Skip to main content

Sosialisasi FAM Indonesia di SMA Negeri 1 Sigli Aceh

Sabtu, 13 Oktober 2012. Kali ini saya dan Zulfan, rekan saya, bersafari disalah satu SMA terbesar di Kabupaten Pidie, yaitu SMA Negeri 1 Sigli. Ini salah satu SMA favorit yang ada di Kota Sigli yang memiliki bangunan megah dan sangat ramai siswanya.

Jumlah keseluruhan siswa sekolah ini mencapai 1.200 orang dengan 38 ruang belajar yang terdiri dari beberapa ruang lantai 2. Sebuah sekolah yang cukup besar untuk cakupan sebuah kabupaten bukan?

Hari ini saya dan Zulfan menyinggahi sekolah ini dengan tujuan yang sama yaitu Sosialisasi FAM Indonesia sebagai bagian dari target safari kami memperkenalkan FAM Indonesia ke seantero Aceh. Kami tiba di sekolah ini tepat seperti perjanjian awal kami dengan Pak Sofyan (Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan) yaitu pukul 11.30 WIB dan acara tersebut akan berlangsung di aula sekolah ini pada pukul 12.00 siang. Mudah-mudahan acara ini berlangsung dengan baik (harap saya dalam hati), tapi begitu kami tiba di aula sekolah tersebut ternyata belum ada tanda-tanda akan dimulainya acara bahkan tidak terlihat satupun siswa di dalam ruangan tersebut.

Saya sempat melirik Zulfan dan bertanya, benar hari ini kan? Dia pun terlihat kebingungan. Akhirnya kami putuskan untuk menunggu, mana tahu sesaat lagi akan ada siswa yang datang ke aula tersebut. Memang seperti yang kami harapkan tiba-tiba datang seorang siswa berlari-lari kecil mendekati kami dan dia ternyata adalah Fitri, siswa kelas 3 di SMAN 1 Sigli ini. Dia mengatakan bahwa memang acara akan dimulai pada pukul 12.00, dia juga sudah memberitahukan teman-temannya untuk mengirimkan perwakilan ke aula masing-masing kelas 2 orang. Akhirnya saya dan Zulfan sepakat untuk membantu Fitri menyiapkan segala bahan yang dibutuhkan dalam sosialisasi seperti pengeras suara, LCD Proyektor dan meja-meja di Aula.

Hmm, bayangkan kami yang mengisi acara tapi kami juga yang menyiapkan, tanpa ragu dan dengan cekatan kami menyiapkan segala bahan yang dibutuhkan tersebut, kami beranggapan bahwa kalau tidak kami yang menyiapkan mau dimulai kapan acara tersebut, karena saya punya prinsip “TIME IS LIKE AN ARROW (waktu adalah busur panah) apapun itu saya tidak menyukai keterlambatan, hargailah waktu dan akhirnya tepat jam 12.00 para siswa mulai masuk ke dalam ruangan aula dan acara pun dimulai (sambil melirik Zulfan saya pun mengembangkan senyum, akhirnya mulai juga).

Seperti biasa dalam safari sebelumnya saya dan Zulfan memaparkan tentang FAM Indonesia, bagaimana awal cerita pendiriannya, siapa pengurusnya dan apa motto serta acara yang diadakan oleh FAM Indonesia. Para siswa terlihat antusias mendengarkan, terlebih saat Zulfan mengambil alih acara, dia sering mengisi acara dengan guyonan yang cukup menghibur, dan di akhir acara saya menyempatkan berdiskusi dengan adik-adik siswa SMA Negeri 1 Sigli untuk bertanya jawab.

Alhamdulillah, acara sederhana ini pun berlangsung dengan baik dan khidmat, walaupun ada kekurangan di sana sini itu bukanlah penghalang dan masalah buat kami. Semoga ke depan akan lebih baik. Bahkan Bu Nur, salah satu dewan guru pembimbing bahasa Indonesia berjanji akan mengarahkan siswa untuk berpartisipasi dalam event sayembara menulis cerpen tingkat nasional oleh FAM Indonesia. “Semoga pesertanya membludak ya bu,” harap saya dalam hati.

MAULIDIN AKBAR
FAM1028M, Anggota FAM Sigli, Aceh

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...