Novel tidak saja sebagai bahan bacaan hiburan bagi
pembacanya sobeX tetapi juga
memberikan pelajaran-pelajaran yang berharga dari kisah yang ditulis para
novelis. Tidak sedikit bagi pembaca novel yang terkagum-kagum dengan karya
mereka. Bermula dari cerita novellah pembaca mulai melirik siapa pengarangnya.
Tentu tidak saja dari karyanya sobeX, tetapi pembaca juga akan memandang siapa yang membuat
tulisan panjang tersebut. Tulisan-tulisan tersebut biasanya mencerminkan dari
kepribadian pengarangnya sendiri. Seperti yang kita kenal dari Habiburrahman
El-Shirazy yang novelnya bernuansa religius sobeX.
Pembaca juga mempunyai selera masing-masing dalam membaca novel. Ada yang suka
membaca novel yang bergenre religius, asmara, dan lainnya tergantung selera masing-masing.
Makanya dari pembaca novel ia juga akan punya siapa novelis favoritnya.
Seperti Yopi Mairizon, mahasiswa Unand ini mengaku Muhammad Subhan adalah novelis
favoritnya sobeX. “Banyak hal yang
mendasari bisa menjadikan beliau sebagai novelis favorit saya sobeX. Satu dari sekian banyak alasan
adalah novelis Muhammad subhan atau
yang akrab di sapa Bang Aan merupakan novelis yang membawa unsur budaya dan
kehidupan masyarakat di tempatnya berdomisili. Novel beliau yang populer di
kalangan pelajar maupun umum adalah Rinai
Kabut Singgalang. Aku kagum sekali dengan novelnya. Sebuah kisah perjalanan
hidup yang salah satu latar atau tempatnya adalah suasana Sumatera Barat. Di
sini letak ketertarikan aku dengan novelnya. Novel tidak hanya dijadikan bacaan
saja tetapi juga harus bermakna dan ada feedback
positifnya,” ujarnya.
Ternyata memang, Yopi tidak hanya melihat dari karya seorang
novelis saja sobeX tetapi ia juga
melirik siapa pengarangnya. Cowok ini mengaku menyukai kepribadian dari sosok
novelis favoritnya. “Selain dari karyanya, aku juga menyukai kepribadiannya
yang selalu menularkan ‘virus-virus’ menulis kepada generasi muda sobeX. Ia pun juga bersikap terbuka
terhadap siapa saja yang ingin sharing
dengan beliau mengenai tulis-menulis. Menurut aku, beliau novelis yang mendidik.
Harapan aku dengan munculnya karya-karya seperti beliau, semoga Sumatera Barat ke
depannya dapat melahirkan para novelis-novelis ternama sobeX,” ujar cowok ini.
Ketertarikan kita dengan sebuah novel juga terkait dengan proximity atau kedekatan peristiwa
dengan pembaca dalam kehidupann sehari-harinya sobeX. Berbagai peristiwa yang diangkat dari kisah dalam novel
tersebut terjadi di dekat lingkungan kita atau di sekitar kehidupan
sehari-hari. Orang-orang akan tertarik dengan kisah-kisah yang menyangkut
dengan kehidupan mereka sobeX,
seperti kelurga, teman-teman mereka, atau kota mereka. Contohnya saja Yopi yang
barangkali juga orang Minang yang berdomisili di Sumatera Barat merasa dekat
dengan novel Muhammad Subhan yang
latarnya juga Ranah Minang sobeX.
Pembaca novel akan semakin menaruh perhatian kepada novelis
favoritnya sobeX. Apalagi karya-karya
dari para novelis bisa memberikan motivasi yang membangun. Tidak takut bermimpi
untuk meraih yang lebih tinggi sobeX.
Seperti Athifa Nabila Risti, ia tidak takut bermimpi sobeX setelah membaca karya dari Andrea Hirata. “Aku suka banget
dengan novel karya Andrea Hirata sobeX.
Karena dari novel-novelnya banyak hal yang dapat kita ambil, seperti semangat
untuk meraih mimpi-mimpi. Itulah yang membuat aku berani untuk bermimpi untuk
meraih cita-citaku sobeX,” ujar siswa
SMAN 1 Padang ini.
Kalau Juhendra Halim, ia lebih menyukai jenis novel detektif
Sir Athur Conan Dayle karya Sherlock Holmes sobeX. “Novelis favoritku Sherlock
Holmes sobeX, karena novelnya
menceritakan bagaimana mengenai petualangan Sherlock Holmes sebagai detektif
konsultan yang bahkan mampu memecahkan kasus tanpa beranjak dari rumahnya sobeX. Analisanya sangat masuk akal sobeX. Walaupun sudah bisa dibilang
novel veteran, novel ini juga menjadi inspirasi hadirnya anime atau manga
Detektif Conan di masa sekarang. Novel ini juga telah difilmkan.
“Menurut aku Sherlock Holmes adalah novelis detektif
terhebat sejagat sobeX,” ujar cowok
ini.
Namun, ada juga pembaca yang tidak hanya memavoritkan satu
novelis saja, tetapi ada di setiap genre novelnya. Seperti Usi Wulandari, “Kalau
aku suka Habiburrahman El Shirazy, selain nilai religiusnya yang kental, alur
ceritanya nggak cepat bosan, setiap kata-katanya
mengandung arti yang nggak bisa cuma sepintas baca saja. Bahkan ada salah satu
chapternya yang berulang kali aku baca saking ingin tahu makna sebenarnya.
Kalau yang komedi aku suka Raditya Dika, selain kata-katanya yang sering ngelantur, tapi setiap lelucon itu punya
pesan tersirat, nggak sembarang lucu
aja. Nah, kalau mau yang ngasah otak,
aku lebih suka baca novel Harry Potter,
banyak analisisnya. Mereka semua bisa menginspirasi akulah sobeX,” ujar mahasiswi Farmasi Unand yang lagi proses membuat novel
juga sobeX. (*)
[Red/Administrator]
Sumber: PADANGEKSPRES.co.id
Comments
Post a Comment