Skip to main content

Ulasan Puisi “Bulan Ramadhan” Karya Siti Lestari (FAM Yogyakarta)

Sebuah puisi terlahir dari ide yang rutin dan memberikan inspirasi tentang sucinya diri bila dijalankan dengan iman dan takwa yang ikhlas. Seperti dalam puisi ‘BULAN RAMADHAN’ yang selalu datang setiap tahun disebut bulan paling suci bagi umat Islam. Ditulis pada bait awal dengan kalimat indah sebagai berikut:

Engkau datang sekali dalam setahun
Engkau tiba bagaikan musim semi yang membawa kesejukan
Hari-hari Mu begitu dinantikan
Karena dalam hari-hari Mu terdapat hari yang sangat diharapkan

Pengharapan dan doa dalam puisi ‘BULAN RAMADHAN’ enak dibaca dan memberikan kesejukan jiwa bila dibaca dengan seksama, memberikan arti yang luas tentang hari-hari yang begitu dinantikan dan pengulangan kata tentang hari-hari dalam baris ke empat mempertegas sebuah keadaan yang selalu dirindukan: ‘Karena dalam hari-hariMu terdapat hari yang sangat diharapkan’.

Bila dalam satu bulan dilaksanakan dengan baik maka ujian dan perjalanan waktu akan ada ganjaran yang diberikan yaitu berupa pahala, dan penutup puisi ini cukup bagus ditutup dengan kata-kata yang sangat bijak sekali dalam kehidupan umat manusia:

hingga terlahir
Diri yang fitri
Marhaban ya Ramadhan …’

Dari segi momen, puisi “BULAN RAMADHAN” ini tidak lagi update karena bulan Ramadhan sudah jauh berlalu. Sebentar lagi umat muslim merayakan Hari Raya Idul Qurban. Disarankan, penulis selalu memanfaatkan momen dan menulis puisi-puisi aktual sehingga mengandung kebaruan.

Sedikit koreksi pada diksi: “Hari-hari Mu” seharusnya “Hari-hariMu”, “ridho” seharus ditulis “ridha”, “ilahi” seharusnya “Ilahi”.

Ada ketidakkonsistenan penulis dalam menulis tanda titik-titik yang disebut sebagai elipsis. Penulis puisi ini menulis dua titik (..) dan tiga titik (…). Penggunaan elipsis diperbolehkan dalam puisi tetapi sebaiknya tidak perlu. Sebab tanpa titik-titik itu makna dari puisi sudah cukup indah.

Teruslah berkarya, lahirkan puisi-puisi bertema sosial lainnya.

Salam santun, salam karya.

TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.blogspot.com

[BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

Bulan Ramadhan

Oleh Siti Lestari

IDFAM1011S Anggota FAM Yogyakarta

Engkau datang sekali dalam setahun
Engkau tiba bagaikan musim semi yang membawa kesejukan
Hari-hari Mu begitu dinantikan
Karena dalam hari-hari Mu terdapat hari yang sangat diharapkan

Wahai bulan Ramadhan ..
bersamaMu kami umat Muslim mensucikan diri
bersamaMu kami berlomba mendapatkan ridho ilahi
hingga terlahir
Diri yang fitri
Marhaban ya Ramadhan …’

Ket: Gambar sekadar ilustrasi yang diambil dari google.com

[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...