Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Yth.
Tim FAM Indonesia
di-
Pare, Kediri
Saya Nora Yuliani. IDFAM1090U, Payakumbuh-Padang, Sumatra
Barat. Sebelumnya saya memohon maaf jika e-mail
yang saya kirim kemaren kurang sopan, tanpa nama dan tanpa pengantar sama
sekali. Saya tersentak ketika membaca Blog FAM di www.famindonesia.blogspot.com.
Baru beberapa hari menjadi anggota telah banyak kesalahan yang saya perbuat.
Untuk itu saya mohon maaf. Namun saya akan menjadikan ini pelajaran dan tidak
mengulangi kesalahan yang sama.
Saya ingin bertanya kepada Tim FAM Indonesia mengenai Prolog
atau cara mengawali sebuah cerpen. Saya sering terkendala memulai sebuah
cerpen. Saya bingung harus memulai dari mana. Ketika saya membaca sebuah
cerpen, saya tertarik ketika membaca paragraf pertamanya yang membuat saya
penasaran untuk melanjutkan membacanya. Namun ketika saya yang memulai menulis,
saya malah bingung mau memulainya dari mana. Mohon penjelasannya. Terima kasih.
Wassalam
Nora Yuliani
Payakumbuh, Sumatera Barat
JAWABAN TIM FAM INDONESIA:
Waalaikumussalam Wr. Wb.
Saudari Nora Yuliani yang baik. Selamat bergabung menjadi
anggota resmi FAM Indonesia. Kami sangat menghargai minat Anda untuk menjadi
seorang penulis cerita pendek (cerpen). Semoga dengan bergabungnya Anda di FAM
Indonesia, menambah motivasi menulis Anda yang mungkin saja selama ini belum/kurang
produktif.
Menurut Donatus A. Nugroho dalam bukunya “24 Jam Jagoan
Nulis Cerpen” disebutkan, ada beberapa langkah sebelum menulis cerpen. Pertama,
penulis harus komitmen. Seorang cerpenis harus memiliki niat yang kuat untuk
menjadi cerpenis sukses. Tentu saja komitmen itu memiliki konsekuensi. Harus
fokus dan rela meluangkan waktu yang mungkin akan mengurangi
kesenangan-kesenangan yang lain.
Kedua, rajinlah membaca cerpen yang terbit di koran atau
majalah setiap minggunya. Lupakanlah teori-teori ruwet tentang apa dan
bagaimana cara menulis cerpen. Karena dengan rajinnya membaca cerpen karya
orang lain yang telah dimuat akan memberikan gambaran apa saja syarat dan
langkah membuat cerpen. Intinya, jadilah lebih dahulu menjadi pembaca cerpen
yang baik.
Ketiga, tentukan arah. Setelah menjadi pembaca cerpen yang
baik, tentunya memiliki kecenderungan terhadap salah satu jenis cerpen, karena
banyak pilihan mengenai cerpen. Ada cerpen romantis, cerpen komedi, cerpen
misteri dan cerpen fiksi ilimiah. Semua bebas untuk dipilih. Jika telah
memiliki ‘kontak batin’ dengan salah satu jenis, cobalah untuk jujur dan serius
menekuni jenis cerpen yang menjadi pilihan.
Nah, bagaimana cara menulis kalimat pembuka cerpen yang baik
dan menarik? Menurut FAM Indonesia, bisa dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya:
mulai dengan kejutan. Sebagai contoh misalnya begini:
“Duaaarrr!” Tiba-tiba
terdengar suara ledakan yang cukup keras dari arah samping gedung perpustakaan
sekolahku. Kami yang sedang asyik belajar terkejut, tak terkecuali Pak Burman,
guru berkumis tebal itu. Serentak kami berdiri dan berlari ke luar ruangan melihat
apa yang terjadi. Jangan-jangan ada siswa nekat merakit bom dan meledakkan
dirinya. Tapi dugaan kami keliru, rupanya ban mobil milik kepala sekolah yang
diparkir di samping gedung perpustakaan meletus.
Kalimat pembuka cerpen seperti contoh di atas akan menjadi
perhatian pembaca yang ingin tahu apa gerangan yang terjadi selanjutnya.
Penulis bisa saja mengalihkan ceritanya kepada hal-hal lain terlebih dahulu,
untuk memancing rasa penasaran, sebelum akhirnya menyimpulkan bahwa suara
ledakan itu bersumber dari ban mobil milik kepala sekolah yang meletus.
Memancing rasa penasaran pembaca dengan kalimat pembuka yang
menarik juga bisa seperti contoh berikut ini:
Wajahnya memucat.
Cemas dan takut. Dia ingin sekali menyeberang. Ia langkahkan kaki pelan-pelan,
memandang ke kiri dan kanan jalan yang lebar. Dia merasakan betapa kerasnya
terpaan angin yang dihempaskan puluhan kendaraan yang berlalu lalang itu ke
tubuhnya. Tetapi dia harus sampai ke seberang. Maka, ia pun menarik napas
dalam-dalam dan bersiap berlari melintasi jalan. Dia pejam mata sesaat, lalu
dia merancang aba-aba, dan... kakinya melangkah cepat. Tapi naas, secepat
kakinya membawa tubuhnya melintasi jalan, secepat itu pula sebuah truk
bermuatan pasir yang lewat melindas tubuhnya. Dia menjerit dengan sangat keras.
Kepalanya pecah. Darah bersimbah. Dia merasakan ada sesuatu yang lepas dari
tubuhnya. Entah apa itu, tetapi dia tidak merasakan sakit lagi. Semuanya telah
gelap. Truk yang menabraknya telah jauh meninggalkan tubuhnya yang secara
bergantian dilindas oleh kendaraan-kendaraan lainnya. Isi perutnya terburai
bersama lendir darah beraroma amis yang menyeruak ke udara. Tak ada yang peduli
ataupun iba melihat peristiwa tragis itu. Siang tadi, ketika gerimis turun,
seekor tikus comberan mati sia-sia di jalan raya.
Jadi, intinya, menulis kalimat pembuka cerpen yang menarik
adalah bagaimana seorang pengarang mampu mengolah imajinasinya agar tidak
menulis to the point pada pokok
masalah. Pancinglah pembaca dengan sesuatu yang unik, membuat penasaran, heboh,
mengejutkan, humoris, dan lain sebagainya. Dengan demikian, sesederhana apapun
tema cerpen yang kita tulis akan menjadi menarik dan bernilai.
Selamat berkarya bersama FAM Indonesia.
Salam santun.
TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.blogspot.com
*) “Curcol”, kependekan dari “Curhat Colongan”. Saat ini
lagi trend di layar televisi. FAM Indonesia ingin ikut gaul juga, tidak mau
ketinggalan jaman. “Curcol Bersama Tim FAM Indonesia” akan menjadi “Ruang Konsultasi
Khusus” di blog resmi FAM Indonesia, www.famindonesia.blogspot.com.

Comments
Post a Comment