21 Oktober 2012
Kepada
FAM Indonesia, Sahabat Terbaikku
Assalammu’alaikum Wr. Wb.
Suara hati ini takkan terhenti, mengucapkan salam shalawat
untukmu, kau-lah anugerah cahaya hidupku, dan kau sebagai tuntunan jalanku, ya
Rasulullah salamun ‘alaih, ya Rabbi ‘asati wal karomi…
Sahabat FAM yang baik, yang selalu semangat dan tersenyum
lebar dalam menyambut setiap uraian tangan dan untaian kata dari kami semua
untukmu, teriring salam dari Ananda yang jauh di kota seberang, walaupun jarak
yang sangat jauh dari Merak-Cilegon ke Pare-Kediri, namun tak menyurutkan saya
untuk kita bisa saling sapa dalam surat Ananda yang sangat sederhana ini,
teriring salam tak lupa saya haturkan untuk Rasul kita baginda Muhammad saw dan
Allahu Rabbi, agar saya dan semua sahabat FAM selalu berada dalam lindunganNya
yang baik, amin.
FAM... dengan mengenalmu, aku sangat bahagia.
Entah kenapa, dengan mengenalmu membuatku menjadi sangat
bersemangat untuk menulis. Hanya denganmu aku akan bercerita tentang masa
menulisku di waktu dulu, apakah engkau ingin menjadi sahabat dan pendengar yang
baik, dalam mendengarkan setiap untaian kata dariku yang sangat sederhana ini?
Terima kasih kuucapkan kepadamu, atas kesedian waktu yang engkau luangkan
untukku.
FAM... aku tak pernah tahu seperti apa diriku dan apa
sebenarnya impian dan juga cita-citaku, jujur aku dulu sangatlah buta dan gelap
akan dunia kepenulisan, sungguh begitu terharu ketika sekarang ini saya selalu
membaca tentang riwayat hidup teman-teman dan penulis lainnya, yang digambarkan
bahwa sewaktu dahulu mereka sudah sangat gemar menulis lalu mereka mengisi
segala karya-karya mereka lewat mading atau mereka sudah mengenal media dan
ingin sekali memplubikasikan karya mereka dalam media tersebut, namun aku?
Sungguh, tak sedikitpun aku mengetahui tentang mading-mading itu, tak
sedikitpun aku tergabung dalam anggota atau forum-forum menulis, aku terlalu
hanyut dalam duniaku sendiri, dunia di mana aku sangat tak mengenal akan dunia
luar, dunia kepenulisan itu, begitu bangganya aku melihat sahabat-sahabat
kecilku di luar sana yang sudah memiliki karya, namun aku barulah sadar sekarang,
walaupun aku tahu tak ada sesuatu yang terlambat, asalkan kita mau berusaha dan
mencoba namun rasanya sebagai impian ingin menjadi seorang penulis, pastilah
memiliki riwayat hidup yang sudah sangat mengenal dunia tulis menulis sejak
kecil, sedangkan aku tidak.
Dan kuungkapkan hanya kepadamu FAM dan di sini akhirnya kau
sedikit demi sedikit akan dapat mengenalku nanti, bahwa aku tak memiliki
riwayat hidup yang mencukupi untuk menjadi seorang penulis, aku masih belum
memiliki karya dan aku sudah jauh dari masa kecilku… masih belum ada yang bisa
membanggakan dari diriku, bahkan sampai saat ini orangtuaku pun belum menikmati
hasil dari buah karyaku.
