Skip to main content

Reni Nuryati: “Duhai Perempuan Menulislah Agar Engkau Semakin Cantik”

Setiap tahun, Ditjen Dikti Kemdikbud menggelar pemilihan dosen berprestasi. Momen ini menjadi ajang bergengsi bagi dosen untuk unjuk kemampuannya. Pemilihan dilakukan mulai dari tingkat universitas, baik swasta maupun negeri. Bagi universitas swasta, kegiatan ini dipusatkan di Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopretis) masing-masing. Juaranya akan dikirim ke tingkat nasional untuk kembali bersaing memperebutkan predikat juara pertama hingga ketiga.

Meskipun dianggap bergengsi, namun pemilihan dosen berprestasi belum mendapatkan perhatian bagi sebagian universitas swasta. Universitas Samudra Langsa (Unsam) misalnya, baru mengambil kesempatan ini pada 2012.

Reni Nuryanti MA, lulusan pascasarjana Ilmu Sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM) yang baru dua setengah tahun menjadi dosen, akhirnya menjadi sosok yang mampu membanggakan Unsam.

Reni, demikian panggilan akrabnya, sudah meraih segudang prestasi mulai dari tingkat lokal hingga nasional. Pada 2008, ia terpilih sebagai juara pertama nasional Peneliti Muda Terbaik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam bidang sosial. Saat itu, ia diundang ke Istana Negara dalam rangka HUT Teknologi Nasional, 8 Agustus 2008.

Sejak mahasiswa, Reni akrab dengan dunia penulisan. Debutnya dimulai saat ia menjadi kepala bidang pers di Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta, tempat ia meraih sarjana. Ia makin menekuni dunia menulis ilmiah lewat lembaga Unit Kegiatan Mahasiswa Penelitian Universitas. Di sana, ia sempat menjabat sebagai ketua.

Selesai sarjana pada akhir 2006, Reni tidak langsung masuk jenjang magister. Selama hampir dua tahun, ia menjadi kolumnis tetap di harian Jurnal Nasional, Jakarta.Tulisannya tentang koran-koran kuno dan tokoh-tokoh Indonesia, menaburi halaman koran gemblengan Taufik Rahzen tersebut. Tulisan-tulisan itu kemudian dibukukan oleh Indonesia Boekoe, di antaranya berjudul "Seabad Pers Nasional" dan "Tujuh Ibu Bangsa".

Sejak 2007, Reni tercatat sebagai penulis muda. Karya pertamanya, "Perempuan dalam Hidup Sukarno", biografi Inggit Garnasih, sempat meraih penghargaan sebagai biografi terlaris. Setelah itu menyusul tulisan bertema Sukarno: "Istri-Istri Sukarno" dan "Tragedi Sukarno dari Kudeta hingga Kematiannya".

Pada 2011, Reni menerbitkan buku fenomenal, "Perempuan Berselimut Konflik: Perempuan Minangkabau Masa Dewan Banteng dan PRRI". Buku ini menjadi konsumsi hangat kalangan akademisi dan sejarawan di Minangkabau. Karena buku yang dianggap ‘panas’ ini, Reni sempat diwawancarai di TVRI Nasional pada Juni 2011. Di akhir 2011, dia juga menerbitkan buku berjudul "Duhai Perempuan Menulislah Agar Engkau Semakin Cantik".

Sejak menjadi pengajar sejarah di Unsam, Reni terus menelurkan karya ilmiah dalam jurnal universitas. Kemauan keras untuk mengembangkan Unsam menjadi kampus riset membawanya pada tanggungjawab sebagai Ketua Bidang Penelitian di LPPM. Ia juga sekaligus menjadi editor utama dalam setiap penerbitan jurnal yang diberi nama Samudra. Tahun ini, dia juga diundang dalam pertemuan LPPM se-Indonesia di UI Depok.

Juara pertama

Dengan ketekunannya itulah, Reni berhasil meraih predikat sebagai juara pertama Pemilihan Dosen Berprestasi Kopertis Wilayah I Aceh-Sumut.

Awalnya, Reni tidak yakin akan meraih predikat itu. Dari 13 peserta terpilih, ia paling muda. Bahkan para juri yang terdiri dari Prof Nurhayati dan Prof Alisanti menganggapnya sebagai lulusan sarjana. Apalagi, pangkatnya sebagai dosen baru Asisten Ahli. Selain itu, sebagian peserta adalah doktor yang sudah lama mengajar. Reni saat itu hanya mengandalkan buku, hasil penelitian terbaru, dan kemampuan berbahasa Inggris.

Dalam akhir seleksi yang diselenggarakan selama dua hari, 26-27 April 2012, dia akhirnya dinyatakan sebagai juara pertama. Juara kedua dan ketiga masing-masing diraih Dr Alum Simbolon SH MHum (Unika Santo Thomas Medan) dan Sri Misleni SST MKes (STIKES RS Haji Medan).

Pada 17 Agustus 2012, dalam upacara peringatan HUT RI di Kopertis Wilayah I Medan, Reni dan para juara lainnya menerima sertifikat dan penghargaan yang diserahkan Koordinator Kopertis, Prof Ir Moehammed Nawawiy Loebis MPhil PhD.

Semula, ketiga juara akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti upacara di Istana Negara. Namun, menurut panitia, tahun ini formatnya berubah. Para juara dikembalikan ke Kopertis masing-masing. Sertifikatnya diberikan atas nama Ditjen Dikti Kemdikbud.

Prestasi demi prestasi yang diraih selama menjadi dosen di Unsam, semakin membuktikan filosofi hidupnya, "Di manapun di tanam, tumbuhlah."

Sebagai perantau, ia sadar perjalanan karirnya di Unsam tidak mulus. Bahkan Reni mengatakan, "Aku sempat merasa menelan pil kina selama dua tahun. Baru sejak akhir 2012, hidupku berubah menjadi lebih baik".

Saat ini, untuk mengabadikan kisah hidupnya, Reni sedang menyelesaikan otobiografi yang berjudul "Jalan Bertangga", buku yang akan dia dedikasikan untuk suaminya, Rahmadani.

EDDYANTO

[sumber artikel: http://www.analisadaily.com/news/read/2012/10/13/80792/reni_nuryati_dosen_berprestasi_dari_unsam_langsa/#.UHlE4me3ybp]

[sumber foto: akun facebook pribadi, via http://www.samudranews.co.cc/2012/10/reni-nuryanti-dosen-berprestasi-dari.html]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...