Qudsi)
Setelah Kau memberikan jawanban-Mu tersebut, akupun bisa
mengerti, bahwasanya Kau akan terus mencurahkan kasih sayang-Mu kepadaku jika
aku tidak sedang memutuskan tali silaturahimku dengan-Mu, dan juga tali
persaudaraanku dengan siapapun. Dengan kata lain, jika aku durhaka kepada ayah
dan ibuku, itu berarti aku telah putus dari rahmat-Mu, atau bisa juga jika aku
bermusuhan dengan saudaraku, berarti aku juga telah menyia-nyiakan rahmat-Mu
kepadaku. Karena itulah, dalam Alquran-Mu jelas dikatakan bahwa dosa kedua
setelah durhaka kepada-Mu adalah dosa memutuskan silaturahim.
[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]

Comments
Post a Comment