Skip to main content

Cara Mengatasi Rasa Takut Menulis

Penulis merupakan pekerjaan yang dapat dibilang susah-susah-gampang atau gampang-gampang-susah, itu tergantung dari tekad seseorang untuk menjadi seorang penulis. Salah satu hambatan yang dapat membuat seorang penulis tidak mau menulis adalah apabila hasil karya tulisannya tidak dapat diterima oleh siapapun. Sehingga seringkali seorang penulis akan merasa takut apabila tulisannya akan ditolak, dan hal inilah yang dapat menghilangkan sifat kreativitas seorang penulis.

Berikut di bawah ini adalah salah satu cara untuk mengatasi rasa takut akan penolakan terhadap hasil karya seorang penulis, yaitu:

1. Akuilah rasa takut akan penolakan tersebut. Rasa takut akan terus menghantui kita apabila kita masih belum dapat mengakui rasa takut tersebut. Terkadang memang sulit untuk memahaminya tetapi hal ini harus dikuasai terlebih dahulu.

2. Cari akar penyebab rasa takutnya. Dengan mengetahui akar penyebab rasa takut tersebut maka dapat membantu melepaskan diri dari kejadian yang tidak menyenangkan di masa yang lalu. Terapi dan pembinaan hidup mungkin dapat membantu menjelajahi ketakutan tersebut.

3. Rayakan kegembiraan walau kecil. Tidak mengapa untuk menjadi takut atau ditolak. Rasa takut yang dimiliki bukan berarti kita gagal atau tidak memiliki keberanian. Luangkan waktu untuk merayakan sesuatu setiap kali kita melangkah keluar dari zona kenyamanan dan biarkan saja apabila ada penolakan.

4. Ambil langkah solusi yang praktis. Cobalah untuk melakukan soft launch tulisan ke beberapa teman dekat untuk dimintai pendapatnya terhadap tulisan kita sebelum dipublish. Melakukan afirmasi positif dan jurnal juga merupakan solusi yang bagus untuk melawan rasa takut kita. Intinya adalah kita harus bertindak mengatasi rasa takut tersebut.

Dengan mengetahui dan berusaha untuk mengatasi rasa takut yang hinggap di dalam diri seorang penulis, mudah-mudahan dapat mengatasi masalah yang menyebabkan matinya kreativitas untuk menulis. Jangan pernah menyerah apalagi berhenti untuk menuliskan sesuatu yang telah menjadi hobi kita. Jangan pernah berganti ke arah yang lain apabila kita belum mendapatkan kesuksesan dari menulis karena sesuatu yang sering berubah-ubah dapat membuat sesuatu menjadi mentah kembali. Selamat berkarya dan teruslah melangkah.

Sumber: http://www.elwara.com

Share ke:

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...