Skip to main content

Profil Anggota FAM Indonesia: Nuh Rafi (Pariaman)

"Suka Nulis Puisi dan Terpilih Sebagai Korwil FAM Sumatera Barat”

Latifun Khabir N R adalah nama pena yang pernah dipakai Nuh Rafi. Lelaki yang pernah menjadi seorang tukang pembuat sepatu dan pernah menjadi TKI ini, adalah seorang lelaki Minang asli yang berasal dari Pariaman. Dia memulai hidupnya di rantau. Lahir di Lahat, 27 Juni 1977. Masa kecil hingga remaja dilaluinya di rantau. Itu disebabkan kondisi ekonomi orangtua yang membawanya berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain (daerah Lahat, Palembang, Kerinci dan Medan) dan berakhir di kampung halamannya, Pariaman.

Lelaki yang suka membaca dan menulis ini merasa menemukan kebahagiaannya ketika berkenalan dan bergabung dengan FAM Indonesia. Baginya, di FAM ada banyak manfaat yang ditemukan. Mulai dari menambah ilmu, menambah silaturahim, juga bisa mangasah kemampuan dan menyalurkan hobi menulis.

Kebiasaannya yang suka membaca buku sambil menggembala sapi tidak disukai oleh neneknya dengan alasan sapi tidak akan kenyang. Dan berakhir pada pengaduan nenek kepada pamannya, hingga sebuah tamparan melayang di pipi kirinya, saat itu ia berusia 13 tahun. Perlakuan yang tidak menyenangkan itu terus membekas dalam ingatannya hingga sekarang. Namun itu tak membuatnya dendam dan tak menyulutkan semangatnya untuk menimba ilmu dari kebiasaan membaca. Pengalaman itu menjadikannya semakin giat membaca selagi ada kesempatan untuk melakukannya. Sementara kebiasaanya menulis diawali dari menulis aktifitas harian di buku diary. Dan itu ia lakukan sejak kelas 2 tsanawiyah hingga sekarang. Namun sejak ada kemudahan internet, kegiatan menulis itu ia salurkan lewat puisi-puisi pendek yang ditulis lewat statusnya di facebook. Dan itu dapat dilihat di dinding fb-nya setiap hari.

Lelaki bersahaja ini selalu iri pada kebaikan, dan selalu ingin melakukanya. Termasuk ketika ia melihat adik keempatnya (perempuan) hampir menyelesaikan kuliah. Disaat itu timbul keingiannya untuk menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi. Walau dengan kondisi keuangan orangtua yang sangat pas-pasan saat itu. Hingga diputuskannya mendaftar di salah satu PT swasta di Kota Pariaman dengan sisa-sisa uang hasil kerjanya selama di Malaysia. Sembari kerja paruh waktu di salah satu kantor asuransi, dijalaninya aktifitas perkuliahan dengan penuh semangat. Baginya menuntut ilmu itu tidak harus terbatas umur, dan ia sangat menyadarinya.

Berkat kegigihan dan kepercayaannya kepada Allah, akhirnya ia menyelesaikan kuliahnya dengan lancar pada tahun 2006 (DII) dan S1 pada tahun 2008. Dan itu ia lakukan tanpa membebani orangtua. Karena selama kuliah dia tinggal di kantor tersebut. Dan semoga pengalaman ini dapat memotifasi sahabat FAM yang tidak mampu dari segi ekonomi agar tetap optimis menjalani hidup. Bahwa setiap kemauan untuk sukses dan dibarengi dengan kerja nyata insya Allah sukses dapat diraih. Percayalah itu, ujarnya.

Lelaki Pariaman ini sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena bisa menyalurkan hobi menulisnya di FAM Indonesia. Apalagi FAM mempercayakannya memberikan piagam penghargaan, karena beberapa puisinya mengangkat nama FAM Indonesia di grup facebook. Selain itu FAM juga selalu mengadakan lomba-lomba yang dapat memotivasinya terus menulis dan selalu berkarya. Dan dalam waktu dekat ini dia bersama anggota FAM Sumbar berencana akan menerbitkan buku antologi puisi di FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia. Harapannya rencana ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Dia juga telah diamanahkan sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) FAM Sumatera Barat dalam rapat pembentukan pengurusn FAM Sumatera Barat beberapa waktu lalu di Padang.

Pak guru yang masih honor di SD Negeri 05 Air Santok Kota Pariaman ini sekarang tinggal di Jalan Sukarno Hatta No 156 Kampung Panas, Bungo Tanjung Pariaman Timur Kota Pariaman, Sumatera Barat. Sekarang ia telah menjadi anggota resmi FAM Indonesia, dan mengantongi kartu keanggotaan dengan nomor IDFAM 130U.

[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...