Skip to main content

Segera Terbit, Buku “Cara Berpikir Seniman” Karya Mushthofa Achmad

SINOPSIS:

Metode berpikir seseorang itu sangat beragam, bergantung pada beberapa faktor seperti faktor pendidikan, lingkungan, ataupun pekerjaan. Metode berpikir seorang sarjana akan berbeda dengan lulusan SD. Cara berpikir anak gedongan tidak sama dengan anak santri. Begitu juga cara berpikir seorang politisi yang berbeda dengan tukang tambal ban. Cara berpikir seseorang dapat diibaratkan sebagai rambu lalu lintas yang dapat mengatur aktifitas lalu lintas supaya aman dan terkendali. Bayangkan bila tidak ada rambu lalu lintas, kondisi jalan raya akan semrawut, tidak beraturan.

Begitu pentingnya cara berpikir bagi akal kita, sehingga penulis pun berinisiatif untuk mencoba memaparkan salah satu cara berpikir dalam buku ini. Cara berpikir ala seniman, dengan gaya penjabaran yang tidak terlalu formal agar dapat dicerna dengan mudah oleh Anda sekalian. Kenapa harus seniman? Mungkin di antara para pembaca ada yang bertanya demikian. Saya tertarik dengan cara berpikir seniman karena menurut saya, seniman adalah makhluk yang paling kreatif di muka bumi ini. Seorang seniman dituntut untuk selalu memberikan sesuatu yang berbeda, tidak monoton, dan tidak berkesan meniru dari seniman lainnya. Apabila seorang seniman “melanggar” etika tersebut, bisa dikatakan seniman tersebut telah lumpuh atau bahkan “mati”. Hal ini berbeda dengan profesi lainnya seperti misalnya pengusaha. Mereka masih bisa dikatakan “hidup” meskipun dari sebuah karya atau ide tiruan, selama usaha yang dijalankannya tidak bangkrut dan produk yang dihasilkannya masih laku terjual.

Sementara para seniman sejati mempunyai tanggung jawab moral untuk selalu melakukan pembaharuan dalam setiap karyanya. Tidak sekadar laku atau tidak karya yang dihasilkannya—karena seniman sejati berbeda dengan pengusaha. Kecuali bila seniman tersebut tergolong seniman komersil yang lebih mengedepankan nilai bisnis dari pada nilai artistik. Hal itu bergantung pada orientasi masing-masing seniman.

Selain itu, saya juga mempertimbangkan akan adanya ketertarikan masyarakat terhadap dunia seni, khususnya seni musik yang saat ini semakin berkembang dan maju. Sehingga saya ingin memperkenalkan kepada masyarakat bagaimana cara berpikir seorang seniman, serta bagaimana mengaplikasikannya di dalam suatu pekerjaan maupun aktifitas.

Bagaimana sebenarnya cara berpikir ala seniman itu? Tunggu tanggal terbit buku ini. Hanya di FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia.

[Info pemesan dan penerbitan buku di FAM Publishing hubungi No Hp. 0812 5982 1511, atau kirim pesan ke forumaktifmenulis@yahoo.com, atau kunjungi blog resmi FAM www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...