Sebuah puisi terlahir dari ide yang rutin dan memberikan
inspirasi tentang sucinya diri bila dijalankan dengan iman dan takwa yang
ikhlas. Seperti dalam puisi ‘BULAN RAMADHAN’ yang selalu datang setiap tahun
disebut bulan paling suci bagi umat Islam. Ditulis pada bait awal dengan kalimat
indah sebagai berikut:
Engkau datang sekali
dalam setahun
Engkau tiba bagaikan
musim semi yang membawa kesejukan
Hari-hari Mu begitu
dinantikan
Karena dalam hari-hari
Mu terdapat hari yang sangat diharapkan
Pengharapan dan doa dalam puisi ‘BULAN RAMADHAN’ enak dibaca
dan memberikan kesejukan jiwa bila dibaca dengan seksama, memberikan arti yang
luas tentang hari-hari yang begitu dinantikan dan pengulangan kata tentang
hari-hari dalam baris ke empat mempertegas sebuah keadaan yang selalu dirindukan:
‘Karena dalam hari-hariMu terdapat hari
yang sangat diharapkan’.
Bila dalam satu bulan dilaksanakan dengan baik maka ujian
dan perjalanan waktu akan ada ganjaran yang diberikan yaitu berupa pahala, dan
penutup puisi ini cukup bagus ditutup dengan kata-kata yang sangat bijak sekali
dalam kehidupan umat manusia:
hingga terlahir
Diri yang fitri
Marhaban ya Ramadhan …’
Dari segi momen, puisi “BULAN RAMADHAN” ini tidak lagi update karena bulan Ramadhan sudah jauh
berlalu. Sebentar lagi umat muslim merayakan Hari Raya Idul Qurban. Disarankan,
penulis selalu memanfaatkan momen dan menulis puisi-puisi aktual sehingga
mengandung kebaruan.
Sedikit koreksi pada diksi: “Hari-hari Mu” seharusnya “Hari-hariMu”,
“ridho” seharus ditulis “ridha”, “ilahi” seharusnya “Ilahi”.
Ada ketidakkonsistenan penulis dalam menulis tanda
titik-titik yang disebut sebagai elipsis. Penulis puisi ini menulis dua titik
(..) dan tiga titik (…). Penggunaan elipsis diperbolehkan dalam puisi tetapi
sebaiknya tidak perlu. Sebab tanpa titik-titik itu makna dari puisi sudah cukup
indah.
Teruslah berkarya, lahirkan puisi-puisi bertema sosial
lainnya.
Salam santun, salam karya.
TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.blogspot.com
[BERIKUT PUISI
PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]
Bulan Ramadhan
Oleh Siti Lestari
IDFAM1011S Anggota FAM
Yogyakarta
Engkau datang sekali dalam setahun
Engkau tiba bagaikan musim semi yang membawa kesejukan
Hari-hari Mu begitu dinantikan
Karena dalam hari-hari Mu terdapat hari yang sangat diharapkan
Wahai bulan Ramadhan ..
bersamaMu kami umat Muslim mensucikan diri
bersamaMu kami berlomba mendapatkan ridho ilahi
hingga terlahir
Diri yang fitri
Marhaban ya Ramadhan …’
Ket: Gambar sekadar
ilustrasi yang diambil dari google.com
[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]

Comments
Post a Comment