"Penulis Buku Kumcer ‘Jangan Pudarkan Semangatku’”
Nama lengkapnya Ahmad Saadillah, biasanya di panggil Ady. Ia
dilahirkan di Kota Dumai yang terkenal dengan pengolahan minyak buminya, pada
tanggal 10 Agustus 1992. Sebagai anak kedua dari 4 bersaudara. Sekarang ia
sedang kuliah di Prodi Manajemen Informatika, Jurusan Matematika Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Universitas Riau.
Dulu, Ady mempunyai impian ingin menjadi seperti Enstein.
Obsesinya terhadap Fisika itu terwujud di kelas 2 dan 3 dengan oliempiade
Fisika di UNRI. Waktu Ady bersekolah di sebuah SMA yang bisa dibilang seperti
pesantren di Bangkinang, terletak di belakang bukit yang berderet dan di
pinggir hutan yang lebat, di sanalah ia banyak mendapat pengalaman termasuk
salah satunya pengalaman menulis.
Ayahnya bernama Abdul Haris dan Ibunya Nurningsih, mereka
selalu mengajari Ady dengan nasihat agama. Ayahnya seorang muballig di Kota Dumai.
Kedua orangtuanya berdomisili di Dumai dan Ady berdomisili di Pekanbaru dalam
rangka menyelesaikan perkuliahan.
Perjalanan menulisnya cukup beragam. Hobi berganti-ganti. Dulu,
hobinya ingin menjadi penulis komik terkenal, karena memiliki dua orang teman
pelukis hebat di kelasnya. Karena kesibukan di sekolah, ia mengaku hobinya berganti
lagi dan senang bermain bola kaki dan sempat masuk Sekolah Sepak Bola (SSB)
Dumai Putra.
Ady juga suka musik. Sudah banyak lirik lagu yang ia buat
bersama temannya. Saat masuk ke SMA hingga
sekarang, hobinya berganti ingin menjadi seorang dai. Saat SMA pula ia suka
menulis catatan harian dan puisi.
Hobi menulisnya berlanjut, Ady mulai mengenal yang namanya
blog. Dengan optimis ia memulai untuk menulis artikel yang berasal dari rangkuman
dan pikirannya. Karena merasa menulis artikel itu sulit maka ngeblog pun ditinggalkannya.
Ia tak menulis artikel lagi. Sampai akhirnya perkuliahan dimulai. Ady merasa
salah masuk jurusan. Ia menginginkan lulus di jurusan Fisika tapi justru lulus
di jurusan Manajemen Informatika. Di sinilah ia mulai mengenal lebih jauh dunia
internet dan kepenulisan.
Ia mengembangkan menulisnya dengan cara menulis di blog www.saadillah.com. Ia juga mencoba untuk mencari info mengenai lomba, yang
ia dapatkan adalah info lomba yang diadakan FAM Indonesia. Ia mengaku, awalnya
hanya membiarkan info itu. Tetapi setelah beberapa hari mencari info lomba lagi,
lagi-lagi yang ditemukannya adalah info lomba FAM Indonesia.
Akhirnya ia memberanikan diri bertanya kepada Sekjen FAM
cara bergabung menjadi anggota resmi FAM Indonesia. Ia baca dengan benar semua
persyaratannya dan mengikuti panduannya, akhirnya resmilah ia menjadi anggota
FAM Indonesia.
Setelah bergabung di FAM, ia memiliki keberanian untuk
menerbitkan kumpulan cerpennya. Pada awalnya ia ragu karena merasa tak memiliki
dukungan dari orang-orang sekitar. Namun, tekadnya sudah bulat untuk bisa
menghasilkan karya. Naskah kumcernya ia tawarkan ke FAM Publishing dan sekarang
sedang dalam proses terbit. Judulnya “Jangan Pudarkan Semangatku”.
Ady memiliki motto, “Jika mereka bisa, aku juga harus bisa,
bahkan lebih.” Jika ingin mengenal Ady lebih dekat, bisa dihubungi: Jl. Merpati
Sakti, Blok D No. 6 Perum Cendrawasih, RT/RW. 02/02, Kode Pos 28293 Pekanbaru, Panam,
Hp. 0852 7140 1569/adigt.33@gmail.com,
blog www.saadillah.com. Fb (http://www.facebook.com/adigt.hmhm), Twitter
@Ahmadsaadillah.
[www.famindonesia.blogspot.com]

Comments
Post a Comment