Kepada:
Ydh. FAM Indonesia
di
Tempat
Asalamualaikum...
FAM yang sangat saya kagumi. Ada banyak hal yang ingin saya
sampaikan. Namun yang paling utama adalah rasa terima kasih saya yang teramat
besar kepada FAM. Karena FAM, semangat menulis saya yang sudah bertahun-tahun
terbenam mulai bersinar lagi. FAM mengajarkan banyak hal, bukan hanya tentang
materi menulis dan berkarya akan tetapi juga karena di sini selalu ada tempat
buat siapa saja yang mau belajar dan tak kenal letih untuk bermimpi. Dan FAM
menampung semua mimpi para anggota keluarganya, bahkan tak sungkan untuk
mewujudkannya dalam sebuah karya.
Saya tak merasa heran, jika dalam waktu yang sangat singkat
FAM sudah mendapat banyak tempat di hati masyarakat Indonesia. Terutama pecinta
karya tulis dan juga para penulis. Semakin hari, FAM semakin menularkan
semangat menulis pada kaum muda-mudi Islam di seluruh Nusantara, baik melalui
event menulis maupun melalui road to
schoolnya.
Rasa terima kasih juga saya sampaikan pada Ayahanda Muhammad
Subhan yang tak sungkan membagi pengalaman menulisnya. Juga atas keramahan
Bunda Aliya Nurlela yang tak pernah lelah membimbing 'putra-putri'nya. Saya
yakin itulah yang menjadi magnet tersendiri sehingga semakin hari semakin
bertambah anggota-anggota FAM dari seluruh pelosok Nusantara.
Namun di balik semua kebahagiaan ini, saya menyimpan pula
kesedihan. Karena saya tak bisa sering-sering aktif memposting karya ataupun
saling memberikan pendapat bersama anggota FAM yang lain.
Jujur saja, ada banyak ide di kepala saya. Bahkan setiap
saat saya selalu mencatat dalam kepala saya alur cerita dari ide yang muncul
tersebut. Namun saya tak bisa menyalurkan ide-ide tersebut dalam ketikan tangan
saya dikarenakan waktu yang sangat terbatas. Sempat menyerah pada keadaan, akan
tetapi FAM lagi-lagi menyelamatkan semangat menulis saya. Dengan melihat
semangat teman-teman FAM yang lainnya di sini, sungguh saya tak ada apa-apanya.
Dan sungguh hambatan saya tak ada artinya. Dari sanalah saya belajar untuk
tidak mudah menyerah.
Saya sangat ingin menjadi penulis. Dan menjadi penulis yang
melahirkan karya dari hati, di sinilah tempatnya. Karena jujur saja, ketika
menulis sudah tertuju pada hadiah maka hasilnya tidak akan maksimal. Satu judul
cerpen saya "Kamar untuk Ayah dan Bunda" di salah satu Antologi Cerpen
Cinta Bernilai Dakwah buku kedua adalah bukti nyata bahwa apapun yang lahir
dari ketulusan hati maka akan menjadi sesuatu yang indah.
Saya juga ingin menjadi penulis yang sukses, dan menjadi
penulis yang berguna bagi dunia juga kelak Insya Allah untuk akhirat hanya di sinilah
tempatnya. Karena FAM tak hanya membina penulis untuk menghasilkan karya yang
berguna untuk kepentingan dunia saja. Akan tetapi sebuah karya yang bernilai
dakwah dan Insya Allah berguna untuk kepentingan umat.
Sekian yang ingin saya sampaikan. Semoga FAM semakin
berkibar. Amin.
Wasalamualaikum.
Salam hangat. Salam Aishiteru.
Hormat Saya,
SWITZ RAHAYU
IDFAM 988U JAKARTA
Comments
Post a Comment