Skip to main content

Konsultasi: Soal Membuat Cerita yang Mengada-ada Dalam Tulisan

Assalamualaikum, sahabat FAM dan terutama untuk Sekjen dan Ketum FAM Indonesia. Ada hal yang ingin saya tanyakan. Saya sering kali berdebat dengan teman ketika saya berjumpa dengan teman akrab saya yang satu ini. Yang memulainya memang bukan saya, karena dia memancing saya untuk berpendapat memakai Alquran dan sunnah.

Tadi teman saya datang, seorang teman yang pandai dalam hal beragama. Nah dia mengatakan bahwa cerita yang dibuat-buat itu merupakan hal yang tidak boleh dalam agama, karena mengada-ada sebuah cerita. Nah menurut sahabat sekalian bagaimana dengan hal itu? Perdebatan kali ini tidak sampai selesai saya lakukan, karena saya ingin mendapatkan bukti bahwa apakah hal itu benar dari dalil. Ini sudah membuat saya berkali-kali binggung dibuatnya.

Mohon bantuan nya, maaf jika pertanyaan ini menyinggung.

Ahmad Saadillah

Jawaban FAM Indonesia:

Waalaikumussalam Wr. Wb.

Ahmad Saadillah yang baik. Terima kasih sudah mengajukan pertanyaan kepada FAM Indonesia. Bisa dimaklumi bahwa teman Anda tersebut kurang paham apa sebenarnya manfaat dari menulis. Bila dikaitkan dengan dakwah, maka menulis (bil qalam) adalah salah satu cara berdakwah yang paling dahsyat, selain dakwah bil lisan (ucapan) dan bil hal (perbuatan). Bayangkan saja, seandainya para ulama terdahulu tidak menulis dan tidak meninggal buku dan kitab-kitab, alamat kita yang hidup hari ini dilanda kebutaan. Dunia gelap gulita dan jahiliyah. Syukurlah, orang-orang terdahulu meninggalkan karya tulis untuk kita baca hari ini.

Nah, berkaitan dengan pertanyaan teman Anda tersebut, yang katanya paham agama, tentang menulis cerita yang mengada-ngada, harus didudukkan dulu pokok masalahnya. Bila menulis cerita yang mengada-ngada untuk merugikan orang lain, memfitnah, menggunjing, berbohong dan mengarahkan manusia kepada kesesatan, itu jelas sangat salah dan dilarang oleh agama. Sebaliknya, bila menulis cerita yang diniatkan untuk mengajak pembaca kepada jalan kebenaran, why not? Sangat dianjurkan sekali, apalagi bila cerita itu dibumbui dengan pesan-pesan agama.

Alquran menyebut Iqra’ atau perintah membaca, dan ini adalah kata pertama dari wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad Saw. Dalam arti kata lain, diturunkannya wahyu pertama dengan kata pertama iqra’ menunjukkan arti pentingnya aktivitas “membaca”. Sementara itu, perintah menulis memang tidak secara eksplisit disebutkan oleh Alquran sebagaimana perintah membaca. Tapi, membaca dan menulis sejatinya merupakan dua aktivitas yang tidak dapat dipisahkan. Sehingga perintah “membaca” secara tersirat sebenarnya juga merupakan isyarat perintah untuk “menulis”. Sebab tidak ada kata “membaca” jika tidak ada bahan yang dapat dibaca (tulisan).

Nah, jadi Anda tidak perlu bimbang menjawab pertanyaan-pertanyaan teman Anda itu soal boleh tidaknya menulis cerita yang mengada-ngada. Kembalikan saja kepada niat, untuk apa kita menulis. Untuk apa FAM Indonesia didirikan? Tak lain dan tak bukan untuk menyatukan ukhuwah penulis-penulis Islami agar mereka menyebar dakwah lewat tulisan, mengingatkan yang salah dan menyampaikan yang benar, bukan pula untuk “mengada-ngada” saja.

Salam santun,
FAM INDONESIA
www.famindonesia.blogspot.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...