FAM… sejak dulu aku sudah mengenal yang namanya membaca,
mungkin itu adalah satu point lebih yang dapat aku banggakan dari diriku, disaat
teman-temanku lebih asik bermain pada waktu sekolah dasar dan SMP, aku malah
lebih senang ke Perpustakaan, entah perasaan dari mana yang dapat mendorongku
mengenal akan perpustakaan, di setiap istirahat, banyak waktu yang kulakukan di
dalam perpustakaan, baik itu membaca ataupun hanya sekadar melihat-lihat encyclopedia dan cerita-cerita dongeng
(walaupun sampai di situ, masih belum terlintas akan dunia kepenulisan, aku
benar-benar buta informasi dalam hal tulis menulis), padahal seingatku sewaktu
dulu, aku sering juga membeli dan membaca majalah Bobo, tapi aahk… aku benar-benar tak bisa meresponnya dalam dunia
nyataku untuk segera bertindak. Tetap tak ada perasaan untuk ingin membuat
suatu karya.
FAM, sahabatku. Sampai akhirnya aku pun beranjak dewasa dan
meneruskan masa pendidikanku ke tingkat SMA.
Sampai di kelas dua semester satu, sedikitpun masih belum
ada respon untuk diriku mengenal lebih jauh dunia kepulisan itu, namun ada yang
berbeda pada hari itu, kapan waktunya aku sudah tak mengingatnya, rasanya waktu
itu dunia menjadi mengubahku, hari itu dunia menyadarkanku lewat guruku yang
sangat berjasa, dari tugas beliau pulalah akhirnya aku menyadari kehadiran akan
mengarang itu yang sebelumnya tak bisa kurespon sama sekali dalam kesadaranku.
Hari itu beliau menyuruh kami untuk mengarang cerita pendek, satu minggu batas waktu
untuk kami. Subhanallah, rasanya kesadaranku tentang dunia tulis itu menjadi
terang, terutama semenjak beliau mengaggetkanku tentang pujiannya pada waktu
itu, “Cerpennya bagus, ini kamu dapat mengarang sendirikan?” tanyanya. Saat itu
juga langsung kujawab mantap, “Iya Bu, itu hasil karya saya sendiri.” “Kalau
begitu coba kamu kirimkan ke media, siapa tahu bisa dipublikasikan,” terang
guruku.
Dan dari situ pulalah, aku jadi mengenal apa itu yang
namanya media dan apa itu publikasi, walaupun mungkin pada waktu itu, sangat
benar-benar terlambat untukku mengetahuinya, tak apa. Yang penting itu jadi
membuatku ingin sekali berjuang, bahwa mulai dari hari itu aku ingin membuat
karya. Alhasil walaupun kenyataannya sangat pahit, karena masih belum ada
komputer yang aku miliki saat itu, aku harus menerima kenyataan cerpenku masih
kusimpan di dalam kertas folio, dan belum bisa kuketik saat itu juga. Namun aku
sedikit bangga karena setelah mulai dirombak sana-sini, allhamdulillah cerpen
pertamaku bisa menjadi cerpen karya favorit LMCR-2011. Sungguh itu jadi
mengingatkanku akan jasa besar dari seorang guru yang telah menyadarkanku waktu
itu.
Sahabatku FAM, itulah sepenggal kisah yang dapat kuberikan
kepadamu, sepenggal kisah dari seorang yang masih belum mengenal apa itu media
dan dunia tulis, namun seiring dengan berjalannya waktu sedikit demi sedikit
aku pun mulai paham, terlebih lagi ketika aku telah menempuh pendidikanku lebih
jauh lagi, dan di mana situs-situs internet mulai merebak dengan luas, aku jadi
tambah bersemangat untuk mencari-cari info lomba, baik itu lomba cerpen ataupun
puisi. Walaupun cerpen dan puisiku masih sangat jauh sekali dari kesempurnaan.
Dan berkali-kali gagal namun berkali-kali juga aku akan bangkit. Karena itulah
yang namanya proses menurutku, untuk kita bisa menuju dalam kesempurnaan. Dan
dengan dirimu FAM aku sangat bangga bisa mengenalmu, dengan santunmu engkau
dapat membimbingku. Terima kasih kuucapkan, salam santun dan salam semangat
selalu untukmu.
Salam dari sahabatmu
Puji
FAM1055M, Cilegon-
[www.famindonesia.blogspot.com

Comments
Post a Comment