Skip to main content

Lomba Menulis Surat: “Baru Sebulan Gabung di FAM Mampu Rampungkan Naskah Kumpulan Cerpen”

Dumai, 25 Oktober 2012
Teruntuk FAM yang baik
di-
Pare

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sahabat FAM yang baik hati. Hari ini aku sisihkan waktuku disaat aku berada di kampung dengan modem yang sinyalnya tidak sebegitu baik. Sebelumnya aku ingin berterima kasih kepada FAM karena dengan adanya FAM ini aku bisa menulis fiksi, tidak sebelum aku mengenal adanya FAM ini, aku hanya menulis artikel-artikel teknologi tanpa mengetahui EYD yang tertera pada tulisanku.

Tidak terlintas di pikiranku saat itu (3 bulan lalu) untuk menulis cerita yang berlatar belakang seperti cerpen maupun yang berbentuk fiksi lainnya. Setelah aku mengenal FAM aku mencoba untuk mempelajari sedikit demi sedikit dari blog FAM yang terdapat tulisan-tulisan yang menarik perhatianku. Aku mulai dari awal tulisan yang ada di blog FAM, tiap hari itu saja yang aku baca hingga teman satu kamarku mengatakan kalau aku "master teknologi." Sebenarnya itu bukanlah sebuah pujian melainkan sindiran yang ia layangkan kepadaku. Tapi semangat ini belum patah, karena keinginan yang kuat untuk bergabung dengan FAM akhirnya aku memutuskan untuk bergabung.

Selang beberapa hari bergabung dengan FAM aku banyak mengenal penulis yang handal, baik itu di dalam FAM maupun di akun Kompasiana. Hal itu membuat aku minder karena mereka jago dalam merangkai kata menjadi kalimat yang luar biasa, apalagi di Kompasiana. Setiap kali aku memposting tulisanku mengenai fiksi pasti yang aku dapatkan komentar yang membuat aku jatuh. Tapi itu semua kuanggap sebagai komentar yang membangun untuk menjadikan aku lebih baik lagi.

Melihat mereka yang bisa dalam hal menulis aku menjadi iri. Tidak ada sedikitpun dari teman yang berada di dunia nyata yang mendukungku untuk untuk berpartisipasi sebagai penulis, hanya teman di dunia maya yang mau mensupportku, meskipun tidak banyak. Aku senang mengenal FAM, mengenal banyak penulis yang berbakat dengan tulisannya.

Kemarin baru saja aku pulang ke kampung, adikku menanyakan kepadaku.

"Bang bagaimana cerpen yang abang kirimkan ke banyak tempat itu, Bang? Apa menang semua? Apa abang dapat hadiahnya?"

Suatu hal yang mengejutkanku karena pertanyaan itu. Memang sih setelah mengenal FAM dua hari langsung mengobarkan semangatku untuk menulis cerpen, puisi dan aku layangkan pada tiap tempat yang mengadakan lomba itu. Tapi alhasil semua keluar dengan hasil "GAGAL" alias tidak diterima sama sekali, belum lagi komentar mereka yang serasa membuatku jatuh. Karena hal itu aku mempelajari tatacara menulis yang benar dengan bantuan tulisan FAM di blog dan juga “mbah google”ku.

Sekarang sudah beberapa bulan mengenal FAM, aku merasa tertarik untuk membuat sebuah buku, dengan targetan hanya dalam 1 bulan menulis kumpulan cerpen, dan alhamdulillah selesai. Terima kasih FAM.

Mungkin tiada kata indah yang bisa kurangkai dalam suratku ini, tidak seperti surat mereka yang lainnya. Tapi aku menulis surat ini dengan hiasan hatiku yang senang setelah berbagai macam rintangan yang kulewati untuk bisa mengenal FAM dan menjadi sahabat baiknya.

Wassalamualaikum. Wr. Wb.

Ahmad Saadillah
FAM Pekanbaru, IDFAM 974M

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...