Skip to main content

Bukan Sekadar Simpati, Berikan Juga Empati

Apakah ada orang yang bersimpati padamu? Sebagian besar orang akan menjawab, “Oh ada, bahkan banyak. Apalagi teman-teman di dunia maya. Saat mendapat kebahagiaan nulis status, banyak yang memberi komentar, ‘Wah selamat, selamat ya.’ Saat sedih, banyak yang mengucapkan rasa prihatin, ikut berbela sungkawa atau ikut menyesalkan.” Adapula yang mengungkapkan rasa simpati dengan mengirim karangan bunga. Atau yang nun jauh di sana mengirim pesan, “Andai aku dekat, akan kuhapus air matamu, kupeluk dan kuobati lukamu.”

Wah, rangkaian kalimat yang menunjukkan rasa simpati cukup dalam. Mendapat ucapan sejuk seperti itu, rasanya bagai berenang di air telaga jernih, bersantai di bawah pohon dalam buaian semilir angin senja yang melenakan. Nyaman di hati. Ternyata, ada jiwa-jiwa yang siap membasuh luka, meredakan tangis dan menorehkan catatan bahagia. Hidup menjadi begitu indah.

Hmm… apakah mereka berempati? Nah itu dia. Lain simpati, lain pula empati. Orang yang bersimpati pada kita banyak, tetapi yang berempati belum tentu. Simpati hanya sekadar ikut berduka cita, berbela sungkawa, ikut menyesalkan dan lain sebagainya. Simpati sifatnya juga temporer, hanya pada saat kejadian saja. Bentuk dari simpati dengan mengirim karangan bunga saja sudah dianggap cukup.

Nah, kalau empati lebih dalam dari sekadar simpati. Berempati adalah merasakan bagaimana orang itu merasakan. Mencoba untuk berposisi seperti orang yang mendapat musibah itu. Sifatnya lebih lama, sebab berposisi seperti orang yang bersangkutan. Tidak cukup hanya sekadar mengucap bela sungkawa atau mengirim karangan bunga. Orang yang berempati akan menunjukkan dengan sikap lebih nyata. Misalnya datang langsung mengucapkan salam hangat dan ikut andil memberikan kepedulian.

Seseorang datang mengeluhkan tentang kegagalan yang terjadi dalam hidupnya. Orang yang bersimpati memberi komentar, “Wah, sayang sekali. Andai dulu kamu begini dan begitu, bla, bla...” Itulah komentar orang yang bersimpati. Sebatas itu. Orang yang berempati memberi komentar, “Apa masalahnya? Apakah ada yang bisa saya bantu?” Orang yang berempati ikut terlibat membantu, memberi solusi, dan merasakan beratnya masalah yang ditanggung orang lain. Ia berusaha memberi kepedulian atau perhatian semampunya.

Ternyata simpati saja tidak cukup. Mari kita saling berempati dalam hidup.

ALIYA NURLELA
Sekjen FAM Indonesia

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...